Evaluasi materi PIH 2015/2016

Instruksi : Jawablah seluruh pertanyaan ini langsung dikolom komentar/balasan pada blog ini. Sebelum menjawab saudara harus membuat email masing-masing, tdk boleh menggunakan email orang lain..  Jawaban saudara juga diprint asli untuk diserahkah ke dosen.  Caranya setelah menjawab klik kanan klik print. Hasil jawaban saudara akan dijadikan nilai tugas dan kisi-kisi soal UTS/Mid. Jangan lupa cantumkan nama dan NIM. Jawaban diterima paling lambat tanggal 31 Oktober 2015. Bagi yang mengumpulkan lebih cepat akan mendapat nilai prioritas. Kalau jawabannya masih belum yakin, boleh diperbaiki sampai batas waktu. Tidak mengumpulkan tepat waktu akan mendapat sanksi, misalnya nilai akhir dikurangi atau tidak lulus.

SOAL

(Jawab dengan singkat dengan jelas).

  1. Apa yang saudara ketahui tentang ilmu hukum dan pengantar ilmu hukum ?
  2. Ilmu hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan. Coba saudara jelaskan maksudnya ?
  3. Jelaskan secara singkat, mengapa hukum diperlukan oleh masyarakat ? (hubungkan jawaban saudara dengan ungkapan ubi societes ibi ius dan kaidah-kaidah sosial yang berlaku di masyarakat ) !
  4. Banyak pendapat para ahli tentang definisi hukum. Dari pendapat-pendapat tersebut menurut pendapat saudara apa sebenarnya  hukum itu ? Sebutkan ciri dan sifat hukum tersebut ?
  5. Bedakan antara hukum dalam arti ketentuan penguasa dengan hukum dalam arti sikap tindak ?
  6. Menurut Gustav Radbruch ada 3 nilai-nilai dasar hukum, sebutkan ? dan  jelaskan  hubungannya dengan keabsahan berlakunya hukum ?
  7. Ada 5 teori tujuan hukum. Bagaimana menurut pendapat saudara tentang tujuan hukum tersebut jika dihubungkan dengan kondisi negara Indonesia saat ini ?
  8. Apa pendapat saudara tentang hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat, berikan juga contohnya.
  9. Menurut Utrecht orang taat kepada hukum karena orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu dirasakan sebagai hukum. Mereka benar-benar berkepentingan akan berlakunya peraturan tersebut. Coba saudara jelaskan apa maksudnya !
  10. Apa yang dimaksud dengan sumber hukum materil dan formil ? dan sebutkan sumber-sumber hukum formil ?  serta bedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan !

96 thoughts on “Evaluasi materi PIH 2015/2016

    1. Nama : YAHYA
      NIM : 301151010033
      Jawaban………..

      1. Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum ,ilmu hukum ini mencakup dan membicarakan atau mempelajari semua seluk beluk yang berhubungan dengan hukum.
      Pengantar ilmu hukum adalah merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar ,gambaran dasa tentang sendi-sendi utama ilmu hukum.
      2. a. ilmu hukum tentang kaidah ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan pada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya. b. ilmu hukum tentang kenyataan adalah suatu cabang atau bagian dari ilmu yang khusus mengajarkan kepada kita perihal berbagai kenyataan dalam hubungan dan segala pengaruhnya dengan hukum seperti yang diajarkan dalam antropologi hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, sejarah hukum, dan perbandingan hukum.
      c. ilmu hukum tentang pengertian ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan tentang pengertian-pengertian dasar yang terdapat dalam ruang lingkup ilmu hukum. Di dalamnya terdapat sebyek hukum, obyek hukum, peristiwa hukum, hubungan hukum, perbuatan hukum atau bukan perbuatan hukum dan akibat hukum, dan yang terakhir adalah masyarakat hukum.

      3. Karena peran hukum mengatur kepentingan2 tersebut, agar kepentingaan masing-masing terlindungi,sehingga masing2 mengetahui hak dan kewajiban,dengan adanya hukum, masyarakat akan hidup aman dan tentram,damai,adil dan makmur,.”dimana ada masyarakat di disitu ada hukum(ubi societies ibi ius).,dan bahwa hukum itu sesungguhnya adalah produk otentik prilaku, kebiasaan,adat,nilai,atau budaya yang hidup di masyarakat.
      4. Hukum itu adalah menghendaki adanya keseimbangan kepentingan,ketertiban,keadilan,ketentraman,kemanfaatan,kebahagiaansetiapmanusia dan inti tujuan hukum adalah agar dapat tercipta kebenaran dan keadilan.
      Ciri2 hukum :
      1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
      2. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib
      3. Peraturan itu bersifat memaksa
      4. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas
      5. Berisi perintah dan atau larangan
      6. Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
      Sifat hukum:
      1. Mengatur
      2. memaksa

      5. Hukum dalam arti ketentuan penguasa adalah prangkat praturan-praturan tertulis yang di buat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.
      Hukum dalam arti sikap tindak adalah hukum sebagai prilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur.
      Hukum dalam arti sikap tindak adalah Yaitu hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional.
      6. Nilai dasar hukum menurut gustav rudbruch yaitu:
      1. Keadilan
      2. Kepastian
      3. Kemanfaatan
      Hubungan dengan keabsahan berlakunya hukum adalah:
      a. Berlaku secara yuridis(juridische gelding)yaitu apabila penentuannya didasarkan pada kaidah lebih tinggi tingkatan nya.
      b. Berlaku secara sosiologis (sosiologische gelding)yaitu apabila praturan hukum tersebut dapat di paksakan berlakunya oleh penguasa walaupun tidak diterima oleh masyarakat.
      c. Berlakunya secara filosofis(filosofische)yaitu bahwa hukum tersebut sesuai dengan cita cita hukum sebagai nilai positif yang tinggi yaitu keadilan kebenaran.
      7. Tujuan hukum adalah menghendaki adanya keseimbangan kepentingan,ketertiban,keadilan, ketentraman, kebahagiaan ,damai sejahtera setiap manusia dan agar setiap kepentingan baik secara individual atau kelompok tidak dapat diganggu orang atau kelompok lain, serta terciptanya kebenaran dan keadilan.
      8. Hukum sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat adalah hukum sebagai petunjuk bertingkah laku untuk itu masyrakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum sehingga fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyakat dapat direalisir.
      Contoh: rambu rambu lalu lintas.
      9. Maksud Hukum itu adalah himpunan petunjuk hidup (perintah atau larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat dan jika dilanggar dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah dari masyarakat itu.
      10. 1. Sumber Hukum dalam arti materil, yaitu: suatu keyakinan/ perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum. Sumber Hukum material meliputi:
      -faktoridiil
      -kemasyrakatan
      2. Sedangkan sumber hukum dalam arti Formal, yaitu: bentuk atau kenyataan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku. Jadi karena bentuknya itulah yang menyebabkan hukum berlakuumum,diketahui,danditaati.
      Sumber hukum formil meliputi:
      1)Undang-undang
      2)Kebiasaanatau
      3)Yurisprudensi
      4)Traktat
      5) Doktrin
      Perbedaan sumber hukum formal dalam bentuk uu dengan kebiasaan adalah
      1. Undang-undang di Indonesia menjadi dasar hukum negara Indonesia. Undang-undang di Indonesia berfungsi sebagai pedoman yang mengatur kehidupan bersama seluruh rakyat Indonesia dalam rangka meujudkan tujuan hidup bernegara.
      2. Kebiasaan atau “custom”:yaitu Perbuatan tertentu yang dilakukan berulang-ulang tersebut pada gilirannya dapat diterima sebagai kebiasaan tertentu sehingga apabila terdapat perbuatan yang bertentangan dengan kebiasaan tersebut dapat dianggap pelanggaran hukum dan dikenakan sanksi.

    2. jawaban.1.ilmu hukum Adalah ilmu yang mempelajari makna tata hukum, sedangkan pengantar ilmu hukum merupakan dasar lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian pengertian dasar tentang sensi sendi utama ilmu hukum. 2. ilmu kaidah yaitu menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah,tentang pengertian yaitu pengertian pokok dalam hukum,tentang kenyataan menyoroti hukum sebagai perilaku sikap tindak hukum itu sendiri. 3. Apabila tidak ada hukum, tindak tindak aturan yang mengikat bukan dikatakan hukum, hukum itu mncegah terjadinya pelanggaran hukum.contoh hukum kesopana, hukum adat, dan hukum Agama 4.ilmu hukum, ilmu yang mempunyai ojek hukum menelaah hukum yang ada di suatu negara sebagai suatu fenomena kehidupan manusia di mana pun ada Negara,ciri sifat hukum hukum ada, hukum di laksanakan.5.hukum tindak penguasa,terdapat pada negara yang menganut sisitem Monarki, perkataan Raja adalah hukum mutlak,sikap tindak hukum hanya memberi sanksi kepada yang melanggar dari ketentuan kitab undang undang hukum.6.menurut Gustav Radbruch, makna obyektif,hukum positif,drogmatik hukum,saling berkaitan dengan kaabsahan hukum hukum harus objektif ,hukum bersifat positif ,hukum bersifat drogmatik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.7.Tujuan hukum diindonesia,membentuk masyarakat ,warga negara yang taat kepada hukum,sudah dilaksanakan hal kajian hukum di indonesia,namun saat ini belum maksimal praktek dilapangan,kurangnya kesadaran masyarakat tentang kesadaran hukum.8.hukum mentertipkan masyarakat, menimbulkan sesadaran akan hukum itu sendiri,dengan hukum maka hidup orang teratur sehingga terciptalah kedamaiyan.9.timbulnya kesadaran diri tentang hukum, masyarakat harus tau makna hukum bagi kehidupan berbangsa ,jika tidak ada hukum yang mengikat Masyarakat(orang) mka terjadilah ketidak pahaman akan hukum itu sendiri,hukum sangat penting bagi kedidupan bernegara dan berbangsa,timbulkan kesadaran hukum.contih: tertip berlalu lintas,10.sumber dalam arti materril adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum,setiap peraturan tertulis yang dikeluarkan pejabat berwenang berisi aturan tingkah laku yang mengikat,sedangkan formil adalah keputusan tertulis sebagai hasil kerjasama antar pemegang kekuasaan exsekutif dan legislatif yang berisi aturan tingkal laku yang bersifat mengikat,sumbernya undang undang,peraturan perundang undangan, menyangkut organ pembentuk dan isinya.

    3. 1. Pengetahuan yang khusus mengajarkan perihal hukum dan selak beluk yang berlaku didalamnya. Peraturan yang berlaku disatu masyarakat, mengatur tata tertib masyarakat merupakan rangkaian kaidah peraturan peraturan tata aturan baik tertulis maupun tidak tertulis sedangkan ilmu pengantar mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum
      2. Kaidah yang menempatkan hukum sebagai pedoman yang mengatur kehidupan dalam bermasyarakat,ilmu tentang pengertian ialah pengertian pokok hukum yang mempelajari dan menganalisis pengertian dasar hukum,asas hukum dan sistem hukum,ilmu tentang kenyataan/sisiologi atau menyatakan hukum yang mempelajari dan menganalisis hukum dan kenyataan “des sein”
      3, hukum diperlakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan oleh karenanya hukum bersifat memikat dan memaksa, peraturan masyarakat dalam norma agama, sosial, hukum, ekonomi dan budaya
      4. Hukum adalah keseluruhan norma oleh penguasa masyarakat yang berwenang menetapkan hukum cirinya peraturan yg mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat dan peraturan itu bersifat sedangkan sifatnya mengatur dan memaksa
      5 hukum dalam arti penguasa adalah perangkat peraturan tertulis melalui pemerintah melalui badan badan yang berwenang sedangkan hukum dalam arti sikap tindak sebagai prilaku yang aje atas sikap tindak yang teratur, hukum menjadi budaya
      6. Yaitu keadilan, kepastian, dan Ke manfaatkan kekuatan mengikatnya yang khususus dan merupakan kriterium bagi benarnya suatu kaidah hukum
      7. Bahwa hukum itu mengabdi pada tujuan negara yaitu mendatangkan kemakmuran dan kebahagian para rakyat
      8. Hukum sebagai petunjuk bertingkah laku untuk itu masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan sebagai alat ketertiban masyarakat contohnya : kasus tanah
      9. Yaitu karna sebagian orang akan merasakan dan sebagian orang memang sadar bahwa peraturan itu harus ditetapkan sebagai hukum
      10.peraturan materil menerangkan perbuatan apa yang dapat d hukum serta hukuman apa yang dapat d jatuhkan
      Hukum formil menunjukan cara mempertahankan peraturan itu
      – sebagai asas hukum
      -sumber terjadinya hukum
      -sumber dari mana kita dapat mengenal hukum
      UU (formal)keputusan pemerintah merupakan UU karna cara pembuatannya

    4. 1. a. ilmu hukum adalah ilmu yang mempelajari makna obyektif dan mencakup segala hal yang berhubungan dengan hukum serta yang berlaku disuatu negara atau masyarakat tujuannya untuk memahami dasar pengambilan keputusan. ilmu hukum juga mempelajari tentang semua seluk beluk mengenai hukum.
      b. pengantar ilmu hukum adalah untuk mempelajari ilmu hukum yang merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut mengenai sendi-sendi utama ilmu hukum

      2. ilmu hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan.
      a. ilmu tentang kaidah yaitu menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah dengan dogmatic hukum dan sistematik hukum. kaidah-kaidah sebagai pedoman perrilaku manusia, oleh karena manusia mempunyai hasrat untuk hidup pantas dan teratur. Akan tetapi pandangan-pandangan mengenai kehidupan yang pantas dan teratur tidak selalu sama. Oleh karena itu diperlukan pedoman atau patokan, agar kehidupan bersama manusia tidak menjadi tidak pantas dan tidak teratur. Pedoman atau patokan tersebut adalah kaidah-kaidah yang menjadi pengarah hidup pribadi dan hidup antar pribadi.
      b. ilmu tentang pengertian yaitu pengertian pokok seperti sumber hukum,hak dan kewajiban, peristiwa hukum, hubungan hukum dan subyek hukum.
      c. Ilmu tentang kenyataan yaitu menyeroti hukum sebagai perilakuan sikap tindak, sosiologi hukum, antropologi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum dan sejarah hukum.

      3. Manusia dan hukum adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. terdapat adagium yang terkenal yang berbunyi: “ Ubi societes ibi ius ” (di mana
      ada masyarakat di situ ada hukum). Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat, maka selalu akan dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai “semen perekat” atas berbagai komponen pembentuk dari masyarakat itu, dan yang berfungsi sebagai “semen perekat” tersebut adalah hukum. Manusia, disamping bersifat sebagai makhluk individu, juga berhakekat dasar sebagai makhluk sosial, mengingat manusia tidak dilahirkan dalam keadaaan yang sama (baik fisik, psikologis, hingga lingkungan geografis, sosiologis, maupun ekonomis) sehingga dari perbedaan itulah muncul inter dependensi yang mendorong manusia untuk berhubungan dengan sesamanya. Berdasar dari usaha pewujudan hakekat sosialnya, manusia membentuk hubungan sosio-ekonomis di antara sesamanya, yakni hubungan di antara manusia atas landasan motif eksistensial yaitu usaha pemenuhan kebutuhan hidupnya (baik fisik maupun psikis).

      4. hukum adalah sekumpulan peraturan-peraturan yang berisi tentang perintah dan larangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang, yang bersifat umum, mengikat serta diberlakukan dan harus ditaati kemudian diikuti oleh masyarakat itu sendiri sehingga jika peraturan itu di langgar maka akan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.
      a. ciri-ciri hukum
      -mengatur tentang segala tingkahlaku manusia dalam pergaulan masyarakat
      -peraturan yang diberlakukan atau diadakan oleh badan resmi yang berwenang
      -sanksi jika terdapat pelanggaran yang dilakukan
      -perintah/larangan itu bersifat memaksa atau mengikat semua orang
      b. sifat hukum
      -hukum itu bersifat memaksa
      -harus di patuhi/ dilaksanakan
      -mengikat

      5. perbedaan antara hukum dalam arti ketentuan penguasa dan hukum dengan hukum dalam arti sikap tindak
      a. hukum dalam arti ketentuan penguasa adalah perangkat peraturan-peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melaluli badan-badan yang berwenang contoh nya UU.
      b. . hukum dalam arti sikap tindak adalah hukum diartikan sebagai prilaku yang ajeg attau sikap tindak yang teratur. hukum nini tidak tampak seperti daloam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan hidup dengan prilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional.

      6..tiga nilai dasar hukum menurut gustav radbruch yaitu:
      a. keadilan
      b. kegunaan/kemanfaatan
      c. kepastian hukum
      sekalipun ketiganya merupakan nilai dasar dari huku7m, namun diantara nya terdapat suatu ketegangan satu sama lain. hubungan atau keadaan yang demikian itu bisa dimengerti. oleh karena itu diantara ketiganya nilai-nilai dasar hukum tersebut masing-masing mempunyai tuntunan yang berbeda satu sama lain sehingga ketiganya mempunyai potensi untuk saling bertentangan.
      * keabsahan berlakunya hukum ada tiga yaitu
      a. berlaku secara yuridis yaiotu apabila penentuannya didasarkan pada kaidah lebih tinggi tingkatannya atau bila berbentuk menurut cara yang telah ditetapkan.
      b. berlakunya secara sosiologis yaitu apabila peraturan hukum tersebut dapat dipaksakan oleh penguasa walaupun tiddak diterima oleh warga masyarakat (teori keuasaan) atau hukum itu berlaku karena diterimadan diakui oleh masyarakat (teori pengakuan)
      c. berlakunnya secara filosofis yaitu bahwa hukum tersebut sesuai dengan cita-cita hukum sebagai nilai positif yang tinggi yaitu keadilan dan kebenaran.
      * nilai nilai dasar hukum
      -keadilan, kegunaan, kepastian hukum
      * keabsahan berlakunya hukum
      -filsafat, sosiologis, yuridis
      dapat dilihat bahwa apabila suatu hukum telah memenuhi ketiga nilai tersebut maka keabsahannya dapat diuji, misalnya memenuhi nilai keadilan berarti telah dapat diterima secara ideal dab filosofi. begitu juga apabila suatu hukum telah memenuhi nilai kegunaannya, maka keabsahannya dapat diuji dengan diterimanya hukum itu secara sosiologis dan apabila hukum itu memenuhi nilai kepastian maka keabsahannyapun dapat diuji dengan adanya hukum itu berlaku secara yuridis.

      7. a. teori etis mengajarkan bahwa hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan.
      = jika dibandingkan dengan diindonesia hukum itu tidak selalu adil karena misalkan saja hukuman bagi seorang koruptor dengan hukuman bagi seseorang yang mencuri sandal atau pisang justru hukumannya lebih berat dibandingkan dengan koruptor sedangkan koruptor yang harusnya dihukum 9 tahun bisa lebih ringan dari yang seharusnya padahal sudah jelas bahwa koruptor itu mengambil milyaran uang rakyat.
      b.teori utilitas bertujuan untuk menjamin kebahagian.
      =bila dibandingkan dengan keadaan diindonesia sebagian masyarakat nya masih banyak yang belum merasakan kebahagiaan karena untuk tingkat keamanan diindonesia masih rentan dimana banyak nya pembunuhan dan penculikan terjadi.
      c. teori campuran tujuan pokok dan utama dari hukum adalah ketertiban.
      =diindonesia tingkat kesadaran masyarakat untuk tertib adalah masalah utama karena tidak adanya keperdulian terhadap diri sendiri dan orang lain dimana banyak nya pengendara motor yang suka melawan arah kemudian banyak yang tidak menggunakan helm justru dianggap biasa padahal membahayakan dirinya dan orang lain.
      d. teori normatif – dogmatif tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum.
      = kepastian hukum diindonesia masih sangat abu-abu dan tidak jelas. Di Indonesia hukum sudah menjadi suatu permainan elite politik karena mereka bisa membuat aturan-aturan sesuai dengan kepentingan mereka sendiri. Bahkan sudah bukan rahasia lagi hukum itu bisa saja dikendalikan dengan uang. Contoh nya pada kasus Angelina sondakh meskipun sudah ditahan oleh kpk dan resmi menjadi penghuni rutan kpk masih bisa menerima gajinya sebagai anggota DPR, namun sebaliknya bagi rakyat kecil hukum sangat gagah penegakannya. Mencuri sandal, pisang, buah coklat dan barang yang semacamnya hukum cepat dan tegas penegakannya.
      e. teoti peace ( damai sejahtera) dalam keadaan damai sejahtera terdapat kelimpahan, yang kuat tidak menindas yang lemah, yang berhak benar-benar mendapat haknya dan adanya perlindungan bagi rakyat.
      =diindonesia untuk tingkat kesejahteraan penduduk nya masih rendah, bahwa jumlah penduduk miskin masih tinggi. Ditambah lagi banyak nya pengangguran, serta masalah kesenjangan sosial dan ekonomi yang tidak merata, dan masih banyak penduduk Indonesia yang tidak memiliki tempat tinggal bahkan ada yang tidur dibawah kolong jembatan.

      8. menurut saya hukum yang berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat sangat penting karena jika hukum tidak dijadikan sebagai alat ketertiban dan keteraturan maka bisa menyebabkan masyarakat bertingkah laku yang sewenang-wenang dan tidak mengindahkan aturan-aturan yang dibuat dan bahkan bisa melanggar aturan tersebut sehingga menyebabkan ketidak teraturan.
      Contoh : saat orang-orang ingin menonton konser pasti sudah tau apa yang harus dilakukan, pertama maka ia harus mengantri untuk membeli tiket lalu saat dipintu masuk orang-orang harus mengantri lagi kemudian saat konser sudah selesai masing-masing orang meninggalkan arena konser melalui pintu yang telah disediakan. Demikian tertibnya penonton karena segala ketentuan telah dimengerti oleh penonton.

      9. maksudnya adalah jika peraturan itu tidak dirasakan sebagai hukum orang akan sewenang-wenang dalam bertindak, melakukan segala sesuatu sesuai keinginan mereka. Oleh karena itu hukum berperan penting dalam sebuah peraturan. Hukum itu diartikan sebagai alat penting dalam kehidupan. Peraturan-peraturan didalamnya sangat penting untuk mmembedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan keamanan, ketentraman, keadilan, ketertiban dan sebagai bentuk perlindungan dan kedamaian.

      10. a. sumber dalam arti materil adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum. Ditinjau dari berbagai sudut, misalnya sudut ekonomi, sejarah, sosiologi, filsafat agama, dan lainnya.
      b. sumber hukum formil atau formal adalah sumber hukum dengan bentuk tertentu yang merupakan dasar berlakunya hukum secara formal. jadi, sumber hukum formal merupakan dasar kekuaatan mengikatnya peraturan-peraturan agar ditaati oleh masyarakat maupun oleh penegak hukum.

      * sumber-sumber hukum formil.
      a. undang-undang
      b. kebiasaan (custom)
      c. yurisprudensi (keputusan-keputusan hakim)
      d. traktat (treaty)
      e. perjanjian (overeenkomst)
      f. pendapat sarjana hukum ( doktrin )

      *membedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan
      a. dalam bentuk UU
      undang-undang adalah setiap keputusan pemerintah yang merupakan UU,karena cara pembuatannya. UU dibuat oleh pemerintah bersama-sama dengan parlemen.
      b.dalam bentuk kebiasaan
      kebiasaan akan menjadi hukum kebiasaan karena kebiasaan tersebut dirumuskan hakim dalam putusannya.

    5. Nama : Nolis alkholifah
      Nim : 3011510110023

      Jawaban:

      1. a. ilmu hukum adalah ilmu yang mempelajari makna obyektif dan mencakup segala hal yang berhubungan dengan hukum serta yang berlaku disuatu negara atau masyarakat tujuannya untuk memahami dasar pengambilan keputusan. ilmu hukum juga mempelajari tentang semua seluk beluk mengenai hukum.
      b. pengantar ilmu hukum adalah untuk mempelajari ilmu hukum yang merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut mengenai sendi-sendi utama ilmu hukum

      2. ilmu hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan.
      a. ilmu tentang kaidah yaitu menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah dengan dogmatic hukum dan sistematik hukum. kaidah-kaidah sebagai pedoman perrilaku manusia, oleh karena manusia mempunyai hasrat untuk hidup pantas dan teratur. Akan tetapi pandangan-pandangan mengenai kehidupan yang pantas dan teratur tidak selalu sama. Oleh karena itu diperlukan pedoman atau patokan, agar kehidupan bersama manusia tidak menjadi tidak pantas dan tidak teratur. Pedoman atau patokan tersebut adalah kaidah-kaidah yang menjadi pengarah hidup pribadi dan hidup antar pribadi.
      b. ilmu tentang pengertian yaitu pengertian pokok seperti sumber hukum,hak dan kewajiban, peristiwa hukum, hubungan hukum dan subyek hukum.
      c. Ilmu tentang kenyataan yaitu menyeroti hukum sebagai perilakuan sikap tindak, sosiologi hukum, antropologi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum dan sejarah hukum.

