Sekolah gratis atau sekolah bagi tidak mampu ?

Isu sekolah gratis, sering didengungkan terutama didaerah-daerah. Isu ini juga sering dipakai menjelang Pilkada. Tapi sayang implementasi tentang sekolah gratis kurang tepat sasaran terutama bagi masyarakat tidak mampu. Seharusnya sekolah gratis untuk ukuran negara Indonesia lebih tepat diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu. Bukan justru penyamarataan.  Pengertian sekolah gratis lebih pada digratiskannya fasilitas tertentu, misalnya pakaian, dll. Penggratisan ini pun berlaku bagi semua siswa tanpa kecuali apakah ia orang kaya atau miskin. Semua sama mendapatkan fasilitas gratis tersebut.

Menurut saya hal semacam diatas kurang setuju, saya lebih setuju istilah sekolah gratis diganti sekolah bagi  masyarakat tidak mampu yang fasilitasnya juga sama seperti tempat sekolahnya masyarakat yang mampu. Artinya  sekolah tidak mampu disini adalah suatu sekolah yang dibangun oleh pemerintah pusat maupun daerah dikhususkan bagi masyarakat tidak mampu berbentuk negeri maupun swasta, misalnya TK TIDAK MAMPU, SD TIDAK MAMPU, SMU/SMK TIDAK MAMPU.

Selama ini yang kita kenal adalah “sekolah bagi masyarakat mampu”, misalnya adanya sekolah PLUS/UNGGULAN yang dilengkapi dengan fasilitas yang lebih. Namun sayangnya sekolah jenis ini hanya dapat dinikmati oleh mereka yang mempunyai IQ diatas rata-rata. Padahal yang saya maksud sekolah tidak mampu disini adalah sepanjang memenuhi syarat sebagai orang yang tidak mampu apakah ia IQ rendah atau tinggi dapat bersekolah disini. Hal ini sebagai perwujudan amanah UUD RI 1945  pasal 31 ayat 1 dan 2 berbunyi “setiap warga negara berhak mendapat pendidikan (ayat 1, lihat juga pasal 28 c tentang HAM) dan setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya” (ayat 2). Untuk mewujudkan hal diatas pemerintah harus memprioritaskan anggaran pendidikan di pusat (APBN) dan didaerah (APBD) sebesar 20 % (ayat 4). Selanjutnya pasal 34 ayat 1 berbunyi “fakir miskin dan anak-anak yang telantar dipelihara negara”.

Berdasarkan pasal diatas nampaklah persoalan pendidikan di negeri ini sebagai wujud pembangunan sumber daya manusia adalah suatu hal yang serius sehingga dicantumkan dalam konstitusi negara (UUD RI 1945). Artinya jika amanah yang ada dalam UUD RI 1945 tidak dilaksanakan pemerintah berarti secara otomatis pemerintah telah melanggar konstitusi. Persoalannya adalah apakah benar pemerintah baik di pusat mamupun daerah sudah menganggar dana 20 % tersebut ? Kalau kita amati tidaklah demikian, karena masih banyak anak usia sekolah yang masih tidak bersekolah, jadi pengangguran, jadi pengemis, gelandangan, tukang semir sepatu, pemulung, bantu orang tua jadi buruh tani. Akibatnya banyak anak-anak terjerat kasus kriminalitas, yang seharusnya mereka sekolah justru dipenjara.

Adanya solusi istilah sekolah gratis, tidak menjamin mengatasi permasalahan anak diatas karena implementasi sekolah gratis kadang-kadang terjadi diskriminatif.  Untuk itu solusi yang tepat adalah pemerintah harus menginstruksikan kepada seluruh propinsi, kabupaten/kota wajib mempunyai sekolah dengan nama “SEKOLAH MASYARAKAT TIDAK MAMPU”, yang benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu baik dari tingkat TK sampai dengan tingkat SMK dan Perguruan Tinggi serta setiap tahun wajib menganggarkan 20 % dana pendidikan di APBD. Kita jangan malu dan takut dicap sebagai negara tidak mampu. Kalau memang itulah keadaannya. Pembangunan sekolah masyarakat tidak mampu tersebut dilakukan secara terpadu artinya dalam satu areal lahan dibangun TK, SD, SLTP/MTS, SMU/SMK, PT dengan dilengkapi   fasilitas yang memadai, misalnya sarana prasarana, pakaian, makan dan dengan tenaga pengajar yang kualifait karena soal tenaga pengajar di Indonesia sangat banyak karena masih banyak calon guru berkualitas yang masih nganggur (S.Pd/S.Ag), asal mereka digaji dengan pantas.  Yang lebih penting lagi adalah seluruh siswa diasramakan dalam sekolah tersebut sampai selesai sekolahnya, minimal sampai SMU.

Apakah hal diatas sebuah mimpi ? ya, tapi mimpi yang akan menjadi kenyataan sepanjang political will pemerintah bersungguh-sugguh ingin memajukan dan mencerdaskan bangsa ini dan bukan sekedar janji-janji politik menjelang Pilpres, Pilkada maupun, Pileg. Habis manis sepah dibuang. Kita yakin akan menjadi kenyataan karena negara kita ini adalah negara kaya SDA maupun SDM dan antara eksekutif dan legislatif tidak lagi gila kekuasaan. Mereka harus lebih fokus memikirkan bangsa ini. Tokoh dan segala elemen masyarakat bersatu. Maka dengan demikian terjawablah persoalan bangsa kita yang telah banyak mengalami krisis multi demensi.

Selanjutnya adanya sekolah masyarakat tidak mampu dalam implementasinya harus benar-benar diperhatikan, terutama syarat-syarat bagi yang dapat sekolah di sekolah tidak mampu tersebut yaitu :

  1. Calon siswa tersebut  mempunyai surat keterangan tidak mampu dari Lurah/Kades ditandantangani diatas materai sebagai indikatornya dapat berupa pekerjaan orang tua, penghasilan orangt tua, dll
  2. Calon  siswa tersebut harus membuat pernyataan sebenar-sebenar bahwa ia benar-benar orang yang tidak mampu diatas materai
  3. Calon siswa tersebut harus membuat pernyataan bersedia untuk diasramakan dan mematuhi segala perturan yang ada
  4. Orang tua calon siswa harus membuat pernyataan bersedia diatas materai melepas anaknya sampai tamat sekolah minimal SMU.
  5. Dan lain-lain syarat yang akan ditentukan secara khusus.

Dengan adanya adalah SEKOLAH MASYARAKAT TIDAK MAMPU, maka persoalan generasi muda yang rapuh akan terhindarkan, maka lahirlah generasi yang kuat dan tangguh karena kemiskinan dan kebodohan sudah diberantas. Tidak ada lagi anak gelandangan, anak mengemis, kejahatan anak. Akhirnya bangsa Indonesia akan menjadi salah satu bangsa yang disegani di dunia, terutama negara-negara tetangga yang sering mengusik dan melecehkan bangsa kita.

Selanjutnya, apa pendapat saudara tentang SEKOLAH MASYARAKAT TIDAK MAMPU ini ? Trims atas kementarnya !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s