      3. Manusia dan hukum adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. terdapat adagium yang terkenal yang berbunyi: “ Ubi societes ibi ius ” (di mana
      ada masyarakat di situ ada hukum). Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat, maka selalu akan dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai “semen perekat” atas berbagai komponen pembentuk dari masyarakat itu, dan yang berfungsi sebagai “semen perekat” tersebut adalah hukum. Manusia, disamping bersifat sebagai makhluk individu, juga berhakekat dasar sebagai makhluk sosial, mengingat manusia tidak dilahirkan dalam keadaaan yang sama (baik fisik, psikologis, hingga lingkungan geografis, sosiologis, maupun ekonomis) sehingga dari perbedaan itulah muncul inter dependensi yang mendorong manusia untuk berhubungan dengan sesamanya. Berdasar dari usaha pewujudan hakekat sosialnya, manusia membentuk hubungan sosio-ekonomis di antara sesamanya, yakni hubungan di antara manusia atas landasan motif eksistensial yaitu usaha pemenuhan kebutuhan hidupnya (baik fisik maupun psikis).

      4. hukum adalah sekumpulan peraturan-peraturan yang berisi tentang perintah dan larangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang, yang bersifat umum, mengikat serta diberlakukan dan harus ditaati kemudian diikuti oleh masyarakat itu sendiri sehingga jika peraturan itu di langgar maka akan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.
      a. ciri-ciri hukum
      -mengatur tentang segala tingkahlaku manusia dalam pergaulan masyarakat
      -peraturan yang diberlakukan atau diadakan oleh badan resmi yang berwenang
      -sanksi jika terdapat pelanggaran yang dilakukan
      -perintah/larangan itu bersifat memaksa atau mengikat semua orang
      b. sifat hukum
      -hukum itu bersifat memaksa
      -harus di patuhi/ dilaksanakan
      -mengikat

      5. perbedaan antara hukum dalam arti ketentuan penguasa dan hukum dengan hukum dalam arti sikap tindak
      a. hukum dalam arti ketentuan penguasa adalah perangkat peraturan-peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melaluli badan-badan yang berwenang contoh nya UU.
      b. . hukum dalam arti sikap tindak adalah hukum diartikan sebagai prilaku yang ajeg attau sikap tindak yang teratur. hukum nini tidak tampak seperti daloam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan hidup dengan prilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional.

      6..tiga nilai dasar hukum menurut gustav radbruch yaitu:
      a. keadilan
      b. kegunaan/kemanfaatan
      c. kepastian hukum
      sekalipun ketiganya merupakan nilai dasar dari huku7m, namun diantara nya terdapat suatu ketegangan satu sama lain. hubungan atau keadaan yang demikian itu bisa dimengerti. oleh karena itu diantara ketiganya nilai-nilai dasar hukum tersebut masing-masing mempunyai tuntunan yang berbeda satu sama lain sehingga ketiganya mempunyai potensi untuk saling bertentangan.
      * keabsahan berlakunya hukum ada tiga yaitu
      a. berlaku secara yuridis yaiotu apabila penentuannya didasarkan pada kaidah lebih tinggi tingkatannya atau bila berbentuk menurut cara yang telah ditetapkan.
      b. berlakunya secara sosiologis yaitu apabila peraturan hukum tersebut dapat dipaksakan oleh penguasa walaupun tiddak diterima oleh warga masyarakat (teori keuasaan) atau hukum itu berlaku karena diterimadan diakui oleh masyarakat (teori pengakuan)
      c. berlakunnya secara filosofis yaitu bahwa hukum tersebut sesuai dengan cita-cita hukum sebagai nilai positif yang tinggi yaitu keadilan dan kebenaran.
      * nilai nilai dasar hukum
      -keadilan, kegunaan, kepastian hukum
      * keabsahan berlakunya hukum
      -filsafat, sosiologis, yuridis
      dapat dilihat bahwa apabila suatu hukum telah memenuhi ketiga nilai tersebut maka keabsahannya dapat diuji, misalnya memenuhi nilai keadilan berarti telah dapat diterima secara ideal dab filosofi. begitu juga apabila suatu hukum telah memenuhi nilai kegunaannya, maka keabsahannya dapat diuji dengan diterimanya hukum itu secara sosiologis dan apabila hukum itu memenuhi nilai kepastian maka keabsahannyapun dapat diuji dengan adanya hukum itu berlaku secara yuridis.

      7. a. teori etis mengajarkan bahwa hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan.
      = jika dibandingkan dengan diindonesia hukum itu tidak selalu adil karena misalkan saja hukuman bagi seorang koruptor dengan hukuman bagi seseorang yang mencuri sandal atau pisang justru hukumannya lebih berat dibandingkan dengan koruptor sedangkan koruptor yang harusnya dihukum 9 tahun bisa lebih ringan dari yang seharusnya padahal sudah jelas bahwa koruptor itu mengambil milyaran uang rakyat.
      b.teori utilitas bertujuan untuk menjamin kebahagian.
      =bila dibandingkan dengan keadaan diindonesia sebagian masyarakat nya masih banyak yang belum merasakan kebahagiaan karena untuk tingkat keamanan diindonesia masih rentan dimana banyak nya pembunuhan dan penculikan terjadi.
      c. teori campuran tujuan pokok dan utama dari hukum adalah ketertiban.
      =diindonesia tingkat kesadaran masyarakat untuk tertib adalah masalah utama karena tidak adanya keperdulian terhadap diri sendiri dan orang lain dimana banyak nya pengendara motor yang suka melawan arah kemudian banyak yang tidak menggunakan helm justru dianggap biasa padahal membahayakan dirinya dan orang lain.
      d. teori normatif – dogmatif tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum.
      = kepastian hukum diindonesia masih sangat abu-abu dan tidak jelas. Di Indonesia hukum sudah menjadi suatu permainan elite politik karena mereka bisa membuat aturan-aturan sesuai dengan kepentingan mereka sendiri. Bahkan sudah bukan rahasia lagi hukum itu bisa saja dikendalikan dengan uang. Contoh nya pada kasus Angelina sondakh meskipun sudah ditahan oleh kpk dan resmi menjadi penghuni rutan kpk masih bisa menerima gajinya sebagai anggota DPR, namun sebaliknya bagi rakyat kecil hukum sangat gagah penegakannya. Mencuri sandal, pisang, buah coklat dan barang yang semacamnya hukum cepat dan tegas penegakannya.
      e. teoti peace ( damai sejahtera) dalam keadaan damai sejahtera terdapat kelimpahan, yang kuat tidak menindas yang lemah, yang berhak benar-benar mendapat haknya dan adanya perlindungan bagi rakyat.
      =diindonesia untuk tingkat kesejahteraan penduduk nya masih rendah, bahwa jumlah penduduk miskin masih tinggi. Ditambah lagi banyak nya pengangguran, serta masalah kesenjangan sosial dan ekonomi yang tidak merata, dan masih banyak penduduk Indonesia yang tidak memiliki tempat tinggal bahkan ada yang tidur dibawah kolong jembatan.

      8. menurut saya hukum yang berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat sangat penting karena jika hukum tidak dijadikan sebagai alat ketertiban dan keteraturan maka bisa menyebabkan masyarakat bertingkah laku yang sewenang-wenang dan tidak mengindahkan aturan-aturan yang dibuat dan bahkan bisa melanggar aturan tersebut sehingga menyebabkan ketidak teraturan.
      Contoh : saat orang-orang ingin menonton konser pasti sudah tau apa yang harus dilakukan, pertama maka ia harus mengantri untuk membeli tiket lalu saat dipintu masuk orang-orang harus mengantri lagi kemudian saat konser sudah selesai masing-masing orang meninggalkan arena konser melalui pintu yang telah disediakan. Demikian tertibnya penonton karena segala ketentuan telah dimengerti oleh penonton.

      9. maksudnya adalah jika peraturan itu tidak dirasakan sebagai hukum orang akan sewenang-wenang dalam bertindak, melakukan segala sesuatu sesuai keinginan mereka. Oleh karena itu hukum berperan penting dalam sebuah peraturan. Hukum itu diartikan sebagai alat penting dalam kehidupan. Peraturan-peraturan didalamnya sangat penting untuk mmembedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan keamanan, ketentraman, keadilan, ketertiban dan sebagai bentuk perlindungan dan kedamaian.

      10. a. sumber dalam arti materil adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum. Ditinjau dari berbagai sudut, misalnya sudut ekonomi, sejarah, sosiologi, filsafat agama, dan lainnya.
      b. sumber hukum formil atau formal adalah sumber hukum dengan bentuk tertentu yang merupakan dasar berlakunya hukum secara formal. jadi, sumber hukum formal merupakan dasar kekuaatan mengikatnya peraturan-peraturan agar ditaati oleh masyarakat maupun oleh penegak hukum.

      * sumber-sumber hukum formil.
      a. undang-undang
      b. kebiasaan (custom)
      c. yurisprudensi (keputusan-keputusan hakim)
      d. traktat (treaty)
      e. perjanjian (overeenkomst)
      f. pendapat sarjana hukum ( doktrin )

      *membedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan
      a. dalam bentuk UU
      undang-undang adalah setiap keputusan pemerintah yang merupakan UU,karena cara pembuatannya. UU dibuat oleh pemerintah bersama-sama dengan parlemen.
      b.dalam bentuk kebiasaan
      kebiasaan akan menjadi hukum kebiasaan karena kebiasaan tersebut dirumuskan hakim dalam putusannya. kebiasaan merupakan perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama.

    6. Nama : Fitriani
      NIM : 301151010014

      1. Pengertian Ilmu Hukum dan Pengantar Ilmu Hukum
      a. Pengertian Ilmu Hukum
      Ilmu Hukum adalah Ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah Hukum, yang membicarakan segala hal yang berhubungan dengan Hukum yaitu mempelajari seluk beluk mengenai Hukum misalnya asal mula, wujud, asas-asas, sistem, macam pembagian, dan sumber-sumber perkembangan Hukum.
      b. Pengertian Pengantar Ilmu Hukum
      pengantar Ilmu Hukum adalah dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi Hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar dan semua yang berkaitan dengan hukum. PIH sangat penting di pelajari di awal untuk mempermudah kita belajar lebih lanjut tentang hukum.

      2. Ilmu Hukum meliputi 3 hal yaitu :
      a. Ilmu tentang Kaidah
      Ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah / sistem kaidah. Ilmu kaidah berkaitan atau membahas tentang perumusan norma atau kaidah hukum, kaidah abstrak dan konkret, isi dan sifat kaidah hukum, esensialia kaidah hukum, tugas dan kegunaan kaidah hukum, penyimpangan terhadap kaidah hukum, dan berlakunya hukum.
      b. Ilmu tentang Pengertian
      Ilmu tentang Pengertian yaitu hanya hukum yang mendefinisikan pengertian-pengertian yang berhubungan dengan hukum dan membahas tentang masyarakat hukum, subyek hukum, Objek hukum, serta membahas hak dan kewajiban.
      c. Ilmu tentang Kenyataan
      Ilmu tentang Kenyataan yaitu menyoroti Hukum sebagai perilaku / sikap tindak dan membahas tentang sejarah Hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum dan Antropologi hukum.

      3. Manusia adalah makhluk sosial dimana setiap manusia pada dasarnya selalu ingin beraktifitas, bergaul dan berkumpul dengan manusia lainnya. oleh karena itu manusia memiliki ambisi, tujuan dan kepentingan masing-masing atau berbeda, dan tidak menutup kemungkinan hal ini akan menimbulkan kericuhan. Maka diperlukan lah hukum, karena hukum sangat penting untuk mengatur masyarakat agar terciptanya keselamatan, kedamaian, keadilan dan kemakmuran Masyarakat. hukum ada semenjak masyarakat ada. jadi dapat disimpulkan bahwa dimana ada masyarakat , disitu ada hukum ( ubi societes ibi ius).

      4. Hukum adalah peraturan-peraturan hidup manusia yang berisikan perintah, larangan dan perizinan untuk berbuat atau pun tidak berbuat sesuatu yang bermaksud untuk mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat.
      ciri-ciri hukum yaitu adanya perintah dan larangan, larangan dan perintah harus di patuhi, adanya sanksi hukum.
      sifat-sifat hukum yaitu mengikat, memaksa dan sebagai pelengkap.

      5. Perbedaan antara Hukum dalam arti ketentuan penguasa dan Hukum dalam arti sikap tindak
      Hukum dalam arti ketentuan Perangkat peratutan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang. contohnya Undang-undang sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak merupakan hukum bekerja mengatur sikap tindak warga masyarakat sedemikian rupa sehingga hukum terlihat sebgai sikap tindak yang tampak dalam pergaulan sehari-hari, dan bisa juga di sebut suatu kebiasaan.

      6. Nilai-nilai dasar Hukum ada 3, yaitu :
      1. Keadilan
      2. Kegunaan /kemanfaatan
      3. Kepastian Hukum
      ketika suatu hukum telah memenuhi ketiga nilai tersebut, maka keabsahannya dapat di uji. misalnya memenuhi nilai keadilan berarti telah dapat diterima secara ideal dan filosofi. begitu juga dengan suatu hukum telah memenuhi nilai kegunaan, maka keabsahannya dapat diuji dengan diterimanya hukum itu secara sosiologis dan apabila hukum itu memenuhi nilai kepastian maka keabsahannya pun dapat diuji dengan adanya hukum itu berlaku secara yuridis.

      7. . a. teori etis
      b. teori utilitas
      c. teori campuran
      d. teori normatif
      e. teoti peace ( damai sejahtera)
      Dari 5 Teori tujuan hukum, menurut saya jika dihubungkan dengan kondisi di Indonesia sekarang yang tepat adalah Teori Etis bagian Keadilan Distributif yaitu memberikan kepada setiap orang jatah menurut jasanya. Keadilan yang tidak menuntut supaya orang mendapat bagian yang sama banyaknya, melainkan kesebandingan berdasarkan prestasi dan jasa seseorang. Contoh Hakim yang memberi putusan antara yang sama-sama maling ayam namun berbeda hukuman, karena yang 1 maling di siang hari dan yang 1 nya lagi di malam hari.

      8. Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat.
      Hukum bisa dikatakan pedoman hidup masyarakat dalam beraktifitas, karena dengan hukum lah masyarakat bisa tertib dan teratur. hukum berisikan perintah dan larangan yang jika dilanggar akan mendapat sanksi, sehingga masyarakat akan berfikir untuk melanggar hukum dan akan mematuhinya.
      contohnya di Lampu Lalu Laintas ada yang mengatur, sehingga masyarakat tertib dalam mengendarai kendaraan, jika tidak ada perintah untuk berhenti dan berjalan maka akan saling bertabrakan.

      9. Masyarakat menyaadari bahwa peraturan lah yang membuat masyarakat tertib dan teratur, oleh karena itu masyarakat merasa peraturan-peraturan itu sebagai hukum. untuk itu masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan nya yaitu dengan mematuhi perintah dan larangan yang bermaksud untuk menertibkan masyarakat.

      10. Sumber Hukum Material dan Sumber Hukum Formil
      a. Sumber Hukum Material adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum dan bertujuan untuk mengetahui dimana hukum itu dapat ditemukan.
      b. Sumber Hukum Formil adalah adalah sumber hukum dengan bentuk tertentu uang merupakan dasar berlakunya hukum secara formal dan merupakan dasar kekuatan mengikatnya peraturan-peraturan masyarakat agar ditaati oleh masyarakat maupun penegak hukum.
      Sumber-sumber Hukum Formil :
      a. Undang-undang
      b. Kebiasaan
      c. Yurisprudensi
      d. Traktat (treaty)
      e. Perjanjian (overeenkomst)
      f. Pendapat Sarjana Hukum
      Sumber Formal dalam bentuk UU adalah setiap keputusan Pemerintah yang merupakan UU, karena cara pembuatannya sedangkan sumber hukum formal dalam bentuk Kebiasaan adalah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama serta diterima oleh masyarakat maka timbullah suatu kebiasaan hukum atau di pandang sebagai hukum.

    7. Nama : Fitriani
      NIM : 301151010014

      1. Pengertian Ilmu Hukum dan Pengantar Ilmu Hukum
      a. Pengertian Ilmu Hukum
      Ilmu Hukum adalah Ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah Hukum, yang membicarakan segala hal yang berhubungan dengan Hukum yaitu mempelajari seluk beluk mengenai Hukum misalnya asal mula, wujud, asas-asas, sistem, macam pembagian, dan sumber-sumber perkembangan Hukum.
      b. Pengertian Pengantar Ilmu Hukum
      pengantar Ilmu Hukum adalah dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi Hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar dan semua yang berkaitan dengan hukum. PIH sangat penting di pelajari di awal untuk mempermudah kita belajar lebih lanjut tentang hukum.

      2. Ilmu Hukum meliputi 3 hal yaitu :
      a. Ilmu tentang Kaidah
      Ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah / sistem kaidah. Ilmu kaidah berkaitan atau membahas tentang perumusan norma atau kaidah hukum, kaidah abstrak dan konkret, isi dan sifat kaidah hukum, esensialia kaidah hukum, tugas dan kegunaan kaidah hukum, penyimpangan terhadap kaidah hukum, dan berlakunya hukum.
      b. Ilmu tentang Pengertian
      Ilmu tentang Pengertian yaitu hanya hukum yang mendefinisikan pengertian-pengertian yang berhubungan dengan hukum dan membahas tentang masyarakat hukum, subyek hukum, Objek hukum, serta membahas hak dan kewajiban.
      c. Ilmu tentang Kenyataan
      Ilmu tentang Kenyataan yaitu menyoroti Hukum sebagai perilaku / sikap tindak dan membahas tentang sejarah Hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum dan Antropologi hukum.

      3. Manusia adalah makhluk sosial dimana setiap manusia pada dasarnya selalu ingin beraktifitas, bergaul dan berkumpul dengan manusia lainnya. oleh karena itu manusia memiliki ambisi, tujuan dan kepentingan masing-masing atau berbeda, dan tidak menutup kemungkinan hal ini akan menimbulkan kericuhan. Maka diperlukan lah hukum, karena hukum sangat penting untuk mengatur masyarakat agar terciptanya keselamatan, kedamaian, keadilan dan kemakmuran Masyarakat. hukum ada semenjak masyarakat ada. jadi dapat disimpulkan bahwa dimana ada masyarakat , disitu ada hukum ( ubi societes ibi ius).

      4. Hukum adalah peraturan-peraturan hidup manusia yang berisikan perintah, larangan dan perizinan untuk berbuat atau pun tidak berbuat sesuatu yang bermaksud untuk mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat.
      ciri-ciri hukum yaitu adanya perintah dan larangan, larangan dan perintah harus di patuhi, adanya sanksi hukum.
      sifat-sifat hukum yaitu mengikat, memaksa dan sebagai pelengkap.

      5. Perbedaan antara Hukum dalam arti ketentuan penguasa dan Hukum dalam arti sikap tindak
      Hukum dalam arti ketentuan Perangkat peratutan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang. contohnya Undang-undang sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak merupakan hukum bekerja mengatur sikap tindak warga masyarakat sedemikian rupa sehingga hukum terlihat sebgai sikap tindak yang tampak dalam pergaulan sehari-hari, dan bisa juga di sebut suatu kebiasaan.

      6. Nilai-nilai dasar Hukum ada 3, yaitu :
      1. Keadilan
      2. Kegunaan /kemanfaatan
      3. Kepastian Hukum
      ketika suatu hukum telah memenuhi ketiga nilai tersebut, maka keabsahannya dapat di uji. misalnya memenuhi nilai keadilan berarti telah dapat diterima secara ideal dan filosofi. begitu juga dengan suatu hukum telah memenuhi nilai kegunaan, maka keabsahannya dapat diuji dengan diterimanya hukum itu secara sosiologis dan apabila hukum itu memenuhi nilai kepastian maka keabsahannya pun dapat diuji dengan adanya hukum itu berlaku secara yuridis.

      7. Dari 5 Teori tujuan hukum, menurut saya jika dihubungkan dengan kondisi di Indonesia sekarang yang tepat adalah Teori Etis bagian Keadilan Distributif yaitu memberikan kepada setiap orang jatah menurut jasanya. Keadilan yang tidak menuntut supaya orang mendapat bagian yang sama banyaknya, melainkan kesebandingan berdasarkan prestasi dan jasa seseorang. Contoh Hakim yang memberi putusan antara yang sama-sama maling ayam namun berbeda hukuman, karena yang 1 maling di siang hari dan yang 1 nya lagi di malam hari.

      8. Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat.
      Hukum bisa dikatakan pedoman hidup masyarakat dalam beraktifitas, karena dengan hukum lah masyarakat bisa tertib dan teratur. hukum berisikan perintah dan larangan yang jika dilanggar akan mendapat sanksi, sehingga masyarakat akan berfikir untuk melanggar hukum dan akan mematuhinya.
      contohnya di Lampu Lalu Laintas ada yang mengatur, sehingga masyarakat tertib dalam mengendarai kendaraan, jika tidak ada perintah untuk berhenti dan berjalan maka akan saling bertabrakan.

      9. Masyarakat menyaadari bahwa peraturan lah yang membuat masyarakat tertib dan teratur, oleh karena itu masyarakat merasa peraturan-peraturan itu sebagai hukum. untuk itu masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan nya yaitu dengan mematuhi perintah dan larangan yang bermaksud untuk menertibkan masyarakat.

      10. Sumber Hukum Material dan Sumber Hukum Formil
      a. Sumber Hukum Material adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum dan bertujuan untuk mengetahui dimana hukum itu dapat ditemukan.
      b. Sumber Hukum Formil adalah adalah sumber hukum dengan bentuk tertentu uang merupakan dasar berlakunya hukum secara formal dan merupakan dasar kekuatan mengikatnya peraturan-peraturan masyarakat agar ditaati oleh masyarakat maupun penegak hukum.
      Sumber-sumber Hukum Formil :
      a. Undang-undang
      b. Kebiasaan
      c. Yurisprudensi
      d. Traktat (treaty)
      e. Perjanjian (overeenkomst)
      f. Pendapat Sarjana Hukum
      Sumber Formal dalam bentuk UU adalah setiap keputusan Pemerintah yang merupakan UU, karena cara pembuatannya sedangkan sumber hukum formal dalam bentuk Kebiasaan adalah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama serta diterima oleh masyarakat maka timbullah suatu kebiasaan hukum atau di pandang sebagai hukum.

    8. Nama : febby nadya efendy
      Nim : 301151010038

      Jawaban :
      1. ilmu hukum dalam bahasa inggris adalah jurisprudence atau the science of law atau legal science dalam bahasa prancis du droit (pranci). dijelaskan pengertian ilmu hukum menurut pendapat ilmu hukum adalah bidang studi yang menelaah hukum yang berlaku sebagai suatu besaran.
      -pengantar ilmu hukum (pih) kerap kali oleh ndunia studi hukum dinamakan ancyclopaedia hukum yaitu mata kuliah dasar yang merupakan pengantar ( introduction atau inleiding) dalam mempelajari ilmu hukum.

      2. purnadi purbacaraka dan soeryono soekanto menyebut ilmu hukum mencakup :
      a. ilmu tentang kaidah, menelaah hukum sebagai kaidah atau sistematik
      b. ilmu pengertian, pokok seperti subjek hukum hak dan kewajiban, peristiwa hukum, hubungan hukum, dan subjek hukum
      c. ilmu tentang kenyataan, menyoroti hukum sebagai prilakku sikap tindak, sosiologi hukum, antropologi hukum, psikolog hukum, perbandingan hukum dan sejarah hukum.

      3. karena dengan adanya hukum masyarakat akan hudup aman, tentram, damai, adil, dan makmur.
      dari asumsi diatas dapat disimpulkan bahwa dimana ada masyarakat disitu ada hukum.
      a. kaidah kepercayaan atau agama.
      kaidah ini bertujuan untuk mencapai suatu tujuan yang beriman (purnadi purwacaraka 1974). misalnya : ”dan jangan lah kamu mendekati zinah, sesungguhnya zinah adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang bodoh”. (qs. al-ishra : 32)
      b. kaidah kesusilaan ini bertujuan agar manusia hidup berakhlak atau mempunyai hati nurani misalnya: hormatilah orang tuamu agar kau selamat di akhirat ”jangan engaku membunuh sesamamu”

      4. hukum adalah keseluruhan norma oleh penguasa masyarakat yang berwenang menetapkan hukum, dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan dan tujuan untuk mengatakan bagi sebagian atau seluruh tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut.
      -ciri ciri hukum :
      a. peraturan mengenai tingkah lakku manusia dalam pergaulan masyarakat
      b. peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib
      c. peraturan itu bersifat memaksa
      d. sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas
      e. berisi perintah dan atau larangan
      f. perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
      -sifat hukum adalah :
      a. mengatur, hukum memuat peraturan berupa perintah dan melarang yang mengatur tingkah lakku manusia dalam hidup masyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat
      b. memaksa, hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya, apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas

      5. a. hukum dalam arti ketentuan penguasa, diartikan sebagai perangkat peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang contoh nya uu, pp
      b. hukum dalam arti petugas, dibayang kan dalam wujud petugas yang berseragam dan bisa bertindak terhadap orang yang melakukan tindakan yang membahayakan masyarakat contohnya polisi, jaksa dan hakim dengan toganya

      6. menurut gustav rabdurucj ada 3 nilai dasar hukum yaitu: keadilan ,kepastian , dan kemanfaatan. berdasarkan anggapan tersebut di atas maka hukum tidak dapat kita tekan kan pada suatu bilai tertentu saja,tetapi harus berisikan nernagai nilai , misalnya kita tidak dapat menilai sah nya suatu hukum dalam sudut peraturan nya ,tetapi juga harus memperhatikan ,bilai yg ada .
      radbruch mengatakan bahwa hukum itu harus memenuhi berbagai karya di senut sebagai nilai dasar dari hukum. nilai dasar hukum tersenut adalah : keadilan,kegunaan dan kepastian hukum, sekalipun ketiga tiga nya itu merupakan nilai dasar dari hukum,namun di antara mereka terdapat suatu spabbungverhaltnis (ketegangan) ,oleh karna di antara ketiga nilai masing-masing mempunyai tuntunan yg berada satu sama lainnya,sehingga ketiga mempunyai potensi untuk saling bertentangan

      7.tujuan hukum:
      *mendatangkan kemakmuran masyarakat mempunyai tujuan
      *mengatur pergaulan hidup manusia secara damai
      *memnerikan petunjuk bagi orang-orang dalam pergaulan masyarakat
      *menjamin kebahagian sebanyak-banyaknya pada semua orang
      *sebagai sarana untuk mewujudkan ke adilan sosial lahir dan batin
      *sebagai sarana penggerakan pembangunan
      * sebagai fungsi krisis.
      pendapat saya hukum di indonesia belum berjalan sesuai tujuan hukum di indonesia masih nerjalan setengah-setengah

      8.seperti yg dikemukakan dalam melaksanakan peranan pentingnya dagi masyarakat .dengan banyaknya peranan hukum yg tak terhingga banyak nya itu, maka hukum mempunyai fungsi: “menertibkan dan mengatur pergaulan dalam masyarakat serta menyelesaikan masalah-masalah yg timbul”
      dalam perkembangan masyarakat fungsi hukum dapat terdiri dari ; senagai alat pengatur tatatertib hubungan masyarakat hukum sebagai norma merupakan petunjuk untuk kehidupan.manusi dalam masyarakat,hukum menunjukkan mana ytg baik dan mana yg tidak.sebgai sarana untuk mewujudkan keaddilan sosial lahir dan batin hukum dengan sifat dan watak nyan yg tantara lain memiliki daya mememikat baik fisik maupun psikologis.nisa penjatuhan hukuman nyata dan takut berbuat yg merupakan kekangan.senagai sarana penggerak pemnangunan daya memikat dan memaksa dari hukum dapat digunakan atau di daya gunakan untuk menggerakkan pemnbangunan.disini hukum dijadikan alat untuk membawa masyarakat ke adrah yg lebih maju.senagai fungsi kritis,dewasa ini nerkembang suatu pandangan bahwa hukum mempunyai fungsi kritis,dewasa ini nerkembang suatu pandangan bahwa hukum mempunyai fungsi kritis ,yaitu daya kerja hukum tidak sematamata melakukann pengawasan pada aparatur pemerintah (petugas)dan aparatur penegak hukum termaksud d dalam nya.

      9.maksudnya adlah himpunana petunjuk hidup yg mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat dan seharus nya di ttaati oleh anggota masyarakat yg bersangkutan,oleh karna nya pelanggaran terhadap petunjuk hidup itu dapat menimmbulkan tindakan dari pemerinbtah masyarakat itu.

      10.a.sumnerhukum materiaL
      hukum material adalah segala kaidah atau aturan atau norma yg terjadi patokan atau sumber manusia untuk bersikap,bertindak.sumner hukum materi adalah tempat dari mana materi itu di ambil.menurut sudipno mertopusum , “senberhokummateril merupakan fajktor yg membantu pembentukan hukum,misal nya hubungan sosial,hubungan kekuatan politik,situasi social ekonomi,teradisi (pandangan keagamaan,kesusilaan ).hasil penelitian ilmiah (kriminologi,lalulintas) perkembangan internasional,keadaan biografis,dll” .
      b.hukum formal merupakan penerapan dari hukum material,sehingga hukum formal dapat berjalan dan ditaati oleh semua objek hukum .
      sumber hukum formil tersebut di jelaskan secara sederhahana sebagai berikut;
      *undangf-undang
      sebagai suatu peraturan negara yg mempunyai kekeuatan hukum yg mengikat ,diadakan dan dipelihara oleh negara.
      contohnya;
      undang-undang nomor8 tahun 1999 tentang pelindungan konsumen.
      *kebiasaan (konfensii)
      adalah semua tindakan atau peraturan yg ditaati karena adanya keyakinan bahwa tindakan atau peraturan itu berlaku sebagai hukum dan dilaksanakan berulang-ulang.
      terdapat kata kunci disini ” keyakinan ” dan dilaksanakan “berulang-ulang” jadi tidak semnarang kebiasaan dapat menjadi sumberhukum formil keyakinan di sini memiliki dua arti ,yaitu ;
      keyakinan dalam arti materil ; adalah tindakan atau peraturan tersebut memuat hukum yg baik.
      keyakinan dalam arti formil ; adalah tindakan atau peraturan tersebut harus di ikuti dengan taat dan baik tanpa peduli apa pun isinya .
      *yurisfrudenci hal ini adalah karena hakim juga berperab\n sebagai;
      1.pembentuk uud
      2.perundang-undang
      *traktat
      adalah perjanjian antara dua negara atau lebih atau atanegara.
      *doktrin
      nisa saja berasal dari buku-buku atau karya para hakim tersebut
      nesa nya sum,nerhukum formal dalam nentuk UU dengan yg bisa adalah tertulis dan tidak tertulis

  1. Nama : AZAR YANDI
    Nim :
    Studi : Ilmu Hukum/I

    JAWABAN EVALUASI PIH 20015/2016

    1. # Ilmu Hukum Adalah : ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum dan
    ilmu
    yang mempelajari seluk-beluk mengenai hukum, yang berfungsi memberikan
    pengertian-pengertian dasar secara garis besar maupun mendalam tentang
    hukum.
    #Pengantar Ilmu Hukum Adalah : merupakan ilmu dasar dalam mempelajari
    hukum,
    yang meliputi pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar, tentang sendi-sendi .
    utama ilmu hukum.

    2. * Tentang kaidah maksudnya : Hukum diperlukan sebagai pengatur tingkah laku
    manusia dalam pergaulan hidup karena dalam hidup manusia perlunya
    perlindungan hukum.
    * Tentang pengertian maksudnya : adalah ilmu yang berusaha menelaah hukum
    mencakup dan membicarakan segala yang berhubungan dengan hukum.
    * Tentang Kenyataan Maksudnya : adalah pada kenyataannya hukum untuk
    mengatur hidup manusia dan kepentingan 1 sama lain yang hidup bermasyarakat.

    3. Dengan Hukum masyarakat akan hidup aman, tentram, damai, adil dan makmur.
    Karena manusia adalah mahluk sosial bergaul 1 sama lain dan hidup bermasyarakat
    mempunyai kepentingan 1 dengan yang lain, disinilah hukum diperlukan untuk
    mengatur kepentingan manusia sehingga dapat mengetahui mana yang hk dan
    kewajiban.

    4. Hukum adalah keseluruhan norma oleh penguasa masyarakat yang berwenang
    menetapkan hukum dinyatakan dan dianggap sebagai peraturan-peraturan,
    tujuannya untuk mengikat bagi sebagian atau seluruh tata yang dikehendaki oleh
    penguasa tersebut.
    * Ciri-cirinya 1. berisi perintah atau larangan
    2. perintah dan larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    3. diadakn oleh badan-badan resmi
    * Sifatnya : Mengatur dan memaksa

    5. # Hukum dalam arti penguasa adalah aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah
    melalui badan-badan berwenang (DPR, MPR, dll)
    # Hukum dalam arti tindakan adalah sikap atau prilakuyang teratur yang hidup
    bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan wajar
    serta rasional ataupun hukum kebiasaan.

    6. 1. Keadilan
    2. Kemanpaatan/ Kegunaan
    3. Kepastian hukum
    keadilan merupakan tujuan hukum jadi nilai keadilan yang paling sentral dan
    dominan
    dalam penegakan hukum, jika terjadi ketegangan antara nilai-nilai tersebut prioritas
    utama dalah keadilan.

    7. dari 5 teori tujuan hukum dengan kondisi negara indonesia saat ini ” belum
    sepenuhnya memenuhi tujuan hukum” dari kesimpulan yang dikehendaki hukum
    kepentingan setiap orang atau individu tidak terganggu oleh kelompok atau orang
    yang menonjolkan kepentingan masing-masing.
    Contohnya : Dampak KARHUTLA di Indonesia oleh Pengusaha/Perusahaan-
    perusahaan besar, Asapnya telah menggangu aktifitas dan kesehatan
    orang banyak.

    8. Jadi hukum berfungsi sebagai pengatur agar tidak terjadi kekacauan akibat
    pelanggaran hukum.
    Contohnya : 1. UU lalu lintas tentang lampu rambu-rambu LALIN, mengatur
    persimpangan.
    2.Penetapan UU TIPIKOR di indonesia.

    9. Maksudnya : dalam peraturan-peraturan itu ada himpunan petunjuk hidup yang
    mengatur tata tertib masyarakat yang seharusnya ditaati, kalau tidak
    ditaati dapa menimbulkan tindakan dari pemerintah masyarakat itu
    sendiri, sehingga penting ada yang mengatur dan yang diatur.

    10. # Sumber hukum materil yaitu faktor yang turut serta serta menentukan isi
    hukum.
    dilihat dari sudut sejarah, agama, filsafat dan sosiologi.
    # Sumber hukum Formil yaitu sumber hukum dengan bentuk tertentu merupakan
    dasar kekuatan mengingat peraturan-peraturan agar ditaati masyarakat dan
    pengikut-pengikut hukum.
    * Sumber Hukum Formil :
    – Undang-Undang – Traktat
    – Kebiasaan – Perjanjian
    – Keputusan-Keputusan hakim – Doktrin
    Perbedaan Hukum formal dalam bentuk UU dan kebiasaan Yaitu :
    * Undang-undang adalah suatu peraturan negara yang mempunyai kekuatan
    hukum yang mengikat diadakan dan dipelihara oleh penguasa negara.
    * Kebiasaan Yaitu perbuatan manusia yang oleh pergaulan hidup dipandang
    sebagai hukum tindakan yang berawal dengan kebiasaan.

  2. ilmu yang berusaha menelaah hukum. Ilmu pengetahuan yang objeknya ilmu itu sendiri, sehingga Dengan demikian maka ilmu hukum akan mempelajari semua seluk beluk mengenai hukum, misalnya mengenai asal mula, wujud, asas-asas, sistem, macam pembagian, sumber-sumber, perkembangan, fungsi dan kedudukan hukum di dalam masyarakat. Sedangkan pengantar ilmu hukum mata kuliah dasar yang merupakan pengantar (introduction atau inleiding) dalam mempelajari ilmu hukum.

  3. NAMA : FARADILLA MARSELINA SANDY
    NIM : 301151010013
    SEMESTER : I (SATU)

    1.Jawab : Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum. Ilmu hukum mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. Ilmu hukum objeknya hukum itu sendiri. Demikian luasnya masalah yang dicakup oleh ilmu ini, sehingga sempat memancing pendapat orang untuk mengatakan bahwa “batas-batasnya tidak bisa ditentukan” Sedangkan Pengantar Ilmu Hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum. Dapat pula dikatakan bahwa PIH merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar tentang sendi-sendi utama ilmu hukum.

    2. Jawab : Ilmu tentang kaidah atau “normwissenschaft” atau “sollenwissenschaft”, yaitu ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum.
    – Ilmu pengertian, yakni ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam dalam hukum seperti misalnya subyek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum, hubungan hukum dan obyek hukum.
    – Ilmu tentang kenyataan atau Taatsachenwissenschaft atau Seinwissenschaft yang menyoroti hukum sebagai perikelakuan sikap tindak, yang antara lain mencakup sosiologi hukum, antropologi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum dan sejarah hukum.
    Dari uraian di atas dapat dikatakan, bahwa ilmu hukum adalah suatu pengetahuan yang obyeknya adalah hukum dan yang khusus mengajarkan perihal hukum dalam segala bentuk dan manifestasinya. Ilmu hukum sebagai ilmu kaidah, ilmu hukum sebagai ilmu pengertian dan ilmu hukum sebagai ilmu kenyataan.

    3. Jawab : Untuk membatasi dan mengatur kaidah yang ada dalam masyarakat. Yang pada dasarnya mempunyai sifat memaksa. Seperti pernyataan tersebut yang maknanya “Dimana Ada Masyarakat Disitu Ada Hukum”
    Yang fungsinya sebagai alat pengatur keteriban sehingga masyarakat tidak seenaknya melakukan kekacauan

    4. Jawab : Hukum adalah keseluruhan norma oleh penguasa masyarakat yang berwenang menetapkan hukum, dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan, dengan tujuan untuk mengadakan suatu mengikat bagi sebagian atau seluruh tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut.
    Ciri hukum
    1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
    2. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib
    3. Peraturan itu bersifat memaksa
    4. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas
    5. Berisi perintah dan atau larangan
    6. Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    Sifat Hukum
    • Mengatur : hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat
    • Memaksa : hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas

    5. Jawab : Hukum dalam arti ketentuan penguasa Disini hukum adalah perangkat-peraturan peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang Sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak Yaitu hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional. Dalam hal ini sering disebut hukum sebagai suatu kebiasaan (hukum kebiasaan)

    6. Jawab : Mengenai keadilan:
    -Hukum sebagai pengemban nilai keadilan, nilai keadilan juga menjadi dasar dari hukum sebagai hukum.
    – Keadilan memiliki sifat normatif sekaligus konstitutif bagi hukum.
    – Keadilan menjadi landasan moral hukum dan sekaligus tolok ukur sistem hukum positif.
    – Kepada keadilan-lah hukum positif berpangkal.
    – Sedangkan konstitutif, karena keadilan harus menjadi unsur mutlak bagi hukum sebagai hukum. Tanpa keadilan, sebuah aturan tidak pantas menjadi hukum.
    Kepastian:
    – Di dalam kepastian hukum yang terpenting adalah peraturan itu sendiri sesuai dengan apa yang dirumuskan

    Kemanfaatan:
    – Dapat memberi manfaat atau berdaya guna (utility) bagi masyarakat.

    7.Jawab :
    1. Teori etis (etische theorie)
    2. Teori utilitas (utiliteis theorie)
    3. Teori campuran
    4. Teori normatif-dogmatif,
    5. Teori Peace (damai sejahtera)
    Menurut saya kelima teori diatas dengan kondisi indonesia saat ini belum berjalan sesuai dengan tujuannya karena Proses penegakan hukum di Indonesia belum relevan dengan keadilan yang dicita-citakan oleh masyarakat. Hal ini karena penegakan hukum itu sendiri masih tebang-pilih dalam pelaksanaannya

    8. Jawab : Hukum sebagai petunjuk untuk masyarakat dan masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum contohnya orang yang belum mengetahui hukum berlalu lintas, sebagai penegak hukum wajib memberitahu kepada orang banyak (mensosialisasikan) hukum yang tengah berlaku dalam masyarakat, sehingga tidak ada lagi pelangaran yang dilakukan oleh masyarakat dan masyarakatpun dapat menjalankan/menaati hukum tersebut.

    9. Jawab : Maksudnya adalah bahwa orang akan merasa dilindungi atau merasa aman akan adanya hukum, jika melakukan pelanggaran hukum akan mendapatkan sangsi, sehingga masyarakat benar – benar berkepentingan akan berlakunya kepentingan hukum

    10. Jawab : sumber hukum dalam arti Formal, yaitu: bentuk atau kenyataan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku. Jadi karena bentuknya itulah yang menyebabkan hukum berlaku umum, diketahui, dan ditaati.
    Adapun yang termasuk sumber hukum dalam arti formal adalah :
    1) Undang-undang
    2) Kebiasaan atau hukum tak tertulis
    3) Yurisprudensi
    4) Traktat
    5) Doktrin

    sedangkan Sumber Hukum dalam arti material, yaitu: suatu keyakinan/ perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum. Dengan demikian keyakinan/ perasaan hukum individu (selaku anggota masyarakat) dan juga pendapat umum yang merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan hukum.

  4. 1. Ilmu hukum yaitu mencangkup dan membicarakan ssegala hal berhubungan dengan hukum
    Pengantar ilmu hukum yaitu mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum. Dasar untuk belajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengeritan dasar gambaran dasar tentang studi utama ilmu hukum.
    2. Ilmu tentang kaidah yaitu ilmu yang menelah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah dengan dogmatik hukum dan sistimatik hukum
    ilmu pengertian adalah ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti misalnya subjek hukum, hak dan kewajiban peristiwa hukum hubungan hukum dan objek hukum
    ilmu tentang kenyataan yaitu perilaku sikap tindak yang antara lain mencangkup sosiologi hukum antropologi hukum fisikologi hukum, perbandingan hukum dan sejarah hukum.
    3. Untuk menciptakan kehidupan berbangsa yang teratur, damai, tanpa korupsi dan bersahabat untuk memmbatasi dan mengatur kaidah yang ada didalam masyarakat yang pada dasarnya mempunyai sifat memaksa.
    4. Semua aturan yang harus dituruti dalam tingkah laku tindak-tindakan dalam pergaulan hidup dengan ancaman mesti mengganti kerugian jika melanggar aturan-aturan itu membahayakan diri sendiri atau harta. Umpannya yang akan kehilangan.
    Ciri-ciri hukum :
    – Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masnyarakat
    – Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang wajib
    – Peraturan itu sifatnya memaksa
    – Berisi perintah dan atau larangan
    – Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    Sifat hukum
    – Mengatur
    – Mamaksa
    5. Hukum dalam arti ketentuan penguasa yaitu seperangkat aturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.
    Hukum dalam arti sikap tindak yaitu hukum sebagai perlaku yang ajeg atau sikap tindak teratur
    6. Keadilan,kemanfaatan hukum dan kepastian hukum
    -keadilan merupakan salah satu tujuan hukum yang paling banyak dibicarakan sepanjang perjalanan filsafat hukum
    -kemanfaatan hukum yaitu penganut aliran utilitas menganggap bahwa tujuan hukum semata-matauntuk memberi kemanfaatan atau kebahagian yang sebesar besar nya bagi sebanyak-banyak nya warga masyarakat
    -kepastian hukum yaitu kepastian hukum merupakan pertanyaan yang hanya bisa dijawab secara normatif bukan sosiologi
    7. Melindungi segenap bangsa indonesia dan untuk memajukan sejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksankan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial
    8. Karena dimana ada masyarakat disitu ada hukum. Hukum ada sejak masyarakat ada
    Contoh masyarakat merasakan bahwa ketertiban dan peraturan itu dirasakan sebagai hukum , mereka benar-benar berkepentingan ada berlakunya ketertiban dan peraturan tersebut supaya ada rasa tentram
    9. Maksud nya adalah karena hukum bertugas menjamin adanya kepastian hukum dalam pergaulan
    10. Sumber hukum materi yaitu suatu keyakinan atau perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum
    Sumber hukum formal bentuk atau kenyataaan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku
    Sumber-sumber hukum formal :
    -undang-undang”statute”
    -kebiasan atau “custom”
    -keputusan hakim”jurisprudentie”
    -Pendapat sarjana hukum atau”doktrin”
    -pp (peraturan pemerintah)
    -kepres dan inpres
    -peraturan manteri dan keputusan kepala daerah
    Sumber hukum formal dalam bentuk uu dengan kebiasaaan yaitu setiap peratura negara yang karena bentuknya disebut undang-undang atau dengan kata lain setiap keputusan atau peraturan yang dilihat dari cara pembentukannya

  5. 1. Ilmu hukum yaitu mencangkup dan membicarakan ssegala hal berhubungan dengan hukum
    Pengantar ilmu hukum yaitu mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum. Dasar untuk belajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengeritan dasar gambaran dasar tentang studi utama ilmu hukum.
    2. Ilmu tentang kaidah yaitu ilmu yang menelah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah dengan dogmatik hukum dan sistimatik hukum
    ilmu pengertian adalah ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti misalnya subjek hukum, hak dan kewajiban peristiwa hukum hubungan hukum dan objek hukum
    ilmu tentang kenyataan yaitu perilaku sikap tindak yang antara lain mencangkup sosiologi hukum antropologi hukum fisikologi hukum, perbandingan hukum dan sejarah hukum.
    3. Untuk menciptakan kehidupan berbangsa yang teratur, damai, tanpa korupsi dan bersahabat untuk memmbatasi dan mengatur kaidah yang ada didalam masyarakat yang pada dasarnya mempunyai sifat memaksa.
    4. Semua aturan yang harus dituruti dalam tingkah laku tindak-tindakan dalam pergaulan hidup dengan ancaman mesti mengganti kerugian jika melanggar aturan-aturan itu membahayakan diri sendiri atau harta. Umpannya yang akan kehilangan.
    Ciri-ciri hukum :
    – Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masnyarakat
    – Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang wajib
    – Peraturan itu sifatnya memaksa
    – Berisi perintah dan atau larangan
    – Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    Sifat hukum
    – Mengatur
    – Mamaksa
    5. Hukum dalam arti ketentuan penguasa yaitu seperangkat aturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.
    Hukum dalam arti sikap tindak yaitu hukum sebagai perlaku yang ajeg atau sikap tindak teratur
    6. Keadilan,kemanfaatan hukum dan kepastian hukum
    -keadilan merupakan salah satu tujuan hukum yang paling banyak dibicarakan sepanjang perjalanan filsafat hukum
    -kemanfaatan hukum yaitu penganut aliran utilitas menganggap bahwa tujuan hukum semata-matauntuk memberi kemanfaatan atau kebahagian yang sebesar besar nya bagi sebanyak-banyak nya warga masyarakat
    -kepastian hukum yaitu kepastian hukum merupakan pertanyaan yang hanya bisa dijawab secara normatif bukan sosiologi

    7. Melindungi segenap bangsa indonesia dan untuk memajukan sejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksankan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial
    8. Karena dimana ada masyarakat disitu ada hukum. Hukum ada sejak masyarakat ada
    Contoh masyarakat merasakan bahwa ketertiban dan peraturan itu dirasakan sebagai hukum , mereka benar-benar berkepentingan ada berlakunya ketertiban dan peraturan tersebut supaya ada rasa tentram
    9. Maksud nya adalah karena hukum bertugas menjamin adanya kepastian hukum dalam pergaulan
    10. Sumber hukum materi yaitu suatu keyakinan atau perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum
    Sumber hukum formal bentuk atau kenyataaan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku
    Sumber-sumber hukum formal :
    -undang-undang”statute”
    -kebiasan atau “custom”
    -keputusan hakim”jurisprudentie”
    -Pendapat sarjana hukum atau”doktrin”
    -pp (peraturan pemerintah)
    -kepres dan inpres
    -peraturan manteri dan keputusan kepala daerah
    Sumber hukum formal dalam bentuk uu dengan kebiasaaan yaitu setiap peratura negara yang karena bentuknya disebut undang-undang atau dengan kata lain setiap keputusan atau peraturan yang dilihat dari cara pembentukannya

  6. Nama: Didi Syaputra
    NIM: 301151010007
    Mata Kuliah: Pengantar Ilmu Hukum
    Dosen Pengampu: Tiar Ramon, SH,. MH
    Fakultas/Prodi: Hukum/Ilmu Hukum

    1. Apa yang saudara ketahui tentang ilmu hukum dan pengantar ilmu hukum?

    Jawaban:
    a. Ilmu Hukum
    Istilah ilmu hukum yang kita pergunakan adalah terjemahan dari Rechtswetenschap (Belanda), atau Rechtswissenschaft (Jerman) atau Jurisprudenz (Jerman), atau Jurisprudence (Inggris). Istilah Rechtswetenschap dan Rechtswissenschaft merujuk pada pengertian ilmu tentang hukum atau ilmu yang mempelajari hukum atau ilmu yang objek kajiannya adalah hukum. Sedangkan istilah Jurisprudenz dalam bahasa Jerman berarti ilmu hukum dalam arti yang sempit. Sementara istilah Jurisprudence (Inggris), berasal dari bahasa latin juris yang berarti hukum dan prudence yang berarti pengetahuan. Jadi jurisprudence dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang hukum.

    b. Pengantar Ilmu Hukum
    Pengantar Ilmu Hukum merupakan ilmu yang mengantarkan dan memperkenalkan sendi-sendi dasar dari hukum. Sendi-sendi dasar yang menjadi fokus kajiannya adalah: – Pengertian (serba umum); – Kerangka (serba dasar); – Asas-asasnya (serba pokok). Pengantar ilmu hukum dalam kajiannya berknsentrasi pada ilmu hukum. Namun tetap bersinggungan dengan teori dan filsafat hukum. Ruang lingkup pengantar ilmu hukum sangat luas. Oleh karena itu, pengkajian terhadap hukum dalam berbagai aspeknya perlu dilakukan pendekatan secara kompeherensif (menyeluruh), integral (menyatu) dan interdisipliner (kajian dengan menggunakan sejumlah pendekatan atau sudut pandang). Pengantar ilmu hukum sebagai cabang ilmu pengetahuan harus memperhatikan prasyarat pokok, yaitu logis (rasional), sistematis (pemaparan yang runtut) dan metodis (melalui teknik pendekatan tertentu). Sehingga dapat diuji kebenarannya. Hal ini disebabkan dalam ilmu hukum terdapat ”Ratio Scripta”, yaitu suatu penggambaran terhadap sesuatu gejala hukum melalui alur berpikir.

    2. Ilmu hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan. Coba saudara jelaskan maksudnya?

    Jawaban:
    a. Ilmu Tentang Kaidah
    Yaitu ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem-sitem kaidah. Yang khusus mengajarkan kepada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya. Misalnya perumusan, pembagian menurut macam, wujud, sifat, esensi, eksistensi, tujuan dan sebagainya. Sebagai makhluk sosial (Zoon Politicon) tentunya selalu ingin hidup berkelompok atau bermasyarakat. Keinginan itu didorong oleh kebutuhan biologis.

    Nah, di dalam kehidupan bermasyarakat tersebut manusia mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan. Untuk itu diperlukan hubungan atau kontak antara anggota masyarakat dalam rangka mencapai tujuannya dan melindungi kepentingannya.

    Sebagai pribadi manusia yang pada dasarnya dapat bebuat menurut kehendaknya secara bebas. Akan tetapi dalam kehidupan masyarakat, kebebasan tersebut dibatasi oleh ketentuan-ketentuan atau kaidah-kaidah yang mengatur tingkah laku dan sikap tindak mereka. Dengan demikian kaidah atau norma adalah ketentuan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat. Kaidah yang mengatur kehidupan manusia bermacam-macam, yaitu kaidah kesusilaan, kaidah kesopanan, kaidah agama/kepercayaan dan kaidah hukum.

    b. Ilmu Tentang Pengertian
    Yaitu imu tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti sumber hukum, objek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa dan hubungan hukum. Yang khusus mengajarkan tentang pengertian-pengertian dasar yang terdapat dalam ruang lingkup ilmu hukum. Di dalamnya terdapat subjek hukum, objek hukum, peristiwa hukum, hubungan hukum, perbuatan hukum atau bukan, dan akibat hukum, serta yang terakhir masyarakat hukum.

    c. Ilmu Tentang Kenyataan
    Yaitu kenyataan yang menyoroti hukum sebagai perikelakuan atau sikap tindak. Yang khusus mengajarkan kepada kita perihal berbagai kenyataan dalam hubungan dan segala pengaruhnya dengan hukum seperti yang diajarkan dalam antropologi hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, sejarah hukum, dan perbandingan hukum.

    3. Jelaskan secara singkat, mengapa hukum diperlukan oleh masyarakat ? (hubungkan jawaban saudara dengan ungkapan ubi societes ibi ius dan kaidah-kaidah sosial yang berlaku di masyarakat )!

    Jawaban:
    Hukum di dalam masyarakat merupakan tuntutan, mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidup manusia tanpa atau di luar masyarakat. Maka manusia, masyarakat, dan hukum merupakan pengertian yang tidak bisa dipisahkan. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat, diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar-manusia dalam bermasyarakat. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur. Akan tetapi, mempertegas lembaga-lembaga hukum mana yang melaksanakannya.

    Hukum yang baik adalah sesuai dengan hukum yang hidup (The Living Law) dalam masyarakat, yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.

    Manusia dan hukum adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan dalam ilmu hukum, terdapat ungkapan terkenal yang berbunyi: “Ubi Societes Ibi Ius (di mana ada masyarakat di situ ada hukum).” Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat. Maka akan selalu dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai “semen perekat” atas berbagai komponen pembentuk dari masyarakat itu, dan yang berfungsi sebagai “semen perekat” tersebut adalah hukum.

    Untuk mewujudkan keteraturan, maka mula-mula manusia membentuk suatu struktur tatanan (organisasi) di antara dirinya yang dikenal dengan istilah tatanan sosial (social order) yang bernama masyarakat. Guna membangun dan mempertahankan tatanan sosial masyarakat yang teratur. Maka manusia membutuhkan pranata pengatur yang terdiri dari dua hal: aturan (hukum) dan si pengatur(kekuasaan).

    Ketika Manusia sudah ada hubungan dengan hukum. Hal yang harus dilakukan manusia untuk terbebas dari jerat hukum adalah memperbaiki nilai dan moral. Karena ketika nilai dan moral sudah bagus, dorongan untuk melakukan kejahatan secara perlahan akan menghilang.

    4. Banyak pendapat para ahli tentang definisi hukum. Dari pendapat-pendapat tersebut menurut pendapat saudara apa sebenarnya hukum itu? Sebutkan ciri dan sifat hukum tersebut?

    Jawaban:
    Untuk hukum sendiri memiliki pengertian suatu sistem yang dibuat untuk membatasi tingkah laku manusia agar dapat terkontrol. Hukum adalah aspek terpenting adalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. Hukum mempunyai tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Oleh karena itu, setiap masyarakat berhak untuk mendapat pembelaan di depan hukum. Sehingga dapat diartikan bahwa hukum adalah peraturan atau ketentuan tertulis maupun tidak yang mengatur kehidupan masyarakat dan menyediakan sanksi bagi pelanggarnya. Hukum bersifat memaksa dan bisa juga dijadikan sebagai media pengubah masyarakat.

    Ciri-ciri hukum :
    1). Adanya perintah dan/atau larangan. Artinya, peraturan hukum itu mungkin berupa perintah dan mungkin pula berupa larangan, atau mungkin pula kedua-duanya.
    2). Adanya keharusan untuk menaati peraturan hukum. Kewajiban ini berlaku bagi siapa saja.

    Sifat Hukum :
    1). Mengatur. Karena hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan/atau larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat.
    2). Memaksa. Karena hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas.

    5. Bedakan antara hukum dalam arti ketentuan penguasa dengan hukum dalam arti sikap tindak ?

    Jawaban:
    a. Hukum dalam arti ketentuan penguasa
    Hukum adalah perangkat peraturan tertulis melalui pemerintah, badan-badan yang berwenang, misalnya UUD, UU, PP, Kepres dan Kepmen. Selain itu juga termasuk keputusan-keputusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum atau jurisprudensi sebagai sumber hukum tertulis.

    b. Hukum dalam arti sikap tindak
    Yaitu hukum sebagai perilaku atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili. Melainkan membudaya, hidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional. Sering juga disebut hukum sebagai suatu kebiasaan (hukum kebiasaan).

    6. Menurut Gustav Radbruch ada 3 nilai-nilai dasar hukum, sebutkan? Dan jelaskan hubungannya dengan keabsahan berlakunya hukum?

    Jawaban:
    Menurut Gustav Radbruch nilai-nilai dasar hukum ada tiga, yaitu:
    1) Keadilan.
    2) Kemanfaatan.
    3) Kepastian Hukum.

    Sekalipun ketiganya merupakan nilai dasar dari hukum. Namun, di antara mereka terdapat suatu Spannungs-Verhaltnis; suatu ketegangan satu sama lain. Oleh karena di antara ketiga nilai-nilai dasar hukum tersebut masing-masing mempunyai tuntutan yang berbeda satu sama lain. Sehingga ketiganya mempunyai potensi untuk saling bertentangan.

    Seandainya kita lebih cenderung berpegang pada nila-nilai kepastian. Maka sebagai nilai ia akan menggeser nilai-nilai keadilan dan kemanfaatan. Karena yang terpenting dari kepastian hukum adalah adanya peraturan-peraturan itu sendiri. Tentang apakah peraturan-peraturan itu telah memenuhi rasa keadilan dan mempunyai kemanfaatan bagi masyarakat berada di luar tuntutan nilai dari kepastian tersebut.

    Begitu juga jika kita lebih cenderung berpegang kepada nilai kegunaan saja. Maka sebagai nilai ia kan menggeser nilai keadilan maupun kepastian hukum. Karena yang terpenting bagi nilai kemanfaatan adalah kenyataan hukum tersebut bermanfaat bagi masyarakat.

    Demikian juga halnya. Jika kita hanya berpegang pada nilai keadilan saja. Maka sebagai nilai ia akan menggeser nilai kemanfaatan dan kepastian hukum. Karena nilai keadilan tersebut tidak terikat pada dunia kenyataan maupun kepastian hukum.

    Sebagaimana diketahui bersama bahwa tiga nilai-nilai dasar yang dikemukakan oleh Gustav Radbuch. Orientasinya adalah untuk menciptakan harmonisasi pelaksanaan hukum termasuk salah satunya adalah di Indonesia tentunya. Yang menjadi tujuan hukum adalah untuk mengayomi manusia baik secara aktif maupun secara pasif. Secara aktif dimaksudkan sebagai upaya untuk menciptakan suatu kondisi kemasyarakatan yang manusia dalam proses yang berlangsung secara wajar. Sedangkan yang dimaksud secara pasif adalah mengupayakan pencegahan atas upaya yang sewenang-wenang dan penyalahgunaan hak secara tidak adil. Usaha mewujudkan pengayoman ini termasuk di dalamnya mewujudkan ketertiban dan keteraturan, kedamaian sejati, keadilan bagi seluruh masyarakat, serta kesejahteraan seluruh rakyat.

    Namun, dalam prakteknya terkadang masyarakat tidak merasa puas. Bahkan menganggap bahwa hukum tidak membawa keadilan bagi masyarakatnya dan lebih ironisnya lagi, menganggap bahwa hukum tersebut hanyalah berpihak pada golongan tertentu yang tentunya unggul dalam berbagai aspek, seperti aspek ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Kondisi ini menunjukkan bahwa ternyata praktek hukum belum mampu memberikan kepuasaan terhadap masyarakat atau yang menjadi objek hukum itu sendiri yang memang sangat kontradiksi dengan tujuan hukum yang ideal.

    Fenomena di atas merupakan keadaan yang berseberangan antara “Das Sein” (begitu kaidahnya) dan “Das Solen” (begitu seharusnya) dalam masyarakat yang pada gilirannya akan melahirkan erosi kepercayaan terhadap penegakkan hukum.

    Hubungan nilai-nilai dasar hukum dan Keabsahan berlakunya hukum

    Keadilan ———————– ——————- Filosofos
    Kemanfaatan —————– HUKUM —————— Sosiologis
    Kepastian Hukum ———— ——————— Yuridis

    Jika suatu hukum telah memenuhi ketiga nilai tersebut. Maka keabsahannya dapat diuji. Misalnya memenuhi nilai keadilan berarti telah dapat diterima secara ideal dan filosofis. Begitu pula jika suatu hukum telah memenuhi nilai kemanfaatan. Maka keabsahannya dapat diuji denagn diterimanya hukum itu secara sosilogis. Dan jika hukum itu memenuhi nilai kepastian. Maka keabsahannya pun dapat diuji dengan berlakunya hukum secara yuridis.

    7. Ada 5 teori tujuan hukum. Bagaimana menurut pendapat saudara tentang tujuan hukum tersebut jika dihubungkan dengan kondisi negara Indonesia saat ini?

    Jawaban:
    Teori Tujuan Hukum
    1) Teori Etis
    Teori ini mengajarkan bahwa hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan. Aris Toteles Filosof Yunani menyatakan, “Hukum mempunyai tugas suci yaitu memberi kepada setiap orang yang berhak menerimanya.”
    2) Teori Utilitas
    Tujuan hukum ialah semata-mata mewujudkan faedah bagi setiap orang (Jeremy Betham).
    3) Teori Campuran
    Tujuan pokok dan pertama dari hukum adalah ketertiban. Di samping itu, tujuan lain dari hukum adalah tercapainya keadilan yang berbeda-beda isi dan ukurannya menurut masyarakat dan zamannya (Muckhtar Kusumaatmadja).
    4) Teori Normatif-Dogmatif
    Tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum. Dalam artian, melegalkan kepastian hak dan kewajiban. Agar tidak diganggu dan terjamin kepastiannya (John Austin dan Van Kan).
    5) Teori Peace (Damai Sejahtera)
    Hukum harus dapat menciptakan kedamaian dan kesejahteraan bukan sekadar ketertiban. Dalam situasi damai sejahtera, hukum melindungi kepentingan-kepentingan manusia baik secara materiil maupun immateril dari perbuatan-perbuatan yang merugikan (Peter Mahmud Marzuki).

    Indonesia adalah negara hukum yang senantiasa mengutamakan hukum sebagai landasan dalam seluruh aktivitas negara dan masyarakat. Komitmen Indonesia sebagai negara hukum pun selalu dan hanya dinyatakan secara tertulis dalam pasal 1 ayat 3 UUD 1945 hasil amandemen. Dimanapun juga, sebuah negara menginginkan negaranya memiliki penegak- penegak hukum dan hukum yang adil dan tegas dan bukan tebang pilih. Tidak ada sebuah sabotase, diskriminasi dan pengistimewaan dalam menangani setiap kasus hukum baik pidana maupun perdata. Seperti istilah di atas, “Runcing Kebawah Tumpul Keatas” itulah istilah yang tepat untuk menggambarkan kondisi penegakkan hukum di Indonesia. Apakah kita semua merasakannya? Apakah kita bisa melihat kenyataanya? Saya yakin pasti seluruh masyarakat Indonesia juga melihat kenyataanya.

    Kondisi hukum di Indonesia saat ini lebih sering menuai kritik daripada pujian. Berbagai kritik diarahkan baik yang berkaitan dengan penegakkan hukum, kesadaran hukum, kualitas hukum, ketidakjelasan berbagai hukum yang berkaitan dengan proses berlangsungya hukum dan juga lemahnya penerapan berbagai peraturan. Kritik begitu sering dilontarkan berkaitan dengan penegakan hukum di Indonesia. Kebanyakan masyarakat kita akan bicara bahwa hukum di Indonesia itu dapat dibeli, yang mempunyai jabatan, nama dan kekuasaan, yang punya uang banyak pasti aman dari gangguan hukum walau aturan negara dilanggar. Ada pengakuan di masyarakat bahwa karena hukum dapat dibeli maka aparat penegak hukum tidak dapat diharapkan untuk melakukan penegakkan hukum secara menyeluruh dan adil. Sejauh ini, hukum tidak saja dijalankan sebagai rutinitas belaka tetapi tetapi juga dipermainkan seperti barang dagangan. Hukum yang seharusnya menjadi alat pembaharuan masyarakat, telah berubah menjadi semacam mesin pembunuh karena didorong oleh perangkat hukum yang morat-marit.

    Praktek penyelewengan dalam proses penegakan hukum, seperti mafia hukum di peradilan, peradilan yang diskriminatif atau rekayasa proses peradilan merupakan realitas yang gampang ditemui dalam penegakan hukum di negeri ini. Orang biasa yang ketahuan melakukan tindak pencurian kecil, seperti anak dibawah umur saudara Hamdani yang ‘mencuri’ sandal jepit bolong milik perusahaan di mana ia bekerja di Tangerang, Nenek Minah yang mengambil tiga butir kakao di Purbalingga, serta Kholil dan Basari di Kediri yang mencuri dua biji semangka langsung ditangkap dan dihukum seberat beratnya. Sedangkan seorang pejabat negara yang melakukan korupsi uang milyaran rupiah milik negara dapat bebas berkeliaran. Berbeda halnya dengan kasus-kasus hukum dengan tersangka dan terdakwa orang-orang yang memiliki kekuasaan, jabatan dan nama. Proses hukum yang dijalankan begitu berbelit-belit dan terkesan menunda-nunda. Seakan-akan masyarakat selalu disuguhkan sandiwara dari tokoh-tokoh negara tersebut. Tidak ada keputusan yang begitu nyata. Contohnya saja kasus Gayus Tambunan, pegawai Ditjen Pajak Golongan III menjadi miliyader dadakan yang diperkirakan korupsi sebesar 28 miliar, tetapi hanya dikenai 6 tahun penjara, kasus Bank Century Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akhil Mochtar ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan. Dalam operasi itu, KPK telah menyita uang dollar Singapura senilai Rp 3 miliar yang menunjukkan penegakan hukum di bangsa Indonesia dalam kondisi awas, hampir semua kasus diatas prosesnya sampai saat ini belum mencapai keputusan yang jelas. Padahal semua kasus tersebut begitu merugikan negara dan masyarakat kita.

    Kondisi yang demikian buruk seperti itu akan sangat berpengaruh besar terhadap kesehatan dan kekuatan demokrasi Indonesia. Mental rusak para penegak hukum yang memperjualbelikan hukum sama artinya dengan mencederai keadilan. Merusak keadilan atau bertindak tidak adil tentu saja merupakan tindakan gegabah melawan kehendak rakyat. Pada kondisi tertentu, ketika keadilan terus menerus dihindari bukan tidak mungkin pertahanan dan keamanan bangsa menjadi taruhannya. Ketidakadilan akan memicu berbagai tindakan alami berupa perlawanan-perlawanan yang dapat terwujud ke dalam berbagai aksi-aksi anarkis atau kekerasan yang kontra produktif terhadap pembangunan bangsa.

    Dengan kata lain, situasi ketidakadilan atau kegagalan mewujudkan keadilan melalui hukum menjadi salah satu titik problem yang harus segera ditangani dan negara harus sudah memiliki kertas biru atau blue print untuk dapat mewujudkan seperti apa yang dicita-citakan pendiri bangsa ini . Namun mental dan moral korup yang merusak serta sikap mengabaikan atau tidak hormat terhadap sistem hukum dan tujuan hukum dari pada bangsa Indonesia yang memiliki tatanan hukum yang baik, sebagai gambaran bahwa penegakkan hukum merupakan karakter atau jati diri bangsa Indonesia sesuai apa yang terkandung dalam isi dari Pancasila dan Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 .Dengan situasi dan kondisi seperti sekarang ini norma dan kaidah yang telah bergeser kepada rasa egoisme dan individual tanpa memikirkan orang lain dan inilah nilai ketidakadilan akan meningkatkan aksi anarkisme, kekerasan yang jelas-jelas tidak sejalan dengan karakter bangsa yang penuh memiliki asas musyawarah untuk mufakat seperti yang terkadung dan tersirat dalam isi Pancasila dan 5 teori tujuan hukum pun tidak pernah menemukan titik ukur penggunaannya secara nyata.

    8. Apa pendapat saudara tentang hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat? Berikan juga contohnya!

    Jawaban:
    Hukum sebagai petunjuk bertingkah laku. Untuk itu, masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum. Sehingga fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyarakat dapat terealisasi dengan baik dan merata.

    Hukum merupakan petunjuk dalam kehidupan (levensvoorschriften). Fungsi ini memungkinkan untuk diperankan oleh hakim. Karena hukum memberikan petunjuk kepada masyarakat bagaimana mereka harus bertingkah laku. Mana yang diperbolehkan oleh hukum dan mana yang dilarang olehnya. Sehingga masing-masing anggota masyarakat tahu apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Kesemuanya ini dimungkinkan karena hukum mempunyai sifat dan watak mengatur tingkah laku manusia serta mempunyai ciri memerintah dan melarang. Begitu pula hukum dapat memaksa agar hukum itu ditaati oleh anggota masyarakat. Apabila masyarakat mau mentaati hukum serta menyadari dan melaksanakan baik perintah maupun larangan yang tercantum dalam hukum, kita yakin bahwa fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyarakat dapat direalisir.

    Sebagai contoh; Orang yang menonton pertandingan sepak bola, sama-sama mengerti apa yang harus dilakukan. Seperti beli karcis harus antri, mau masuk stadion juga harus antri. Jika pertandingan selesai para penonton keluar lewat pintu yang sudah ditentukan (exit). Kesemuanya berjalan tertib dan teratur. Karena semuanya sama-sama mengerti dan mentaati peraturan-peraturan yang telah ditentukan.

    9. Menurut Utrecht orang taat kepada hukum karena orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu dirasakan sebagai hukum. Mereka benar-benar berkepentingan akan berlakunya peraturan tersebut. Coba saudara jelaskan apa maksudnya!

    Jawaban:
    Realitas kehidupan memang tidak dapat dipungkiri. Mereka yang mulai menaati hukum hanya karena formalitas belaka atau adanya kepentingan-kepentingan khusus terhadap hukum tersebut. Kesadaran akan keberlakuan hukum masih sangat minim. Mereka hanya memandang hukum sebagai media sanksi tanpa memedulikan bahwa hukum lebih merupakan alat pengubah di masyarakat.

    10. Apa yang dimaksud dengan sumber hukum materil dan formil ? Dan sebutkan sumber-sumber hukum formil?  Serta bedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan!

    Jawaban:
    a. Sumber hukum materil adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum. Ditinjau dari berbagai sudut, misalnya sudut ekonomi, sejarah, sosiologi, filsafat, agama dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut adalah faktor idiil dan faktor kemasyarakatan.

    b. Sumber hukum formil adalah sumber hukum dengan bentuk tertentu yang merupakan dasar berlakunya hukum secara formal. Jadi, sumber hukum formil merupakan dasar kekuatan mengikatnya peraturan-peraturan agar ditaati oleh masyarakat maupun penegak hukum. Sumber-sumber hukum formil memiliki beberapa macam, di antaranya; Undang-undang, kebiasaan (Custom), Yurisprudensi (keputusan-keputusan hakim), traktat (Treaty), perjanjian (Overeenkomst) dan pendapat sarjana hukum (Doktrin).

    c. Perbedaan sumber hukum formal dalam bentuk undang-undang dan kebiasaan;
    1) Undang-undang adalah suatu peraturan negara yang mempunyai kekuatan hukum mengikat, diadakan dan dipelihara oleh penguasa negara. Menurut pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2011, Undang-undang adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPR dengan persetujuan bersama presiden. Syarat berlakunya undang-undang ialah diundangkan dalam lembaran negara (Staatsbald) oleh Menkumham. Tujuannya adalah agar setiap orang dapat mengetahui undang-undang tersebut (Fictie Recht; Setiap orang dianggap tahu akan undang-undang). Konsekuensinya adalah ketika seseorang melanggar ketentuan hukum, tidak boleh beralasan bahwa itu tidak diketahuinya. Artinya apabila suatu ketentuan perundang-undangan sudah diberlakukan (diundangkan). Maka dianggap (difiksikan) bahwa semua orang telah mengetahui dan harus mentaatinya.

    2) Kebiasaan (Custom) adalah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama. Apabila suatu kebiasaan tertentu diterima oleh masyarakat dan kebiasaan itu selalu berulang-ulang dilakukan sedemikian rupa. Sehingga tindakan yang berlawanan dengan kebiasaan dirasakan sebagai pelanggaran perasaan hukum. Mala dengan demikian timbullah suatu kebiasaan hukum, yang oleh pergaulan hidup dipandang sebagai hukum. Hukum kebiasaan terbentuk dengan syarat; – Adanya perbuatan tertentu yang dilakukan berulang-ulang di dalam masyarakat (syarat materil). – Adanya keyakinan hukum dari masyarakat yang bersangkutan (Opinio Necessitatis; Bahwa perbuatan tersebut merupakan kewajiban hukum/syarat intelelektual). – Adanya akibat hukum apabila kebiasaan tersebut dilanggar.

    Terima kasih!

  7. Nama mahasiswa yang sdh menjawab sampai tanggal 27Okt 2015 DIDI SYAPUTRA, MAWAR INDAH, JURAIDAH, FARADILLA MARSELINA SANDY, HERI GUSWANDI, YAHYA, HERWIN KURNIADI, AZR YANDI,Lihat komenbtar saya atas jawaban saudara.

    1. Nama mahasiswa yang sdh menjawab sampai tanggal 28 Okt 2015 DIDI SYAPUTRA, MAWAR INDAH, JURAIDAH, FARADILLA MARSELINA SANDY, HERI GUSWANDI, YAHYA, HERWIN KURNIADI, AZRI YANDI, Rahmat Nazri, Dini Maulida, Muhammad latif, Yusriadi, Erwandi, Habibi, Ardianto, Nova Evanti, Rizki van Basten, Al Hadid, Yuni Hastuty, Nolis AlKhalifah, Fitriani, Hendra Yani, Novita Sari, A. Fauzi, Ramli, Herman S, Sarayudi Basten, Pusyada Rosman, Ryan Basten, Shakber Sahat Simanjuntak, Lihat komentar saya atas jawaban saudara. Dari 10 soal ada 7 soal yg telah saya jadikan soal UTS/Mid. Namun saudara hanya wajib menjawab 5 soal saja sebagai pilihan. Untuk itu pelajari kembali soal-soal tsb agar saudara tidak gagal dalam ujian.

  8. 1. Ilmu hukum adalah pengetahuan yang berusaha menelaah hukum, yang mencakup dan membahas segala hal tentang hukum dengan mengetahui semua seluk beluk hukum, misalnya mengenai asal mula, wujud, asas-asas, sistem macam pembagian, sumber – sumber, perkembangan, fungsi dan kedudukan hukum yang ada didalam masyarakat.
    Sedangkan Pengertian Pengantar Ilmu Hukum Itu sendiri ialah mata kuliah dasar pengantar/ yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum mempelajari lebih lanjut tentang pengertian-pengertian dasar, gambaran, dan sendi-sendi pokok dalam ilmu hukum.

    2. Ilmu kaidah yaitu hukum sebagai kaidah atau sistem-sistem kaidah yang meliputi tentang kaidah kaidah agama, kesopanan, kesusilaan dan hukum. Yang masing-masing mempunyai arti dalam mengatur pola pikir dan tingkah laku manusia untuk berperilaku baik terhadap lingkungan sosialnya.
    Ilmu Pengertian, yaitu ilmu yang mempelajari tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti sumber hukum, objek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum dan hubungan hukum.
    Ilmu kenyataan, yaitu ilmu yang menyoroti hukum sebagai perilakuan atau sikap tindak yang nyata.

    3. Hukum diperlukan dimasyarakat, karena untuk mewujudkan keteraturan, agar kehidupan masyarakat menjadi lebih tertib yang sesuai dengan norma-norma sehingga menghasilkan ketentraman, kemakmuran serta keseimbangan didalam masyarakat itu sendiri.

    4. Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam linkungan sosial yang berisikan suatu perintah, larangan atau perizinan untuk tidak berbuat sewenang-wenang sekaligus mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat.
    Adapun Ciri-ciri Hukum tersebut, yaitu :
    1. Adanya perintah dan larangan
    2. Larangan dan perintah itu harus dipatuhi/ditaati orang
    3. Adanya sanksi hukum yang tegas
    Sedangkan Sifat-sifat hukum itu meliputi kaidah yang bersifat umum, Abstrak, Imperatif dan fakultatif.
    5. Hukum dalam arti kentetuan penguasa adalah sebagai perangkat peraturan-peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang dan resmi. Sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak ialah sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak teratur. Hukum ini juga tidak tampak seperti petugas patroli, melainkan hidup bersama dengan perilaku individu secara terbiasa, dan selalu terasa wajar serta rasional.

    6. Menurut Gustav Radbruch nilai-nilai dasar hukum ada tiga yaitu, Keadilan, Kegunaan/Kemanfaatan dan Kepastian Hukum hubungan nya dengan kabsahan berlakunya hukum ialah disini kita lihat nilai-nilai mulai dari nilai Keadilan berlakunya secara filsafat, yaitu bahwa hukum tersebut harus sesuai dengan cita-cita dibuatnya hukum tersebut hingga mewujudkan keadilan dan kebenaran, juga kegunaan yang berlakunya secara sosiologis, yaitu apabila peraturan hukum tersebut mempunyai kekuatan untuk memaksa oleh penguasa dan juga diakui karena diterima dan diakui oleh masyarakat, dan terakhir kepastian hukum yang berlakunya yuridis, yaitu apabila ketentuannya didasarkan kaidah yang lebih tinggi tingkatannya.

    7. Kondisi Hukum di Indonesia saat ini lebih sering menuai kritik daripada pujian. baik yang berkaitan dengan penegakkan hukum , kesadaran hukum , kualitas hukum, ketidakjelasan berbagai hukum dan juga lemahnya penerapan berbagai peraturan, Ketika hukum di Indonesia itu dapat dibeli, yang mempunyai jabatan, nama dan kekuasaan, yang punya uang banyak pasti aman dari gangguan hukum walau aturan negara dilanggar. dimana yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin dan tertindas, jadi disini letak dari keadilan, ketertiban masyarakat, menjamin kebahagiaan dan melindungi kepentingan-kepentingan masyarakat tidak selalu lagi bisa ditegakkan dalam pelaksanaannya melainkan hanya sebatas teori untuk mewujudkannya.

    8. Maksudnya ialah bahwa setiap orang harus menyadari adanya peraturan yang berupa perintah dan larangan dalam hukum sehingga fungsi hukum tersebut dapat direalisasi, Contoh : Orang yang menonton pertandingan sepak bola, sama-sama mengerti apa yang harus dilakukan seperti: beli karcis harus antri, mau masuk stadion juga harus antri, bila pertandingan selesai para penonton ke luar lewat pintu keluar yang sudah ditentukan. Dan semuanya berjalan tertib dan teratur, karena semuanya sama-sama mengerti dan mentaati peraturan-peraturan yang telah ditentukan.

    9. Karena beberapa orang sadar bahwa hidup memang membutuhkan ketentraman atau kedamaian bukan malah mendapatkan masalah, jadi sebagian dari mereka mereka lebih memilih untuk taat pada peraturan ketimbang melanggar yang akan berdampak pada kesengsaraan karena telah melanggarnya.

    10. Sumber hukum materil adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum, di tinjau dari berbagai sudut, misalnya sudut ekonomi, sejarah, sosiologi, filsafat, agama, dan lain-lain. Sedangkan sumber hukum formal merupakan dasar kekuatan mengikatnya peraturn-peraturan agar ditaati oleh masyarakat maupun oleh penegak hukum. Sumber sumber hukum formal terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
    1. Undang-undang
    2. Kebiasaan
    3. Yurisprudensi (keputusan-keputusan hakim)
    4. Traktat
    5. Perjanjian
    6. Pendapat sarjana hukum
    Perbedaan nya ialah Undang-undang sudah jelas suatu peraturan yang mengikat, memaksa apa bila dilanggar yang diperilahara oleh penguasa negara sedangkan Kebiasaan adalah perbuatan manusia yang dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama sehingga pada saat dilanggar terus menerus, masyarakat akan merasakan kebiasaan tersebut ialah sebagai pelanggaran perasaan hukum.

  9. Nama : HERMAN. S
    N I M : 301151010016

    JAWABAN :
    1. Ilmu hukum adalah pengetahuan mengenai masalah yang bersifat manusiawi.
    Pengetahuan tentang apa yang benar menurut harkat kemanusiaan. Sedangkan
    Pengantar ilmu hukum kerapkali oleh dunia studi hukum dinamakan Encyclopadia
    Hukum yaitu mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari
    ilmu hukum.

    2. Bahwa hukum itu tidak hanya sebagai alat untuk memberi legitimasi atau legalitas
    atas apa yang terjadi, akan tetapi hukum juga mengarahkan atau bahkan dapat
    mengubah pola yang ada dimasyarakat sesuai dengan ide atau nilai yang menjadi
    tujuan dari hukum itu. Dan disisi lain hukum merupakan upaya membedakan ideal-
    ideal tertentu dengan tetap berpijak pada karakteristik kenyataan sosial –
    masyarakatnya.

    3. karena hukum itu sesungguhnya produk otentik dari masyarakat itu sendiri yang
    merupakan kristalisasi dari naluri, perasaan, kesadaran, skap, perilaku, kebiasaan,
    adat, nilai atau budaya yang hidup dimasyarakat.

    4. Sebenarnya hukum itu Fleksibel tidak tergantung pada satu situasi dimana sese-
    orang mendapatkan suatu permasalahan, karena pada dasarnya hukum itu ada.

    Ciri – ciri Hukum :
    1. adanya perintah dan larangan
    2. larangan dan perintah itu harus dipatuhi/ditaati orang
    3. adanya sanksi hukum yang tegas

    Sifat Hukum :
    1. bersifat umum
    2. bersifat abstrak
    3. bersifat inperatif dan fakultatif

    5. Kalau hukum dalam arti ketentuan penguasa yaitu hukum yang dibuat secara
    resmi oleh Pemerintah melalui badan-badan yang berwenang, sedangkan hukum
    dalam arti suikap tindak yaitu hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak
    yang teratur.

    6. 1. Keadilan
    2. Kegunaan/kemanfaatan
    3. Kepastian hukum

    hubungannya dengan keabsahan berlakunya hukum :
    1. Keadilan berlakunya secara yuridis (juridische gelding), yaitu apabila penentuan
    nya didasarkan kaidah tinggi tingkatannya atau bila bebentuk menurut cara
    yang telah ditetapkan (Teori Hans Kelsen).
    2. Kegunaan/kemanfaatan berlakunya secara sosiologis (sosiologische gelding)
    yaitu apabila peraturan hukum tersebut dapat dipaksakan berlakunya oleh
    penguasa walaupun tidak diterima oleh masyarakat (teori kekuasaan) atau
    hukum itu berlaku karena diterima dan diakui oleh masyarakat (teori pengkuan).
    3. Kepastian hukum berlakunya secara filosofis (filosofische gelding), yaitu bahwa
    hukum tersebut sesuai dengan cita-cita hukum sebagai nilai positif yang tinggi
    keadilan dan kebenaran.

    7. Apabila ditinjau dari 5 teori tujuan hukum, maka Negara Indonesia untuk saat ini
    sudah menunjukkan apa yang sudah terkandung dalam 5 teori tujuan hukum
    tersebut.
    karena Negara Indonesia saat ini sudah mencerminkan yang namanya sikap
    keadilan, menjaminkan kebahagiaan warganya, menjamin ketertiban
    warganya, menciptakan kepastian hukum, dan menjaga kedamaian warga negara.

    8. Hukum merupakan suatu petunjuk untuk masyarakat, agar masyarakat lebih
    memahami bahwa hukum itu berfungsi sebagai alat ketertiban yang dapat terlak-
    sanakan.
    contoh ; pengendara roda dua harus mempunyai SIM dan taat terhadap rambu –
    rambu lalu lintas.

    9. Bahwa masyarakat menganggap suatu peraturan itu harus ditaati dan diterima
    supaya ada rasa ketentraman.dengan kata lain orang menganggap bahwa
    peraturan hukum itu bersifat rasional, penerimaan rasional ini sebagai akibat
    adanya sanksi hukum, agar tidak mendapatkan kesukaran-kesukaran/kesulitan
    maka orang memilih untuk taat pada peraturan hukum, karena kalau melanggar
    hukum akan mendapat sanksi hukum.

    10.Hukum materil adalah faktor yang turut menentukan isi hukum sedangkan hukum
    formil yaitu sember hukum dengan bentuk tertentu yang merupakan dasar
    berlakunya hukum secara formal.
    SUMBER HUKUM FORMIL ;
    1. UU
    2. Kebiasaan (custom)
    3. Yurisprudensi (keputusan-keputusan hakim)
    4. Traktat (treaty)
    5. Perjanjian (overeenkomst)
    6. Pendapat Sarjana Hukum (doktrin)

    Kalau sumber hukum formil dalam bentuk Undang – undang sudah diatur
    dalam suatu peraturan negara yang mempunyai kekuatan hukum yang mengikat
    sedangkan kebiasaan yaitu perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang
    dalam hal yang sama.

  10. Nama : SARAYUDI BASTIAN
    Nim : 301151010031

    1. Ilmu hukum adalah pengetahuan yang berusaha menelaah hukum, yang mencakup dan membahas segala hal tentang hukum dengan mengetahui semua seluk beluk hukum, misalnya mengenai asal mula, wujud, asas-asas, sistem macam pembagian, sumber – sumber, perkembangan, fungsi dan kedudukan hukum yang ada didalam masyarakat.
    Sedangkan Pengertian Pengantar Ilmu Hukum Itu sendiri ialah mata kuliah dasar pengantar/ yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum mempelajari lebih lanjut tentang pengertian-pengertian dasar, gambaran, dan sendi-sendi pokok dalam ilmu hukum.

    2. Ilmu kaidah yaitu hukum sebagai kaidah atau sistem-sistem kaidah yang meliputi tentang kaidah kaidah agama, kesopanan, kesusilaan dan hukum. Yang masing-masing mempunyai arti dalam mengatur pola pikir dan tingkah laku manusia untuk berperilaku baik terhadap lingkungan sosialnya.
    Ilmu Pengertian, yaitu ilmu yang mempelajari tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti sumber hukum, objek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum dan hubungan hukum.
    Ilmu kenyataan, yaitu ilmu yang menyoroti hukum sebagai perilakuan atau sikap tindak yang nyata.

    3. Hukum diperlukan dimasyarakat, karena untuk mewujudkan keteraturan, agar kehidupan masyarakat menjadi lebih tertib yang sesuai dengan norma-norma sehingga menghasilkan ketentraman, kemakmuran serta keseimbangan didalam masyarakat itu sendiri.

    4. Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam linkungan sosial yang berisikan suatu perintah, larangan atau perizinan untuk tidak berbuat sewenang-wenang sekaligus mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat.
    Adapun Ciri-ciri Hukum tersebut, yaitu :
    1. Adanya perintah dan larangan
    2. Larangan dan perintah itu harus dipatuhi/ditaati orang
    3. Adanya sanksi hukum yang tegas
    Sedangkan Sifat-sifat hukum itu meliputi kaidah yang bersifat umum, Abstrak, Imperatif dan fakultatif.

    5. Hukum dalam arti kentetuan penguasa adalah sebagai perangkat peraturan-peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang dan resmi. Sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak ialah sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak teratur. Hukum ini juga tidak tampak seperti petugas patroli, melainkan hidup bersama dengan perilaku individu secara terbiasa, dan selalu terasa wajar serta rasional.

    6. Menurut Gustav Radbruch nilai-nilai dasar hukum ada tiga yaitu, Keadilan, Kegunaan/Kemanfaatan dan Kepastian Hukum hubungan nya dengan kabsahan berlakunya hukum ialah disini kita lihat nilai-nilai mulai dari nilai Keadilan berlakunya secara filsafat, yaitu bahwa hukum tersebut harus sesuai dengan cita-cita dibuatnya hukum tersebut hingga mewujudkan keadilan dan kebenaran, juga kegunaan yang berlakunya secara sosiologis, yaitu apabila peraturan hukum tersebut mempunyai kekuatan untuk memaksa oleh penguasa dan juga diakui karena diterima dan diakui oleh masyarakat, dan terakhir kepastian hukum yang berlakunya yuridis, yaitu apabila ketentuannya didasarkan kaidah yang lebih tinggi tingkatannya.

    7. Kondisi Hukum di Indonesia saat ini lebih sering menuai kritik daripada pujian. baik yang berkaitan dengan penegakkan hukum , kesadaran hukum , kualitas hukum, ketidakjelasan berbagai hukum dan juga lemahnya penerapan berbagai peraturan, Ketika hukum di Indonesia itu dapat dibeli, yang mempunyai jabatan, nama dan kekuasaan, yang punya uang banyak pasti aman dari gangguan hukum walau aturan negara dilanggar. dimana yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin dan tertindas, jadi disini letak dari keadilan, ketertiban masyarakat, menjamin kebahagiaan dan melindungi kepentingan-kepentingan masyarakat tidak selalu lagi bisa ditegakkan dalam pelaksanaannya melainkan hanya sebatas teori untuk mewujudkannya.

    8. Maksudnya ialah bahwa setiap orang harus menyadari adanya peraturan yang berupa perintah dan larangan dalam hukum sehingga fungsi hukum tersebut dapat direalisasi, Contoh : Orang yang menonton pertandingan sepak bola, sama-sama mengerti apa yang harus dilakukan seperti: beli karcis harus antri, mau masuk stadion juga harus antri, bila pertandingan selesai para penonton ke luar lewat pintu keluar yang sudah ditentukan. Dan semuanya berjalan tertib dan teratur, karena semuanya sama-sama mengerti dan mentaati peraturan-peraturan yang telah ditentukan.

    9. Karena beberapa orang sadar bahwa hidup memang membutuhkan ketentraman atau kedamaian bukan malah mendapatkan masalah, jadi sebagian dari mereka mereka lebih memilih untuk taat pada peraturan ketimbang melanggar yang akan berdampak pada kesengsaraan karena telah melanggarnya.

    10. Sumber hukum materil adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum, di tinjau dari berbagai sudut, misalnya sudut ekonomi, sejarah, sosiologi, filsafat, agama, dan lain-lain. Sedangkan sumber hukum formal merupakan dasar kekuatan mengikatnya peraturn-peraturan agar ditaati oleh masyarakat maupun oleh penegak hukum. Sumber sumber hukum formal terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
    1. Undang-undang
    2. Kebiasaan
    3. Yurisprudensi (keputusan-keputusan hakim)
    4. Traktat
    5. Perjanjian
    6. Pendapat sarjana hukum

    Perbedaan nya ialah Undang-undang sudah jelas suatu peraturan yang mengikat, memaksa apa bila dilanggar yang diperilahara oleh penguasa negara sedangkan Kebiasaan adalah perbuatan manusia yang dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama sehingga pada saat dilanggar terus menerus, masyarakat akan merasakan kebiasaan tersebut ialah sebagai pelanggaran perasaan hukum.

  11. Nama : SHATBER SAHAT SIMANJUNTAK
    NIM : 301151010032

    1. Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum ,ilmu hukum ini mencakup dan membicarakan atau mempelajari semua seluk beluk yang berhubungan dengan hukum.
    Pengantar ilmu hukum adalah merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar ,gambaran dasa tentang sendi-sendi utama ilmu hukum.
    2. a. ilmu hukum tentang kaidah ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan pada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya. b. ilmu hukum tentang kenyataan adalah suatu cabang atau bagian dari ilmu yang khusus mengajarkan kepada kita perihal berbagai kenyataan dalam hubungan dan segala pengaruhnya dengan hukum seperti yang diajarkan dalam antropologi hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, sejarah hukum, dan perbandingan hukum.
    c. ilmu hukum tentang pengertian ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan tentang pengertian-pengertian dasar yang terdapat dalam ruang lingkup ilmu hukum. Di dalamnya terdapat sebyek hukum, obyek hukum, peristiwa hukum, hubungan hukum, perbuatan hukum atau bukan perbuatan hukum dan akibat hukum, dan yang terakhir adalah masyarakat hukum.

    3. Karena peran hukum mengatur kepentingan2 tersebut, agar kepentingaan masing-masing terlindungi,sehingga masing2 mengetahui hak dan kewajiban,dengan adanya hukum, masyarakat akan hidup aman dan tentram,damai,adil dan makmur,.”dimana ada masyarakat di disitu ada hukum(ubi societies ibi ius).,dan bahwa hukum itu sesungguhnya adalah produk otentik prilaku, kebiasaan,adat,nilai,atau budaya yang hidup di masyarakat.
    4. Hukum itu adalah menghendaki adanya keseimbangan kepentingan,ketertiban,keadilan,ketentraman,kemanfaatan,kebahagiaansetiapmanusia dan inti tujuan hukum adalah agar dapat tercipta kebenaran dan keadilan.
    Ciri2 hukum :
    1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
    2. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib
    3. Peraturan itu bersifat memaksa
    4. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas
    5. Berisi perintah dan atau larangan
    6. Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    Sifat hukum:
    1. Mengatur
    2. memaksa

    5. Hukum dalam arti ketentuan penguasa adalah prangkat praturan-praturan tertulis yang di buat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.
    Hukum dalam arti sikap tindak adalah hukum sebagai prilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur.
    Hukum dalam arti sikap tindak adalah Yaitu hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional.
    6. Nilai dasar hukum menurut gustav rudbruch yaitu:
    1. Keadilan
    2. Kepastian
    3. Kemanfaatan
    Hubungan dengan keabsahan berlakunya hukum adalah:
    a. Berlaku secara yuridis(juridische gelding)yaitu apabila penentuannya didasarkan pada kaidah lebih tinggi tingkatan nya.
    b. Berlaku secara sosiologis (sosiologische gelding)yaitu apabila praturan hukum tersebut dapat di paksakan berlakunya oleh penguasa walaupun tidak diterima oleh masyarakat.
    c. Berlakunya secara filosofis(filosofische)yaitu bahwa hukum tersebut sesuai dengan cita cita hukum sebagai nilai positif yang tinggi yaitu keadilan kebenaran.
    7. Tujuan hukum adalah menghendaki adanya keseimbangan kepentingan,ketertiban,keadilan, ketentraman, kebahagiaan ,damai sejahtera setiap manusia dan agar setiap kepentingan baik secara individual atau kelompok tidak dapat diganggu orang atau kelompok lain, serta terciptanya kebenaran dan keadilan.
    8. Hukum sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat adalah hukum sebagai petunjuk bertingkah laku untuk itu masyrakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum sehingga fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyakat dapat direalisir.
    Contoh: rambu rambu lalu lintas.
    9. Maksud Hukum itu adalah himpunan petunjuk hidup (perintah atau larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat dan jika dilanggar dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah dari masyarakat itu.
    10. 1. Sumber Hukum dalam arti materil, yaitu: suatu keyakinan/ perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum. Sumber Hukum material meliputi:
    -faktoridiil
    -kemasyrakatan
    2. Sedangkan sumber hukum dalam arti Formal, yaitu: bentuk atau kenyataan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku. Jadi karena bentuknya itulah yang menyebabkan hukum berlakuumum,diketahui,danditaati.
    Sumber hukum formil meliputi:
    1)Undang-undang
    2)Kebiasaanatau
    3)Yurisprudensi
    4)Traktat
    5) Doktrin
    Perbedaan sumber hukum formal dalam bentuk uu dengan kebiasaan adalah
    1. Undang-undang di Indonesia menjadi dasar hukum negara Indonesia. Undang-undang di Indonesia berfungsi sebagai pedoman yang mengatur kehidupan bersama seluruh rakyat Indonesia dalam rangka meujudkan tujuan hidup bernegara.
    2. Kebiasaan atau “custom”:yaitu Perbuatan tertentu yang dilakukan berulang-ulang tersebut pada gilirannya dapat diterima sebagai kebiasaan tertentu sehingga apabila terdapat perbuatan yang bertentangan dengan kebiasaan tersebut dapat dianggap pelanggaran hukum dan dikenakan sanksi.

  12. Nama : Al Hadid
    Tugas : PIH ( Pengantar Ilmu Hukum )
    Nim : 301151010001
    Semester : I ( satu )
    Fakultas : Hukum

    Jawaban :
    1. – Ilmu Hukum :
    Adalah ilmu yang mempelajari, menelaah tentang dasar-dasar, sendi-sendi pokok hukum serta perkembangan dalam masyarakat.
    – Pengantar Ilmu Hukum :
    Adalah dasar ilmu dalam mempelajari, menelaah tentang dasar-dasar, sendi-sendi pokok hukum serta perkembangan dalam masyarakat.
    2. – Ilmu Tentang Kaedah
    Ilmu pengetahuan yang mempelajari dan menelaah hukum sebagai suatu kaidah.
    – Ilmu Tentang Pengertian
    Ilmu yang mempelajari pengertian-pengertian pokok dalam hukum, tentang tingkah laku manusia ( masyarakat hukum, subjek hukum, perananan hukum, peraturan hukum, objek dan akibat hukum ).
    – Ilmu Tentang Kenyataan
    Ilmu yang mempelajari perlakuan / sikap tindak
    3. Mengapa hukum diperlukan dalam masyarakat karena untuk menjaga hak-hak dan kepentingannya serta untuk mendapatkan rasa aman dan tentram. Jika dihubungkan dengan ungkapan ubi societies ibi ius dan kaidah social masyarakat. Artinya hubungan ini timbul karena satu sama lain dari manusia itu mempunyai kepentingan, dimana kadang kala kepentingan ini berbeda-beda, hal inilah yang kadang sering menyebabkan terjadinya kesalahpahaman. Dalam hal inilah pentingnya hukum dalam masyarakat untuk menjaga kepentingannya.
    4. – Hukum :
    Adalah suatu peraturan yang dibuat oleh pemerintah, yang mengikat, memaksa yang mengandung perintah serta adanya larangan, berbentuk tertulis maupun tidak tertulis, apabila dilanggar akan di kenakan sanksi.
    – Ciri-ciri Hukum
    1) Berupa peraturan tentang prilaku manusia dalam bermasyarakat
    2) Bersifat memaksa dan mengikat
    3) Berisi perintah dan larangan yang harus dipatuhi oleh setiap orang
    5. – Hukum Dalam Arti Ketentuan Penguasa
    Adalah peraturan yang dibuat oleh pejabat yang berwenang ( pemerintah ) yang berbentuk tertulis.
    – Hukum Dalam Arti Sikap Tindak
    Hukum Ini sering di sebut sebagai suatu kebiasaan. Dalam artian hukum itu lahir dari kebiasaan masyarakat.
    6. Ada 3 Nilai dasar Hukum
    a) Nilai Keadilan
    b) Nilai Kemanfaatan/Kegunaan Hukum
    c) Nilai Kepastian Hukum
    Hubungan dengan berlakunya keabsahan hukum :
    Yaitu apabila hukum itu memiliki nilai keadilan maka kebasahannya dapat di terima secara ideal dan filosofis, apabila hukum itu memiliki nilai kegunaan maka keabsahannya dapat di uji dengan diterimanya hukum itu secara sosiologis,apabila hukum itu memenuhi nilai kepastian maka keabsahannya dapat di uji secara yuridis.
    7. Teori Tujuan Hukum :
    a) Teori Keadilan
    b) Teori Ultilitas ( Kemanfaatan )
    c) Teori Campuran
    Jika dibandingkan dengan kondisi negara Indonesia saat ini sangat jauh dari rasa keadilan, permasalahannya terdapat pada penegakan hukumnya yang masih jauh dari harapan. Hukum akan ditegakkan apabila yang terlibat adalah masyarakat yang lemah, sedangkan untuk masyarakat yang mampu hukum bisa di rekayasa. Hal ini jelas terlihat rasa ketidakadilan dan bertolak belakang dari tujuan hukum.
    8. Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan maksudnya adalah hukum yang di buat untuk mengatur dan menertibkankan prilaku manusia. Contohnya dalam kehidupan bermasyarakat kalau tidak adanya hukum di tengah-tengah masyarakat, kemungkinan akan terjadi pertentangan dan kesalahpahaman, dengan adanya hukum lah berfungsi untuk mengatur kehidupan masyarakat supaya tidak terjadi pertentangan. Seperti contohnya dalam hal lalu lintas apabila tidak di himbau dan dibuat tentang peraturan lalu lintas mungkin masyarakat akan sewenang-wenang menggunakan kendraan tanpa memakai helm dan membawa sepeda motor ugal-ugalan.
    9. Maksudnya adalah mereka merasa hukum itu memberikan rasa aman dan mereka akan hidup tentram, damai, adil dan makmur.
    10. – Sumber Hukum Materil :
    Adalah sumber hukum yang menentukan isi suatu peraturan atau kaidah hukum yang mengikat setiap orang.
    – Sumber Hukum Formil :
    Adalah sumber hukum dalam bentuk tertentu yang merupakan dasar berlakunya hukum, dasar yang kekuatannya mengikat peraturan-peraturan agar di taati oleh segenap masyarakat dan penegak hukum.
    – Sumber-sumber Hukum Formil :
    a) Undang-undang
    b) Kebiasaan
    c) Traktat
    d) Putusan Hakim
    e) Doktrin
    – Perbedaan Sumber Hukum Formal dalam bentuk UU dengan Kebiasaan :
    Adalah kalau undang-undang berbentuk tertulis yang dibuat oleh pemerintah dan berlaku bagi seluruh warga negaranya, kalau Kebiasaan berbentuk tidak tertulis dibuat oleh kalangan masyarakat tertentu saja biasa seperti lembaga adat( Hukum adat ), dan hanya berlaku dikalangan masyarakat adat tertentu saja.

  13. Nama:Ramli
    Palajaran:Pengantar Ilmu Hukum
    Dosen:Tiar Ramon, SH, MH

    1. Apa yang saudara ketahui tentang ilmu hukum dan pengantar ilmu hukum?

    Jawaban:
    1.Ilmu Hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum.Istilah ilmu hukum yang kita pergunakan iyalah terjemahan dari Rechtswetenschap (Belanda), atau Rechtswissenschaft (Jerman) atau Jurisprudenz (Jerman), atau Jurisprudence (Inggris). Istilah Rechtswetenschap dan Rechtswissenschaft merujuk pada pengertian ilmu tentang hukum atau ilmu yang mempelajari hukum atau ilmu yang objek kajiannya adalah hukum. Sedangkan istilah Jurisprudenz dalam bahasa Jerman berarti ilmu hukum dalam arti yang sempit. Sementara istilah Jurisprudence (Inggris), berasal dari bahasa latin juris yang berarti hukum dan prudence yang berarti pengetahuan. Jadi jurisprudence dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang hukum.

    2.Pengantar Ilmu Hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum. Dasar untuk belajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengeritan dasar gambaran dasar tentang studi utama ilmu hukum. Pengantar ilmu hukum sebagai cabang ilmu pengetahuan harus memperhatikan prasyarat pokok, yaitu logis (rasional), sistematis (pemaparan yang runtut) dan metodis (melalui teknik pendekatan tertentu). Sehingga dapat diuji kebenarannya. Hal ini disebabkan dalam ilmu hukum terdapat ”Ratio Scripta”, yaitu suatu penggambaran terhadap sesuatu gejala hukum melalui alur berpikir.

    2. Ilmu hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan. Coba saudara jelaskan maksudnya?

    Jawaban:
    1.Ilmu Tentang Kaidah yaitu ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum.Yang khusus mengajarkan kepada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya. Misalnya perumusan, pembagian menurut macam, wujud, sifat, esensi, eksistensi, tujuan dan sebagainya.
    2.Ilmu Pengertian adalah ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti misalnya subjek hukum, hak dan kewajiban peristiwa hukum hubungan hukum dan objek hukum.Yang khusus mengajarkan tentang pengertian-pengertian dasar yang terdapat dalam ruang lingkup ilmu hukum.
    3.Ilmu Tentang Kenyatan adlah suatu pengetahuan yang obyeknya adalah hukum dan yang khusus mengajarkan perihal hukum dalam segala bentuk dan manifestasinya. Ilmu hukum sebagai ilmu kaidah, ilmu hukum sebagai ilmu pengertian dan ilmu hukum sebagai ilmu kenyataan.

    3.Jelaskan secara singkat, mengapa hukum diperlukan oleh masyarakat ? (hubungkan jawaban saudara dengan ungkapan ubi societes ibi ius dan kaidah-kaidah sosial yang berlaku di masyarakat )!

    Jawaban:
    Untuk menciptakan kehidupan berbangsa yang teratur, damai, tanpa korupsi dan bersahabat untuk memmbatasi dan mengatur kaidah yang ada didalam masyarakat yang pada dasarnya mempunyai sifat memaksa.Hukum yang baik adalah sesuai dengan hukum yang hidup (The Living Law) dalam masyarakat, yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.

    4. Banyak pendapat para ahli tentang definisi hukum. Dari pendapat-pendapat tersebut menurut pendapat saudara apa sebenarnya hukum itu? Sebutkan ciri dan sifat hukum tersebut?

    Jawaban:
    -Hukum adalah keseluruhan norma oleh penguasa masyarakat yang berwenang menetapkan hukum, dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan, dengan tujuan untuk mengadakan suatu mengikat bagi sebagian atau seluruh tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut.
    -CIri-Ciri Hukum
    1). Adanya perintah dan/atau larangan. Artinya, peraturan hukum itu mungkin berupa perintah dan mungkin pula berupa larangan, atau mungkin pula kedua-duanya.
    2). Adanya keharusan untuk menaati peraturan hukum. Kewajiban ini berlaku bagi siapa saja.
    -Sifat Hukum
    1). Mengatur. Karena hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan/atau larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat.
    2). Memaksa. Karena hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas.

    5.Bedakan antara hukum dalam arti ketentuan penguasa dengan hukum dalam arti sikap tindak ?

    Jawaban:
    1.Hukum dalam arti ketentuan penguasa
    perangkat-peraturan peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.
    2.Hukum dalam arti sikap Tindak
    hukum sebagai perilaku atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili.

    6. Menurut Gustav Radbruch ada 3 nilai-nilai dasar hukum, sebutkan? Dan jelaskan hubungannya dengan keabsahan berlakunya hukum?

    Jawaban:
    1.Mengenai keadilan:
    -Hukum sebagai pengemban nilai keadilan, nilai keadilan juga menjadi dasar dari hukum sebagai hukum.
    – Keadilan memiliki sifat normatif sekaligus konstitutif bagi hukum.
    – Keadilan menjadi landasan moral hukum dan sekaligus tolok ukur sistem hukum positif.
    – Kepada keadilan-lah hukum positif berpangkal.
    – Sedangkan konstitutif, karena keadilan harus menjadi unsur mutlak bagi hukum sebagai hukum. Tanpa keadilan, sebuah aturan tidak pantas menjadi hukum.
    2.Kepastian:
    – Di dalam kepastian hukum yang terpenting adalah peraturan itu sendiri sesuai dengan apa yang dirumuskan
    3.Kemanfaatan:
    – Dapat memberi manfaat atau berdaya guna (utility) bagi masyarakat.

    7. Ada 5 teori tujuan hukum. Bagaimana menurut pendapat saudara tentang tujuan hukum tersebut jika dihubungkan dengan kondisi negara Indonesia saat ini?

    Jawaban:
    1. Teori etis (etische theorie)
    2. Teori utilitas (utiliteis theorie)
    3. Teori campuran
    4. Teori normatif-dogmatif,
    5. Teori Peace (damai sejahtera)
    Menurut saya kelima teori diatas dengan kondisi indonesia saat ini belum berjalan sesuai dengan tujuannya karena Proses penegakan hukum di Indonesia belum relevan dengan keadilan yang dicita-citakan oleh masyarakat. Hal ini karena penegakan hukum itu sendiri masih tebang-pilih dalam pelaksanaannya

    8. Apa pendapat saudara tentang hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat? Berikan juga contohnya!

    Jawaban:
    Hukum sebagai petunjuk untuk masyarakat dan masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum.
    contohnya orang yang belum mengetahui hukum berlalu lintas, sebagai penegak hukum wajib memberitahu kepada orang banyak (mensosialisasikan) hukum yang tengah berlaku dalam masyarakat, sehingga tidak ada lagi pelangaran yang dilakukan oleh masyarakat dan masyarakatpun dapat menjalankan/menaati hukum tersebut.

    9.Menurut Utrecht orang taat kepada hukum karena orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu dirasakan sebagai hukum. Mereka benar-benar berkepentingan akan berlakunya peraturan tersebut. Coba saudara jelaskan apa maksudnya!

    Jawaban:
    Realitas kehidupan memang tidak dapat dipungkiri. Mereka yang mulai menaati hukum hanya karena formalitas belaka atau adanya kepentingan-kepentingan khusus terhadap hukum tersebut. Kesadaran akan keberlakuan hukum masih sangat minim. Mereka hanya memandang hukum sebagai media sanksi tanpa memedulikan bahwa hukum lebih merupakan alat pengubah di masyarakat.

    10. Apa yang dimaksud dengan sumber hukum materil dan formil ? Dan sebutkan sumber-sumber hukum formil? Serta bedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan!

    Jawaban:
    1.-sumber hukum dalam arti Formal, yaitu: bentuk atau kenyataan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku. Jadi karena bentuknya itulah yang menyebabkan hukum berlaku umum, diketahui, dan ditaati.
    -Adapun yang termasuk sumber hukum dalam arti formal adalah :
    1) Undang-undang
    2) Kebiasaan atau hukum tak tertulis
    3) Yurisprudensi
    4) Traktat
    5) Doktrin

    2.Sumber Hukum dalam arti material, yaitu: suatu keyakinan/ perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum. Dengan demikian keyakinan/ perasaan hukum individu (selaku anggota masyarakat) dan juga pendapat umum yang merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan hukum.

  14. 1. Ilmu hukum adalah pengetahuan yang berusaha menelaah hukum, yang mencakup dan membahas segala hal tentang hukum dengan mengetahui semua seluk beluk hukum, misalnya mengenai asal mula, wujud, asas-asas, sistem macam pembagian, sumber – sumber, perkembangan, fungsi dan kedudukan hukum yang ada didalam masyarakat.
    Sedangkan Pengertian Pengantar Ilmu Hukum Itu sendiri ialah mata kuliah dasar pengantar/ yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum mempelajari lebih lanjut tentang pengertian-pengertian dasar, gambaran, dan sendi-sendi pokok dalam ilmu hukum.

    2. Ilmu kaidah yaitu hukum sebagai kaidah atau sistem-sistem kaidah yang meliputi tentang kaidah kaidah agama, kesopanan, kesusilaan dan hukum. Yang masing-masing mempunyai arti dalam mengatur pola pikir dan tingkah laku manusia untuk berperilaku baik terhadap lingkungan sosialnya.
    Ilmu Pengertian, yaitu ilmu yang mempelajari tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti sumber hukum, objek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum dan hubungan hukum.
    Ilmu kenyataan, yaitu ilmu yang menyoroti hukum sebagai perilakuan atau sikap tindak yang nyata.

    3. Hukum diperlukan dimasyarakat, karena untuk mewujudkan keteraturan, agar kehidupan masyarakat menjadi lebih tertib yang sesuai dengan norma-norma sehingga menghasilkan ketentraman, kemakmuran serta keseimbangan didalam masyarakat itu sendiri.

    4. Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam linkungan sosial yang berisikan suatu perintah, larangan atau perizinan untuk tidak berbuat sewenang-wenang sekaligus mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat.
    Adapun Ciri-ciri Hukum tersebut, yaitu :
    1. Adanya perintah dan larangan
    2. Larangan dan perintah itu harus dipatuhi/ditaati orang
    3. Adanya sanksi hukum yang tegas
    Sedangkan Sifat-sifat hukum itu meliputi kaidah yang bersifat umum, Abstrak, Imperatif dan fakultatif.
    5. Hukum dalam arti kentetuan penguasa adalah sebagai perangkat peraturan-peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang dan resmi. Sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak ialah sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak teratur. Hukum ini juga tidak tampak seperti petugas patroli, melainkan hidup bersama dengan perilaku individu secara terbiasa, dan selalu terasa wajar serta rasional.

    6. Menurut Gustav Radbruch nilai-nilai dasar hukum ada tiga yaitu, Keadilan, Kegunaan/Kemanfaatan dan Kepastian Hukum hubungan nya dengan kabsahan berlakunya hukum ialah disini kita lihat nilai-nilai mulai dari nilai Keadilan berlakunya secara filsafat, yaitu bahwa hukum tersebut harus sesuai dengan cita-cita dibuatnya hukum tersebut hingga mewujudkan keadilan dan kebenaran, juga kegunaan yang berlakunya secara sosiologis, yaitu apabila peraturan hukum tersebut mempunyai kekuatan untuk memaksa oleh penguasa dan juga diakui karena diterima dan diakui oleh masyarakat, dan terakhir kepastian hukum yang berlakunya yuridis, yaitu apabila ketentuannya didasarkan kaidah yang lebih tinggi tingkatannya.

    7. Kondisi Hukum di Indonesia saat ini lebih sering menuai kritik daripada pujian. baik yang berkaitan dengan penegakkan hukum , kesadaran hukum , kualitas hukum, ketidakjelasan berbagai hukum dan juga lemahnya penerapan berbagai peraturan, Ketika hukum di Indonesia itu dapat dibeli, yang mempunyai jabatan, nama dan kekuasaan, yang punya uang banyak pasti aman dari gangguan hukum walau aturan negara dilanggar. dimana yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin dan tertindas, jadi disini letak dari keadilan, ketertiban masyarakat, menjamin kebahagiaan dan melindungi kepentingan-kepentingan masyarakat tidak selalu lagi bisa ditegakkan dalam pelaksanaannya melainkan hanya sebatas teori untuk mewujudkannya.

    8. Maksudnya ialah bahwa setiap orang harus menyadari adanya peraturan yang berupa perintah dan larangan dalam hukum sehingga fungsi hukum tersebut dapat direalisasi, Contoh : Orang yang menonton pertandingan sepak bola, sama-sama mengerti apa yang harus dilakukan seperti: beli karcis harus antri, mau masuk stadion juga harus antri, bila pertandingan selesai para penonton ke luar lewat pintu keluar yang sudah ditentukan. Dan semuanya berjalan tertib dan teratur, karena semuanya sama-sama mengerti dan mentaati peraturan-peraturan yang telah ditentukan.

    9. Karena beberapa orang sadar bahwa hidup memang membutuhkan ketentraman atau kedamaian bukan malah mendapatkan masalah, jadi sebagian dari mereka mereka lebih memilih untuk taat pada peraturan ketimbang melanggar yang akan berdampak pada kesengsaraan karena telah melanggarnya.

    10. Sumber hukum materil adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum, di tinjau dari berbagai sudut, misalnya sudut ekonomi, sejarah, sosiologi, filsafat, agama, dan lain-lain. Sedangkan sumber hukum formal merupakan dasar kekuatan mengikatnya peraturn-peraturan agar ditaati oleh masyarakat maupun oleh penegak hukum. Sumber sumber hukum formal terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
    1. Undang-undang
    2. Kebiasaan
    3. Yurisprudensi (keputusan-keputusan hakim)
    4. Traktat
    5. Perjanjian
    6. Pendapat sarjana hukum
    Perbedaan nya ialah Undang-undang sudah jelas suatu peraturan yang mengikat, memaksa apa bila dilanggar yang diperilahara oleh penguasa negara sedangkan Kebiasaan adalah perbuatan manusia yang dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama sehingga pada saat dilanggar terus menerus, masyarakat akan merasakan kebiasaan tersebut ialah sebagai pelanggaran perasaan hukum.

  15. Nama : Fitriani
    NIM : 301151010014

    1. Pengertian Ilmu Hukum dan Pengantar Ilmu Hukum
    a. Pengertian Ilmu Hukum
    Ilmu Hukum adalah Ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah Hukum, yang membicarakan segala hal yang berhubungan dengan Hukum yaitu mempelajari seluk beluk mengenai Hukum misalnya asal mula, wujud, asas-asas, sistem, macam pembagian, dan sumber-sumber perkembangan Hukum.
    b. Pengertian Pengantar Ilmu Hukum
    pengantar Ilmu Hukum adalah dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi Hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar dan semua yang berkaitan dengan hukum. PIH sangat penting di pelajari di awal untuk mempermudah kita belajar lebih lanjut tentang hukum.

    2. Ilmu Hukum meliputi 3 hal yaitu :
    a. Ilmu tentang Kaidah
    Ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah / sistem kaidah. Ilmu kaidah berkaitan atau membahas tentang perumusan norma atau kaidah hukum, kaidah abstrak dan konkret, isi dan sifat kaidah hukum, esensialia kaidah hukum, tugas dan kegunaan kaidah hukum, penyimpangan terhadap kaidah hukum, dan berlakunya hukum.
    b. Ilmu tentang Pengertian
    Ilmu tentang Pengertian yaitu hanya hukum yang mendefinisikan pengertian-pengertian yang berhubungan dengan hukum dan membahas tentang masyarakat hukum, subyek hukum, Objek hukum, serta membahas hak dan kewajiban.
    c. Ilmu tentang Kenyataan
    Ilmu tentang Kenyataan yaitu menyoroti Hukum sebagai sebagai perilaku / sikap tindak dan membahas tentang sejarah Hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum dan Antropologi hukum.

    3. Manusia adalah makhluk sosial dimana setiap manusia pada dasarnya selalu ingin beraktifitas, bergaul dan berkumpul dengan manusia lainnya. oleh karena itu manusia memiliki ambisi, tujuan dan kepentingan masing-masing atau berbeda, dan tidak menutup kemungkinan hal ini akan menimbulkan kericuhan. Maka diperlukan lah hukum, karena hukum sangat penting untuk mengatur masyarakat agar terciptanya keselamatan, kedamaian, keadilan dan kemakmuran Masyarakat. hukum ada semenjak masyarakat ada. jadi dapat disimpulkan bahwa dimana ada masyarakat , disitu ada hukum ( ubi societes ibi ius).

    4. Hukum adalah peraturan-peraturan hidup manusia yang berisikan perintah, larangan dan perizinan untuk berbuat atau pun tidak berbuat sesuatu yang bermaksud untuk mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat.
    ciri-ciri hukum yaitu adanya perintah dan larangan, larangan dan perintah harus di patuhi, adanya sanksi hukum.
    sifat-sifat hukum yaitu mengikat, memaksa dan sebagai pelengkap.

    5. Perbedaan antara Hukum dalam arti ketentuan penguasa dan Hukum dalam arti sikap tindak
    Hukum dalam arti ketentuan Perangkat peratutan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang. contohnya Undang-undang sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak merupakan hukum bekerja mengatur sikap tindak warga masyarakat sedemikian rupa sehingga hukum terlihat sebgai sikap tindak yang tampak dalam pergaulan sehari-hari, dan bisa juga di sebut suatu kebiasaan.

    6. Nilai-nilai dasar Hukum ada 3, yaitu :
    1. Keadilan
    2. Kegunaan /kemanfaatan
    3. Kepastian Hukum
    ketika suatu hukum telah memenuhi ketiga nilai tersebut, maka keabsahannya dapat di uji. misalnya memenuhi nilai keadilan berarti telah dapat diterima secara ideal dan filosofi. begitu juga dengan suatu hukum telah memenuhi nilai kegunaan, maka keabsahannya dapat diuji dengan diterimanya hukum itu secara sosiologis dan apabila hukum itu memenuhi nilai kepastian maka keabsahannya pun dapat diuji dengan adanya hukum itu berlaku secara yuridis.

    7. Dari 5 Teori tujuan hukum, menurut saya jika dihubungkan dengan kondisi di Indonesia sekarang yang tepat adalah Teori Etis bagian Keadilan Distributif yaitu memberikan kepada setiap orang jatah menurut jasanya. Keadilan yang tidak menuntut supaya orang mendapat bagian yang sama banyaknya, melainkan kesebandingan berdasarkan prestasi dan jasa seseorang. Contoh Hakim yang memberi putusan antara yang sama-sama maling ayam namun berbeda hukuman, karena yang 1 maling di siang hari dan yang 1 nya lagi di malam hari.

    8. Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat.
    Hukum bisa dikatakan pedoman hidup masyarakat dalam beraktifitas, karena dengan hukum lah masyarakat bisa tertib dan teratur. hukum berisikan perintah dan larangan yang jika dilanggar akan mendapat sanksi, sehingga masyarakat akan berfikir untuk melanggar hukum dan akan mematuhinya.
    contohnya di Lampu Lalu Laintas ada yang mengatur, sehingga masyarakat tertib dalam mengendarai kendaraan, jika tidak ada perintah untuk berhenti dan berjalan maka akan saling bertabrakan.

    9. Masyarakat menyaadari bahwa peraturan lah yang membuat masyarakat tertib dan teratur, oleh karena itu masyarakat merasa peraturan-peraturan itu sebagai hukum. untuk itu masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan nya yaitu dengan mematuhi perintah dan larangan yang bermaksud untuk menertibkan masyarakat.

    10. Sumber Hukum Material dan Sumber Hukum Formil
    a. Sumber Hukum Material adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum dan bertujuan untuk mengetahui dimana hukum itu dapat ditemukan.
    b. Sumber Hukum Formil adalah adalah sumber hukum dengan bentuk tertentu uang merupakan dasar berlakunya hukum secara formal dan merupakan dasar kekuatan mengikatnya peraturan-peraturan masyarakat agar ditaati oleh masyarakat maupun penegak hukum.
    Sumber-sumber Hukum Formil :
    a. Undang-undang
    b. Kebiasaan
    c. Yurisprudensi
    d. Traktat (treaty)
    e. Perjanjian (overeenkomst)
    f. Pendapat Sarjana Hukum
    Sumber Formal dalam bentuk UU adalah setiap keputusan Pemerintah yang merupakan UU, karena cara pembuatannya sedangkan sumber hukum formal dalam bentuk Kebiasaan adalah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama serta diterima oleh masyarakat maka timbullah suatu kebiasaan hukum atau di pandang sebagai hukum.

  16. Nma:Ramli
    Tugas:pengantar Ilmu Hukum
    Dosen:TIAR RAMON, SH, MH

    1. Apa yang saudara ketahui tentang ilmu hukum dan pengantar ilmu hukum?

    Jawaban:
    1.Ilmu Hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum.Istilah ilmu hukum yang kita pergunakan iyalah terjemahan dari Rechtswetenschap (Belanda), atau Rechtswissenschaft (Jerman) atau Jurisprudenz (Jerman), atau Jurisprudence (Inggris). Istilah Rechtswetenschap dan Rechtswissenschaft merujuk pada pengertian ilmu tentang hukum atau ilmu yang mempelajari hukum atau ilmu yang objek kajiannya adalah hukum. Sedangkan istilah Jurisprudenz dalam bahasa Jerman berarti ilmu hukum dalam arti yang sempit. Sementara istilah Jurisprudence (Inggris), berasal dari bahasa latin juris yang berarti hukum dan prudence yang berarti pengetahuan. Jadi jurisprudence dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang hukum.

    2.Pengantar Ilmu Hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum. Dasar untuk belajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengeritan dasar gambaran dasar tentang studi utama ilmu hukum. Pengantar ilmu hukum sebagai cabang ilmu pengetahuan harus memperhatikan prasyarat pokok, yaitu logis (rasional), sistematis (pemaparan yang runtut) dan metodis (melalui teknik pendekatan tertentu). Sehingga dapat diuji kebenarannya. Hal ini disebabkan dalam ilmu hukum terdapat ”Ratio Scripta”, yaitu suatu penggambaran terhadap sesuatu gejala hukum melalui alur berpikir.

    2. Ilmu hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan. Coba saudara jelaskan maksudnya?

    Jawaban:
    1.Ilmu Tentang Kaidah yaitu ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum.Yang khusus mengajarkan kepada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya. Misalnya perumusan, pembagian menurut macam, wujud, sifat, esensi, eksistensi, tujuan dan sebagainya.
    2.Ilmu Pengertian adalah ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti misalnya subjek hukum, hak dan kewajiban peristiwa hukum hubungan hukum dan objek hukum.Yang khusus mengajarkan tentang pengertian-pengertian dasar yang terdapat dalam ruang lingkup ilmu hukum.
    3.Ilmu Tentang Kenyatan adlah suatu pengetahuan yang obyeknya adalah hukum dan yang khusus mengajarkan perihal hukum dalam segala bentuk dan manifestasinya. Ilmu hukum sebagai ilmu kaidah, ilmu hukum sebagai ilmu pengertian dan ilmu hukum sebagai ilmu kenyataan.

    3.Jelaskan secara singkat, mengapa hukum diperlukan oleh masyarakat ? (hubungkan jawaban saudara dengan ungkapan ubi societes ibi ius dan kaidah-kaidah sosial yang berlaku di masyarakat )!

    Jawaban:
    Untuk menciptakan kehidupan berbangsa yang teratur, damai, tanpa korupsi dan bersahabat untuk memmbatasi dan mengatur kaidah yang ada didalam masyarakat yang pada dasarnya mempunyai sifat memaksa.Hukum yang baik adalah sesuai dengan hukum yang hidup (The Living Law) dalam masyarakat, yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.

    4. Banyak pendapat para ahli tentang definisi hukum. Dari pendapat-pendapat tersebut menurut pendapat saudara apa sebenarnya hukum itu? Sebutkan ciri dan sifat hukum tersebut?

    Jawaban:
    -Hukum adalah keseluruhan norma oleh penguasa masyarakat yang berwenang menetapkan hukum, dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan, dengan tujuan untuk mengadakan suatu mengikat bagi sebagian atau seluruh tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut.
    -CIri-Ciri Hukum
    1). Adanya perintah dan/atau larangan. Artinya, peraturan hukum itu mungkin berupa perintah dan mungkin pula berupa larangan, atau mungkin pula kedua-duanya.
    2). Adanya keharusan untuk menaati peraturan hukum. Kewajiban ini berlaku bagi siapa saja.
    -Sifat Hukum
    1). Mengatur. Karena hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan/atau larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat.
    2). Memaksa. Karena hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas.

    5.Bedakan antara hukum dalam arti ketentuan penguasa dengan hukum dalam arti sikap tindak ?

    Jawaban:
    1.Hukum dalam arti ketentuan penguasa
    perangkat-peraturan peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.
    2.Hukum dalam arti sikap Tindak
    hukum sebagai perilaku atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili.

    6. Menurut Gustav Radbruch ada 3 nilai-nilai dasar hukum, sebutkan? Dan jelaskan hubungannya dengan keabsahan berlakunya hukum?

    Jawaban:
    1.Mengenai keadilan:
    -Hukum sebagai pengemban nilai keadilan, nilai keadilan juga menjadi dasar dari hukum sebagai hukum.
    – Keadilan memiliki sifat normatif sekaligus konstitutif bagi hukum.
    – Keadilan menjadi landasan moral hukum dan sekaligus tolok ukur sistem hukum positif.
    – Kepada keadilan-lah hukum positif berpangkal.
    – Sedangkan konstitutif, karena keadilan harus menjadi unsur mutlak bagi hukum sebagai hukum. Tanpa keadilan, sebuah aturan tidak pantas menjadi hukum.
    2.Kepastian:
    – Di dalam kepastian hukum yang terpenting adalah peraturan itu sendiri sesuai dengan apa yang dirumuskan
    3.Kemanfaatan:
    – Dapat memberi manfaat atau berdaya guna (utility) bagi masyarakat.

    7. Ada 5 teori tujuan hukum. Bagaimana menurut pendapat saudara tentang tujuan hukum tersebut jika dihubungkan dengan kondisi negara Indonesia saat ini?

    Jawaban:
    1. Teori etis (etische theorie)
    2. Teori utilitas (utiliteis theorie)
    3. Teori campuran
    4. Teori normatif-dogmatif,
    5. Teori Peace (damai sejahtera)
    Menurut saya kelima teori diatas dengan kondisi indonesia saat ini belum berjalan sesuai dengan tujuannya karena Proses penegakan hukum di Indonesia belum relevan dengan keadilan yang dicita-citakan oleh masyarakat. Hal ini karena penegakan hukum itu sendiri masih tebang-pilih dalam pelaksanaannya

    8. Apa pendapat saudara tentang hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat? Berikan juga contohnya!

    Jawaban:
    Hukum sebagai petunjuk untuk masyarakat dan masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum.
    contohnya orang yang belum mengetahui hukum berlalu lintas, sebagai penegak hukum wajib memberitahu kepada orang banyak (mensosialisasikan) hukum yang tengah berlaku dalam masyarakat, sehingga tidak ada lagi pelangaran yang dilakukan oleh masyarakat dan masyarakatpun dapat menjalankan/menaati hukum tersebut.

    9.Menurut Utrecht orang taat kepada hukum karena orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu dirasakan sebagai hukum. Mereka benar-benar berkepentingan akan berlakunya peraturan tersebut. Coba saudara jelaskan apa maksudnya!

    Jawaban:
    Realitas kehidupan memang tidak dapat dipungkiri. Mereka yang mulai menaati hukum hanya karena formalitas belaka atau adanya kepentingan-kepentingan khusus terhadap hukum tersebut. Kesadaran akan keberlakuan hukum masih sangat minim. Mereka hanya memandang hukum sebagai media sanksi tanpa memedulikan bahwa hukum lebih merupakan alat pengubah di masyarakat.

    10. Apa yang dimaksud dengan sumber hukum materil dan formil ? Dan sebutkan sumber-sumber hukum formil? Serta bedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan!

    Jawaban:
    1.-sumber hukum dalam arti Formal, yaitu: bentuk atau kenyataan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku. Jadi karena bentuknya itulah yang menyebabkan hukum berlaku umum, diketahui, dan ditaati.
    -Adapun yang termasuk sumber hukum dalam arti formal adalah :
    1) Undang-undang
    2) Kebiasaan atau hukum tak tertulis
    3) Yurisprudensi
    4) Traktat
    5) Doktrin

    2.Sumber Hukum dalam arti material, yaitu: suatu keyakinan/ perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum. Dengan demikian keyakinan/ perasaan hukum individu (selaku anggota masyarakat) dan juga pendapat umum yang merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan hukum.

  17. NAMA:AHMAD FAUZI
    TUGAS:PENGANTAR ILMU HUKUM
    DOSEN:TIAR RAMON, SH, MH

    SOAL

    1. Apa yang saudara ketahui tentang ilmu hukum dan pengantar ilmu hukum?
    2. Ilmu hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan. Coba saudara jelaskan maksudnya?
    3.Jelaskan secara singkat, mengapa hukum diperlukan oleh masyarakat ? (hubungkan jawaban saudara dengan ungkapan ubi societes ibi ius dan kaidah-kaidah sosial yang berlaku di masyarakat )!
    4. Banyak pendapat para ahli tentang definisi hukum. Dari pendapat-pendapat tersebut menurut pendapat saudara apa sebenarnya hukum itu? Sebutkan ciri dan sifat hukum tersebut?
    5.Bedakan antara hukum dalam arti ketentuan penguasa dengan hukum dalam arti sikap tindak ?
    6. Menurut Gustav Radbruch ada 3 nilai-nilai dasar hukum, sebutkan? Dan jelaskan hubungannya dengan keabsahan berlakunya hukum?
    7. Ada 5 teori tujuan hukum. Bagaimana menurut pendapat saudara tentang tujuan hukum tersebut jika dihubungkan dengan kondisi negara Indonesia saat ini?
    8. Apa pendapat saudara tentang hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat? Berikan juga contohnya!
    9.Menurut Utrecht orang taat kepada hukum karena orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu dirasakan sebagai hukum. Mereka benar-benar berkepentingan akan berlakunya peraturan tersebut. Coba saudara jelaskan apa maksudnya!
    10. Apa yang dimaksud dengan sumber hukum materil dan formil ? Dan sebutkan sumber-sumber hukum formil? Serta bedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan!

    JAWABAN

    1.-Ilmu Hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum. Ilmu hukum mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. Ilmu hukum objeknya hukum itu sendiri. Dasar untuk belajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengeritan dasar gambaran dasar tentang studi utama ilmu hukum.

    -Pengantar Ilmu Hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum. Dasar untuk belajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengeritan dasar gambaran dasar tentang studi utama ilmu hukum.Pengantar ilmu hukum sebagai cabang ilmu pengetahuan harus memperhatikan prasyarat pokok, yaitu logis (rasional), sistematis (pemaparan yang runtut) dan metodis (melalui teknik pendekatan tertentu). Sehingga dapat diuji kebenarannya.

    2.-Ilmu Tentang Kaidah yaitu ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum.Yang khusus mengajarkan kepada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya. Misalnya perumusan, pembagian menurut macam, wujud, sifat, esensi, eksistensi, tujuan dan sebagainya.
    -Ilmu Pengertian adalah ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti misalnya subjek hukum, hak dan kewajiban peristiwa hukum hubungan hukum dan objek hukum.sehingga Di dalamnya terdapat subjek hukum, objek hukum, peristiwa hukum, hubungan hukum, perbuatan hukum atau bukan, dan akibat hukum, serta yang terakhir masyarakat hukum.
    -Ilmu Tentang Kenyatan adlah suatu pengetahuan yang obyeknya adalah hukum dan yang khusus mengajarkan perihal hukum dalam segala bentuk dan manifestasinya.Yang khusus mengajarkan kepada kita perihal berbagai kenyataan dalam hubungan dan segala pengaruhnya dengan hukum seperti yang diajarkan dalam antropologi hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, sejarah hukum, dan perbandingan hukum.

    3.Untuk menciptakan kehidupan berbangsa yang teratur, damai, tanpa korupsi dan bersahabat untuk memmbatasi dan mengatur kaidah yang ada didalam masyarakat yang pada dasarnya mempunyai sifat memaksa.Bahkan dalam ilmu hukum, terdapat ungkapan terkenal yang berbunyi: “Ubi Societes Ibi Ius (di mana ada masyarakat di situ ada hukum).” Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat.Ketika Manusia sudah ada hubungan dengan hukum. Hal yang harus dilakukan manusia untuk terbebas dari jerat hukum adalah memperbaiki nilai dan moral.

    4.-Hukum adalah keseluruhan norma oleh penguasa masyarakat yang berwenang menetapkan hukum, dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan, dengan tujuan untuk mengadakan suatu mengikat bagi sebagian atau seluruh tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut.
    -Ciri-ciri Hukum
    + Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masnyarakat
    + Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang wajib
    + Berisi perintah dan atau larangan
    + Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    -Sifat Hukum
    + Mengatur. Karena hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan larang yang mengatur tingkah laku manusia dalam bermasyarakat
    + Memaksa. Karena hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk di patuhi, apabila di langgar akan menerima sanksi.

    5.-Hukum dalam arti ketentuan penguasa
    perangkat-peraturan peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.
    -.Hukum dalam arti sikap Tindak
    hukum sebagai perilaku atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili. Melainkan membudaya.

    6.-keadilan:(Filosofis)Hukum sebagai pengemban nilai keadilan, nilai keadilan juga menjadi dasar dari hukum sebagai hukum.Keadilan menjadi landasan moral hukum dan sekaligus tolok ukur sistem hukum positif.Kepada keadilan-lah hukum positif berpangkal.Sedangkan konstitutif, karena keadilan harus menjadi unsur mutlak bagi hukum sebagai hukum.
    -Kepastian:(Sosiologis)Di dalam kepastian hukum yang terpenting adalah peraturan itu sendiri sesuai dengan apa yang dirumuskan
    -Kemanfaatan:(Yuridis)Dapat memberi manfaat atau berdaya guna (utility) bagi masyarakat.

    7.- Teori etis (etische theorie)
    – Teori utilitas (utiliteis theorie)
    – Teori campuran
    – Teori normatif-dogmatif,
    – Teori Peace (damai sejahtera)
    Pendapat saya teori diatas, kondisi indonesia saat ini belum berjalan sesuai dengan tujuannya karena Proses penegakan hukum di Indonesia belum relevan dengan keadilan yang dicita-citakan oleh masyarakat.Dengan kata lain penegak hukum di Indonesia masih belum akurat dalam pelaksanaan hukum itu sendiri, ini yang menyebabkan Masyarakat Indonesia tidak mengikuti peraturan Hukum yang sudah di buat.

    8.Hukum sebagai petunjuk untuk masyarakat dan masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum. Sehingga fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyarakat dapat terealisasi dengan baik dan merata.
    contoh:Ketika pihak Kepolisian Memberi arahan-arahan kepada sekolah seperti,SLTP dan SLTA untuk peraturan-peraturan dalam berkendaraan.Sehingga tidak akan ada lagi pelanggaran yang terjadi kepada siswa yang memakai kendaraan.

    9.Realitas kehidupan memang tidak dapat dipungkiri. Mereka yang mulai menaati hukum hanya karena formalitas belaka atau adanya kepentingan-kepentingan khusus terhadap hukum tersebut. Kesadaran akan keberlakuan hukum masih sangat minim. Mereka hanya memandang hukum sebagai media sanksi tanpa memedulikan bahwa hukum lebih merupakan alat pengubah di masyarakat.: Maksudnya adalah bahwa orang akan merasa dilindungi atau merasa aman akan adanya hukum, jika melakukan pelanggaran hukum akan mendapatkan sangsi, sehingga masyarakat benar – benar berkepentingan akan berlakunya kepentingan hukum

    10.-sumber hukum dalam arti Formal, yaitu: bentuk atau kenyataan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku. Jadi karena bentuknya itulah yang menyebabkan hukum berlaku umum, diketahui, dan ditaati.
    yang termasuk sumber hukum,Undang-undang, Kebiasaan atau hukum tak tertulis, Yurisprudensi,Traktat, Doktrin

    -.Sumber Hukum dalam arti material, yaitu: suatu keyakinan/ perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum. Dengan demikian keyakinan/ perasaan hukum individu (selaku anggota masyarakat) dan juga pendapat umum yang merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan hukum.

  18. Nama : puyadi rosman
    Nim ; 301151010025

    1. Ilmu hukum adalah ilmu yang mencakup aspek tentang asas hukum , sumber – sumber hukum dan norma- norma atau kaedah yang berlaku di masyarakt.
    • Sedangkan pengantar ilmu hukum adalah tujuanya untuk pengantar siswa yang ingin mempelajari ilmu hukum dan mengetahui banyak istilah hukum.
    2. Ilmu hukum dalam ilmu tentang kaidah hukum ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan pada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya. Misalkan perumusan, pembagian menurut macam, wujud, sifat, esensi, eksistensi, tujuan dan sebagainya.
    • Ilmu hukum dalam ilmu tentang kenyataan hukum adalah suatu cabang atau bagian dari ilmu yang khusus mengajarkan kepada kita perihal berbagai kenyataan dalam hubungan dan segala pengaruhnya dengan hukum seperti yang diajarkan dalam antropologi hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, sejarah hukum, dan perbandingan hukum.
    3. Hukum sangat diperlukan di tengah – tengah masyarakat supaya tidak adanya perampasan hak yang dilakukan oleh msyarakat lain , maka dari itu istilah “ ubi societes ibi ius” tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dan untuk mengatur ketentraman masyarakat dan tercipta hidup rukun dan damai.
    4. Hukum itu adalah sebuah aturan atau norma – norma atau kaedah yang dibuat oleh pejabat yang berwenang dan apabila di langgar akan mendapatkan sanksi yang tegas dan bersifat memaksa.
    Ciri- ciri hukum
    • Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
    • Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib
    • Peraturan itu bersifat memaksa
    • Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas
    • Berisi perintah dan atau larangan
    • Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    Sifat hukum
    Mengatur
    hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat

    • Memaksa
    hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas .

    5. Hukum dalam arti ketentuan penguasa
    Disini hukum adalah perangkat-peraturan peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.

    Hukum dalam arti sikap dan tindak
    Yaitu hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional. Dalam hal ini sering disebut hukum sebagai suatu kebiasaan (hukum kebiasaan)
    6. A. Keadilan
    Di dalam keadilan terdapat aspek filosofis yaitu norma hukum, nilai, keadilan,moral, dan etika. Hukum sebagai pengemban nilai keadilan, nilai keadilan jugamenjadi dasar dari hukum sebagai hukum. Keadilan memiliki sifat normatif sekaliguskonstitutif bagi hukum. Keadilan menjadi landasan moral hukum dan sekaligus tolok ukur sistem hukum positif dan tanpa keadilan, sebuah aturan tidak pantas menjadihukum.Sebagaimana dikemukakan Prof. Dr. H. Muchsin, SH, bahwa keadilanmerupakan salah satu tujuan dari hukum selain dari kepastian hukum itu sendiri dan juga kemanfaatan hukum. Sedangkan makna keadilan itu sendiri masih menjadi perdebatan. Namun keadilan itu terkait dengan pendistribusian yang merata antarahak dan kewajiban. Demikian sentral dan dominan kedudukan dan peranan dari nilai.
    B. . Kepastian hukum itu adalah kepastian undang-undang atau peraturan, segalamacam cara, metode dan lain sebagainya harus berdasarkan undang-undang atau peraturan. Di dalam kepastian hukum terdapat hukum positif dan hukum tertulis.Hukum tertulis ditulis oleh lembaga yang berwenang, mempunyai sanksi yang tegas,sah dengan sendirinya ditandai dengan diumumkannya di Lembaga Negara.Kepastian hukum merupakan pertanyaan yang hanya bisa dijawab secaranormatif, bukan sosiologis. Kepastian hukum secara normatif adalah ketika suatu peraturan dibuat dan diundangkan secara pasti karena mengatur secara jelas dan logis

    C. Bekerjanya hukum di masyarakat efektif atau tidak. Dalam nilai kemanfaatan,hukum berfungsi sebagai alat untuk memotret fenomena masyarakat atau realitasosial. Dapat memberi manfaat atau berdaya guna (utility) bagi masyarakat.Penganut aliran utilitas menganggap bahwa tujuan hukum semata-mata untuk memberikan kemanfaatan atau kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi sebanyak- banyaknya warga masyarakat. Penanganannya didasarkan pada filsafat sosial, bahwasetiap warga masyarakat mencari kebahagiaan, dan hukum merupakan salah satualatnya
    7. Teori etis (etische theorie)

    Tujuan hukum semata-mata untuk mencapai keadilan. Isi hukum semata-mata harus ditentukan oleh kesadaran etis mengenai apa yang adil dan apa yang tidak adil.

    Pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles, seorang filsuf Yunani dalam bukunya Ethica Nicomachea dan Rhetorica yang menyatakan ”hukum mempunyai tugas yang suci yaitu memberi kepada setiap orang yang berhak menerimanya”.

    Aristoteles membagi keadilan dalam 2 jenis, yaitu :

    a. Keadilan distributif, yaitu keadilan yang memberikan kepada setiap orang jatah menurut jasanya. (Pembagian menurut haknya masing-masing). Artinya, keadilan ini tidak menuntut supaya setiap orang mendapat bagian yang sama banyaknya atau bukan persamaannya, melainkan kesebandingan berdasarkan prestasi dan jasa seseorang.

    b. Keadilan komutatif, yaitu keadilan yang memberikan kepada setiap orang jatah yang sama banyaknya tanpa mengingat jasa masing-masing. Artinya hukum menuntut adanya suatu persamaan dalam memperoleh prestasi atau sesuatu hal tanpa memperhitungkan jasa masing-masing.

    2. Teori utilitas (utiliteis theorie)

    Hukum bertujuan untuk menjamin adanya kemanfaatan atau kebahagiaan sebanyak-banyaknya pada orang sebanyak-banyaknya.

    Pencetusnya adalah Jeremy Betham. Dalam bukunya yang berjudul “Introduction to the morals and legislation” berpendapat bahwa hukum bertujuan untuk mewujudkan semata-mata apa yang berfaedah/mamfaat bagi orang.

    Apa yang dirumuskan oleh Betham tersebut diatas hanyalah memperhatikan hal-hal yang berfaedah dan bersifat umum namun tidak memperhatikan unsur keadilan serta tidak mempertimbangkan tentang hal-hal yang konkrit.

    Sulit bagi kita untuk menerima anggapan Betham ini sebagaimana yang telah dikemukakan diatas, bahwa apa yang berfaedah itu belum tentu memenuhi nilai keadilan

    Dengan kata lain apabila yang berfaedah lebih ditonjolkan maka dia akan menggeser nilai keadilan kesamping, dan jika kepastian oleh karena hukum merupakan tujuan utama dari hukum itu, hal ini akan menggeser nilai kegunaan atau faedah dan nilai keadilan.

    3. Teori campuran

    Teori ini dikemukakan oleh Muckhtar Kusmaatmadja bahwa tujuan pokok dan pertama dari hukum adalah ketertiban. Di samping itu tujuan lain dari hukum adalah tercapainya keadilan yang berbeda-beda isi dan ukurannya menurut masyarakat dan zamannya.

    4.Teori normatif-dogmatif,

    tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum (John Austin dan van Kan). Arti kepastian hukum disini adalah adanya melegalkan kepastian hak dan kewajiban. Van Kan berpendapat tujuan hukum adalah menjaga setiap kepentingan manusia agar tidak diganggu dan terjaminnya kepastiannya.

    5. Teori Peace (damai sejahtera)

    Menurut teori ini dalam keadaan damai sejahtera (peace) terdapat kelimpahan, yang kuat tidak menindas yang lemah, yang berhak benar-benar mendapatkan haknya dan adanya perlindungan bagi rakyat. Hukum harus dapat menciptakan damai dan sejahtera bukan sekedar ketertiban.
    Jika dihubungkan degan keadaan di indonesia sekarang sagatlah jauh apa yang ada di teori di atas dan sistem penegakan yang masih belum propesional dan bnyak nya rakyat yang tertindas dan bnyak aparat yang melakukan penyuapan dan menerima suap.
    8. Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat : maksudnya adalah hukum sebagai sarana penengah atau alat sebagai pengatur antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya . contohnya : dalam kasus pidana atau kasus tanah .
    9. Maksudnya adalah undang – undang sebagai corong untuk menyelasikan suatu kasus dan hakim tidak bisa menerjemahkan undang – undang sembarangan. Dan hakim tidak bisa menemukan peraturan yang berada ditengah – tengah msyarakat.

    10. Pengertian Hukum Materil menerangkan perbuatan-perbuatan apa yang dapat dihukum serta hukuman-hukuman apa yang dapat dijatuhkan. Hukum materil menentukan isi sesuatu perjanjian, sesuatu perhubungan atau sesuatu perbuatan.

    Dalam pengertian hukum materil perhatian ditujukan kepada isi peraturan.

    Pengertian Hukum Formil menunjukkan cara mempertahankan atau menjalankan peraturan-peraturan itu dan dalam perselisihan maka hukum formil itu menunjukkan cara menyelesaikan di muka hakim.

    Hukum formil disebut pula hukum Acaara. Dalam pengertian hukum formil perhatian ditujukan kepada cara mempertahankan/ melaksanakan isi peraturan.
    Sumber hukum formil
    a. Undang – undang
    b. Kebiasaan
    c. Yurisprudensi
    d. Traktat
    e. Doktrin
    Beda sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan yaitu undang – undang dibuat oleh penguasa sedangkan kebiasaan aturan yang berada ditengah masyarakat dan aturan tersebut dianggap baik dan di junjung tinggi oleh masyarakat.

  19. NAMA : HENDRA YANI
    NIM : 301151010015
    SEMESTER : I (SATU)

    1.Jawab : Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum. Ilmu hukum mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. Ilmu hukum objeknya hukum itu sendiri. Demikian luasnya masalah yang dicakup oleh ilmu ini, sehingga sempat memancing pendapat orang untuk mengatakan bahwa “batas-batasnya tidak bisa ditentukan” Sedangkan Pengantar Ilmu Hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum. Dapat pula dikatakan bahwa PIH merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar tentang sendi-sendi utama ilmu hukum.

    2. Jawab : Ilmu tentang kaidah atau “normwissenschaft” atau “sollenwissenschaft”, yaitu ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum.
    – Ilmu pengertian, yakni ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam dalam hukum seperti misalnya subyek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum, hubungan hukum dan obyek hukum.
    – Ilmu tentang kenyataan atau Taatsachenwissenschaft atau Seinwissenschaft yang menyoroti hukum sebagai perikelakuan sikap tindak, yang antara lain mencakup sosiologi hukum, antropologi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum dan sejarah hukum.
    Dari uraian di atas dapat dikatakan, bahwa ilmu hukum adalah suatu pengetahuan yang obyeknya adalah hukum dan yang khusus mengajarkan perihal hukum dalam segala bentuk dan manifestasinya. Ilmu hukum sebagai ilmu kaidah, ilmu hukum sebagai ilmu pengertian dan ilmu hukum sebagai ilmu kenyataan.
    3. Jelaskan secara singkat, mengapa hukum diperlukan oleh masyarakat ? (hubungkan jawaban saudara dengan ungkapan ubi societes ibi ius dan kaidah-kaidah sosial yang berlaku di masyarakat )!

    Jawaban:
    Hukum di dalam masyarakat merupakan tuntutan, mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidup manusia tanpa atau di luar masyarakat. Maka manusia, masyarakat, dan hukum merupakan pengertian yang tidak bisa dipisahkan. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat, diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar-manusia dalam bermasyarakat. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur. Akan tetapi, mempertegas lembaga-lembaga hukum mana yang melaksanakannya.

    Hukum yang baik adalah sesuai dengan hukum yang hidup (The Living Law) dalam masyarakat, yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.

    Manusia dan hukum adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan dalam ilmu hukum, terdapat ungkapan terkenal yang berbunyi: “Ubi Societes Ibi Ius (di mana ada masyarakat di situ ada hukum).” Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat. Maka akan selalu dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai “semen perekat” atas berbagai komponen pembentuk dari masyarakat itu, dan yang berfungsi sebagai “semen perekat” tersebut adalah hukum.

    Untuk mewujudkan keteraturan, maka mula-mula manusia membentuk suatu struktur tatanan (organisasi) di antara dirinya yang dikenal dengan istilah tatanan sosial (social order) yang bernama masyarakat. Guna membangun dan mempertahankan tatanan sosial masyarakat yang teratur. Maka manusia membutuhkan pranata pengatur yang terdiri dari dua hal: aturan (hukum) dan si pengatur(kekuasaan).

    Ketika Manusia sudah ada hubungan dengan hukum. Hal yang harus dilakukan manusia untuk terbebas dari jerat hukum adalah memperbaiki nilai dan moral. Karena ketika nilai dan moral sudah bagus, dorongan untuk melakukan kejahatan secara perlahan akan menghilang.

    4. Banyak pendapat para ahli tentang definisi hukum. Dari pendapat-pendapat tersebut menurut pendapat saudara apa sebenarnya hukum itu? Sebutkan ciri dan sifat hukum tersebut?

    Jawaban:
    Untuk hukum sendiri memiliki pengertian suatu sistem yang dibuat untuk membatasi tingkah laku manusia agar dapat terkontrol. Hukum adalah aspek terpenting adalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. Hukum mempunyai tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Oleh karena itu, setiap masyarakat berhak untuk mendapat pembelaan di depan hukum. Sehingga dapat diartikan bahwa hukum adalah peraturan atau ketentuan tertulis maupun tidak yang mengatur kehidupan masyarakat dan menyediakan sanksi bagi pelanggarnya. Hukum bersifat memaksa dan bisa juga dijadikan sebagai media pengubah masyarakat.

    Ciri-ciri hukum :
    1). Adanya perintah dan/atau larangan. Artinya, peraturan hukum itu mungkin berupa perintah dan mungkin pula berupa larangan, atau mungkin pula kedua-duanya.
    2). Adanya keharusan untuk menaati peraturan hukum. Kewajiban ini berlaku bagi siapa saja.

    Sifat Hukum :
    1). Mengatur. Karena hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan/atau larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat.
    2). Memaksa. Karena hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas.
    5. Jawab : Hukum dalam arti ketentuan penguasa Disini hukum adalah perangkat-peraturan peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang Sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak Yaitu hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional. Dalam hal ini sering disebut hukum sebagai suatu kebiasaan (hukum kebiasaan)

    6. Jawab : Mengenai keadilan:
    -Hukum sebagai pengemban nilai keadilan, nilai keadilan juga menjadi dasar dari hukum sebagai hukum.
    – Keadilan memiliki sifat normatif sekaligus konstitutif bagi hukum.
    – Keadilan menjadi landasan moral hukum dan sekaligus tolok ukur sistem hukum positif.
    – Kepada keadilan-lah hukum positif berpangkal.
    – Sedangkan konstitutif, karena keadilan harus menjadi unsur mutlak bagi hukum sebagai hukum. Tanpa keadilan, sebuah aturan tidak pantas menjadi hukum.
    Kepastian:
    – Di dalam kepastian hukum yang terpenting adalah peraturan itu sendiri sesuai dengan apa yang dirumuskan

    Kemanfaatan:
    – Dapat memberi manfaat atau berdaya guna (utility) bagi masyarakat.

    7.Jawab :
    1. Teori etis (etische theorie)
    2. Teori utilitas (utiliteis theorie)
    3. Teori campuran
    4. Teori normatif-dogmatif,
    5. Teori Peace (damai sejahtera)
    Menurut saya kelima teori diatas dengan kondisi indonesia saat ini belum berjalan sesuai dengan tujuannya karena Proses penegakan hukum di Indonesia belum relevan dengan keadilan yang dicita-citakan oleh masyarakat. Hal ini karena penegakan hukum itu sendiri masih tebang-pilih dalam pelaksanaannya

    8. Jawab : Hukum sebagai petunjuk untuk masyarakat dan masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum contohnya orang yang belum mengetahui hukum berlalu lintas, sebagai penegak hukum wajib memberitahu kepada orang banyak (mensosialisasikan) hukum yang tengah berlaku dalam masyarakat, sehingga tidak ada lagi pelangaran yang dilakukan oleh masyarakat dan masyarakatpun dapat menjalankan/menaati hukum tersebut.
    9. Maksud Hukum itu adalah himpunan petunjuk hidup (perintah atau larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat dan jika dilanggar dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah dari masyarakat itu.
    10. 1. Sumber Hukum dalam arti materil, yaitu: suatu keyakinan/ perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum. Sumber Hukum material meliputi:
    -faktoridiil
    -kemasyrakatan
    2. Sedangkan sumber hukum dalam arti Formal, yaitu: bentuk atau kenyataan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku. Jadi karena bentuknya itulah yang menyebabkan hukum berlakuumum,diketahui,danditaati.
    Sumber hukum formil meliputi:
    1)Undang-undang
    2)Kebiasaanatau
    3)Yurisprudensi
    4)Traktat
    5) Doktrin
    Perbedaan sumber hukum formal dalam bentuk uu dengan kebiasaan adalah
    1. Undang-undang di Indonesia menjadi dasar hukum negara Indonesia. Undang-undang di Indonesia berfungsi sebagai pedoman yang mengatur kehidupan bersama seluruh rakyat Indonesia dalam rangka meujudkan tujuan hidup bernegara.
    2. Kebiasaan atau “custom”:yaitu Perbuatan tertentu yang dilakukan berulang-ulang tersebut pada gilirannya dapat diterima sebagai kebiasaan tertentu sehingga apabila terdapat perbuatan yang bertentangan dengan kebiasaan tersebut dapat dianggap pelanggaran hukum dan dikenakan sanksi.

  20. NAMA : NOVITA SARI
    NIM : 301151010040
    FAK : HUKUM
    DOSEN : TIAR RAMON, SH. MH
    MATA KULIAH : PENGANTAR ILMU HUKUM
    SEMESTER 1 (satu)

    1. *Ilmu Hukum yaitu adalah ilmu pengetahuan yang objeknya hukum itu sendiri. Maka ilmu hukum itu mencakup dan mempelajari segala hal yang berhubungan dengan hukum, misalnya mengenai asal mula, wujud, asas-asas, system macam pembagian, sumber-smber perkembangan, fungsi dan kedudukan hukum di dalam masyarakat. Ilmu hukum juga adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum.
    *Pengertian pengantar ilmu hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar (introduction atau inleiding). Dalam mempelajari ilmu hukum dan juga merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar tentang sandi-sandi utama ilmu hukum.

    2. Ilmu hukum meliputi 3 Hal yaitu :
    a) Ilmu tentang Kaidah (normwissenschaft)
    Yaitu patokan atau pedoman dalam bertingkah laku dalam kehidupan atau pergaulan hidup di dalam masyarakat sbg kaidah atau system-sistem kaidah

    b) Ilmu tentang pengertian (begriffeissenschaft)
    Yaitu tentang pengertian-pengertian pokok juga mendefinisikan hukum lebih spesifik seperti sumber hukum, objek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum dan hubungan hukum.

    c) Ilmu tentang kenyataan (taatsashenwissenschaft)
    Yaitu menyoroti hukum sebagai perilaku atau sikap tindak

    3. *UBI SOCIETIS IBLIUS mengatakan bahwa dimana ada masyarakat disitu ada hukum.
    Manusia disebut sebagai makhluk sosia dikarenakan pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya, maka terjalinlan satu sama lain yang didasari kepentingan. Disinilah peran hukum mengatur kepentingan-kepentingan tersebut agar kepentingan masing-masing terlindungi, sehingga u-masing mengetahui hak dan kewajiban. Pada akhirnya dengan adanya hukum masyarakat akan hidup aman, tentram, damai adil dan makmur. Hukum ada sejak masyarakat ada. Dapat dipahami disini bahwa hukum itu sesungguhnya adalah produk otentik dari masyarakat itu sendiri.
    • Kaidah sosial adalah patokan-patokan atau pedoman-pedoman tentang tingkah laku dan perikelakuan yang di harapkan.
    Kaidah sosial di bedakan menjadi :
    1) Kaidah yang mengatur kehidupan pribadi manusia, diantaranya :
    a. Kaidah Kepercayaan/agama
    b. Kaidah Kesusilaan
    2) Kaidah yang mengatur kehidupan antara manusia atau pribadi, diantaranya :
    a. Kaidah Kesopanan
    b. Kaidah Hukum

    4. Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan yang mengatur pergaulan hidup masyarakat (tata tertib masyarakat) yang di buat secara resmi maupun yang tidak resmi serta hukum itu berisi perintah, larangan dan perkenan/izin (kebolehan) yang bersifat memaksa & mengatur yang apabila dilanggar akan mendapatkan sanksi.
    • Cirri-ciri Hukum :
    – Adanya perintah dan atau larangan
    – Larangan dan perintah itu harus dipatuhi / di taati orang
    – Adanya saksi hukum yang tegas
    • Sifat Hukum
    – Bersifat Umum
    – Bersifat abstrak
    – Bersifat imperatif dan fakultatif
    – Mengikat
    – Memaksa

    5. Hukum dalam arti ketentuan penguasa adalah diartikan sebagai perangkat peraturan-peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang. Contoh : UU
    Sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak Hukum diartikan sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak tampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan hidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional.

    6. Menurut Gustav Radbruch :
    • Keadilan
    • Kegunaan/kemanfaatan
    • Kepastian hukum

    Sedangkan keabsahan terbagi 3 :
    • Yuridis (Kepastian)
    • Sosiologis (Ketaatan)
    • Filosofis (Keadilan)

    Maka dapat disimpulkan bahwa apabila suatu hukum telah memenuhi ketiga nilai tersebut, maka keabsahan nya dapat diuji, misalnya memenuhi nilai keadilan berarti telah dapat diterima secara ideal dan filosofis. Begitu juga apabila suatu hukum telah memenuhi nilai kegunaannya, maka keabsahannya dapat diuji dengan di terimanya hukum itu secara sosiologis dan apabila hukum itu memenuhi nilai kepastian maka kebsahannyapun dapat diuji dengan adanya hukum itu berlaku secara yuridis.

    7. Bahwa sesungguhnya tujuan hukum yang terpenting itu adalah adanya kebenaran dan keadilan karna hukum itu hanya peraturan yang mengikat orang bersifat umum untuk taat dan mempunyai kepastian secara umum. Dan jika dilihat dengan kondisi Negara Indonesia saat ini sudah stabil dimana maksudnya sudah mempunyai badan-badan yang mengatur atau aturan-aturan yang bersifat mengikat/memaksa, secara resmi maupun yang tidak resmi.
    Contoh :
    Peraturan Daerah, Peraturan Pemerintah, Undang-Undang dll (resmi)
    Hukum adat dan hukum yang tidak tertulis (tidak resmi)

    8. Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat. Hukum sebagai petunjuk bertingkah laku. Untuk itu masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum. Sehingga fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyarakat dapat direalisasi.
    Contoh : mematuhi peraturan lalu lintas, seperti memakai helm dalam kendaraan bermotor.

    9. Kenapa orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu di rasakan sebagai hukum karena ia harus menerimanya supaya ada rasa ketentraman. Ia menganggap peraturan hukum secara rasional. Penerimaan rasional ini sebagai akibat adanya sanksi hukum. Agar tidak mendapatkan kesukaran-kesukaran orang memilih untuk taat saja pada peraturan hukum karena melanggar hukum mendapat sanksi yang nyata.

    10. Sumber hukum dalam arti materil
     Faktor yang turut serta menentukan isi hukum.
    Sedangkan sumber hukum formil
     Sumber hukum dengan bentuk tertentu yang merupakan dasar berlakunya hukum secara formal.
    Sumber-sumber hukum formil, diantaranya adalah : Undang-undang, Peraturan Daerah, Peraturan pemerintah
     Membedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan Kebiasaan
    Sumber hukum Formal adalah dasar kekuatan mengikatnya Peraturan-peraturan agar ditaati oleh masyarakat maupun oleh penegak hukum. Contoh : undang-undang
    Sedangkan Kebiasaan yaitu seperti Pasal 22 AB, “Hakim yang menolak untuk mengadili dengan alasan undang-undangnya bungkam, tidak jelas, atau tidak lengkap dapat dituntut karena menolak untuk mengadili” begitu juga dalam undang-undang Kehakiman “Pengadilan tidak boleh menolak untuk memeriksa dan mengadili suatu perkara yang diajukan dengan dalih bahwa hukum tidak atau kurang jelas melainkan wajib untuk memeriksa dan mengadili (pasal 14). Hakim sebagai penegak hukum dan keadilan wajib menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat (pasal 27).
    Berdasarkan hal diatas, hakim tidak terikat dengan UU disinilah peranan Kebiasaan.

  21. Nama : Muhammah Latif
    Nim : 301151010019
    1. Apa yang saudara ketahui tentang ilmu hukum dan pengantar ilmu hukum ?
    Jawaban :
    Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mempelajari,menelaah,mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum, Ilmu hukum objeknya hukum itu sendiri.
    Pengantar ilmu hukum adalah merupakan dasar utama mempelajari lebih lanjut dalam studi hukum yang mendalami pengertian-pengertian dasar,gambaran dasar tentang sendi-sendi utama ilmu hukum.

    2. Ilmu hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan. Coba saudara jelaskan maksudnya ?
    Jawaban :
    Ilmu hukum sebagai ilmu kaidah adalah ilmu yang di dalamnya mencakup kaidah sosial, kaidah kesopanan, kaidah agama, dan kaidah hukum.
    Ilmu hukum sebagai ilmu pengertian adalah ilmu yang di dalamnya mencakup sebyek hukum, obyek hukum, peristiwa hukum, hubungan hukum, perbuatan hukum atau bukan perbuatan hukum dan akibat hukum, dan yang terakhir adalah masyarakat hukum.
    Ilmu hukum sebagai ilmu kenyataan adalah ilmu yang di dalamnya mencakup antropologi hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, sejarah hukum, dan perbandingan hukum.

    3. Jelaskan secara singkat, mengapa hukum diperlukan oleh masyarakat ? (hubungkan jawaban saudara dengan ungkapan ubi societes ibi ius dan kaidah-kaidah sosial yang berlaku di masyarakat ) !
    Jawaban :
    Karena Hukum merupakan sesuatu yang tidak bisa lepas dari kehidupan baik individu maupun masyarakat, dimana ada masyarakat disana ada hukum. Hukum mengatur kepentingan hidup bermasyarakat baik secara lahiriah maupun secara batiniah.

    4. Banyak pendapat para ahli tentang definisi hukum. Dari pendapat-pendapat tersebut menurut pendapat saudara apa sebenarnya hukum itu ? Sebutkan ciri dan sifat hukum tersebut ?
    Jawaban :
    Dari beberapa defenisi tentang hukum, hukum meliputi kehidupan manusia dalam pergaulan masyarakat yang menyangkut hidup dan kehidupan manusia agar hidup teratur, serta merupakan pedoman atau patokan sikap tindakan atau perilaku yang pantas dalam pergaulan hidup antar manusia. Ciri-ciri hukum : 1). Adanya perintah dan/atau larangan.2). Adanya keharusan untuk menaati peraturan hukum. Sifat hukum : 1). Mengatur 2). Memaksa.

    5. Bedakan antara hukum dalam arti ketentuan penguasa dengan hukum dalam arti sikap tindak ?
    Jawaban :
    Hukum dalam arti ketentuan penguasa adalah perangkat peraturan tertulis melalui pemerintah melalui badan-badan yang berwenang,Selain itu juga termasuk keputusa-keputusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum atau jurisprodensi sebagai sumber hukum tertulis.
    Sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak adalah Hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur, Hukum menjadi budaya.Dalam hal ini sering disebut hukum sebagai suatu kebiasaan (hukum kebiasaan).

    6. Menurut Gustav Radbruch ada 3 nilai-nilai dasar hukum, sebutkan ? dan jelaskan hubungannya dengan keabsahan berlakunya hukum ?
    Jawaban :
    Menurut Gustav Radbruch nilai-nilai dasar hukum ada tiga, yaitu:
    1) Keadilan.
    2) Kemanfaatan.
    3) Kepastian Hukum.
    Radbruch mengatakan bahwa hukum itu harus memenuhi berbagai karya disebut sebagai nilai dasar dari hukum. Nilai dasar hukum tersebut adalah: keadilan, kegunaan dan kepastian hukum.. Sekalipun ketiga-tiganya itu merupakan nilai dasar dari hukum, namun di antara mereka terdapat suatu Spannungsverhaltnis (ketegangan), oleh karena di antara ketiga nilai dasar hukum tersebut masing-masing mempunyai tuntutan yang berbeda satu sama lainnya, sehingga ketiganya mempunyai potensi untuk saling bertentangan

    Seandainya kita lebih cenderung berpegang pada nilai kepastian hukum atau dari sudut peraturannya, maka sebagai nilai ia segera menggeser nilai-nilai keadilan dan kegunaan. Karena yang penting pada nilai kepastian itu adalah peraturan itu sendiri. Tentang apakah peraturan itu telah memenuhi rasa keadilan dan berguna bagi masyarakat adalah di luar pengutamaan nilai kepastian hukum. Begitu juga jika kita lebih cenderung berpegang kepada nilai kegunaan saja, maka sebagai nilai ia akan menggeser nilai kepastian hukum maupun nilai keadilan, karena yang penting bagi nilai kegunaan adalah kenyataan apakah hukum tersebut bermanfaat atau berguna bagi masyarakat. Demikian juga halnya jika kita hanya berpegang pada nilai keadilan saja, maka sebagai nilai ia akan menggeser nilai kepastian dan kegunaan, karena nilai keadilan tersebut tidak terikat kepada kepastian hukum ataupun nilai kegunaan, disebabkan oleh karena sesuatu yang dirasakan adil belum tentu sesuai dengan nilai kegunaan dan kepastian hukum. Dengan demikian kita harus dapat membuat kesebandingan di antara ketiga nilai itu atau dapat mengusahakan adanya kompromi secara proporsional serasi, seimbang dan selaras antara ketiga nilai tersebut.

    Keabsahan berlakunya hukum dari segi peraturannya barulah merupakan satu segi, bukan merupakan satu-satunya penilaian, tetapi lebih dari itu sesuai dengan potensi ketiga nilai-nilai dasar yang saling bertentangan. Apa yang sudah dinilai sah atas dasar persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu peraturannya, bisa saja dinilai tidak sah dari kegunaan atau manfaat bagi masyarakat.

    7. Ada 5 teori tujuan hukum. Bagaimana menurut pendapat saudara tentang tujuan hukum tersebut jika dihubungkan dengan kondisi negara Indonesia saat ini ?
    Jawaban :
    5 Teori tujuan hokum
    1) Teori Etis
    Teori ini mengajarkan bahwa hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan. Aris Toteles Filosof Yunani menyatakan, “Hukum mempunyai tugas suci yaitu memberi kepada setiap orang yang berhak menerimanya.”
    2) Teori Utilitas
    Tujuan hukum ialah semata-mata mewujudkan faedah bagi setiap orang (Jeremy Betham).
    3) Teori Campuran
    Tujuan pokok dan pertama dari hukum adalah ketertiban. Di samping itu, tujuan lain dari hukum adalah tercapainya keadilan yang berbeda-beda isi dan ukurannya menurut masyarakat dan zamannya (Muckhtar Kusumaatmadja).
    4) Teori Normatif-Dogmatif
    Tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum. Dalam artian, melegalkan kepastian hak dan kewajiban. Agar tidak diganggu dan terjamin kepastiannya (John Austin dan Van Kan).
    5) Teori Peace (Damai Sejahtera)
    Hukum harus dapat menciptakan kedamaian dan kesejahteraan bukan sekadar ketertiban. Dalam situasi damai sejahtera, hukum melindungi kepentingan-kepentingan manusia baik secara materiil maupun immateril dari perbuatan-perbuatan yang merugikan (Peter Mahmud Marzuki).

    Tujuan hukum adalah menghendaki adanya keseimbangan kepentingan,ketertiban,keadilan, ketentraman, kebahagiaan ,damai sejahtera setiap manusia dan agar setiap kepentingan baik secara individual atau kelompok agar tidak dapat diganggu orang atau kelompok lain, serta terciptanya kebenaran dan keadilan dunia.

    8. Apa pendapat saudara tentang hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat, berikan juga contohnya.
    Jawaban :
    FUNGSI HUKUM

    1. Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat. Hukum sbg petunjuk bertingkah laku untuk itu masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum sehingga fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyarakat dapat direalisir.

    2. Hukum sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial lahir batin. Hukum yg bersifat mengikat, memaksa dan dipaksakan oleh alat negara yang berwenang membuat orang takut untuk melakukan pelanggaran karena ada ancaman hukumanya (penjara, dll) dan dapat diterapkan kepada siapa saja. Dengan demikian keadilan akan tercapai.

    3. Hukum berfungsi sebagai alat penggerak pembangunan karena ia mempunyai daya mengikat dan memaksa dapat dimamfaatkan sebagai alat otoritas untuk mengarahkan masyarakat ke arah yg maju.

    4. Hukum berfungsi sebagai alat kritik. Fungsi ini berarti bahwa hukum tidak hanya mengawasi masyarakat semata-mata tetapi berperan juga untuk mengawasi pejabat pemerintah, para penegak hukum, maupun aparatur pengawasan sendiri. Dengan demikian semuanya harus bertingkah laku menurut ketentuan yg berlaku dan masyarakt pun akan merasakan keadilan.

    5. Hukum berfungsi sebagai sarana untuk menyelesaikan pertingkaian.
    Contohnya adalah kasus tanah.

    9. Menurut Utrecht orang taat kepada hukum karena orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu dirasakan sebagai hukum. Mereka benar-benar berkepentingan akan berlakunya peraturan tersebut. Coba saudara jelaskan apa maksudnya !
    Jawaban :
    Dikarenakan kebanyakan masyarakat menganggap peraturan hukum secara rasional semata. Penerimaan rasional ini sebagai akibat adanya sanksi hukum. Agar tidak mendapatkan kesukaran2 orang memilih untuk taat saja pada peraturan hukum karena melanggar hukum mendapat sanksi hukum.

    10. Apa yang dimaksud dengan sumber hukum materil dan formil ? dan sebutkan sumber-sumber hukum formil ? serta bedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan !
    Jawaban :
    1. Sumber Hukum dalam arti material, yaitu: suatu keyakinan/ perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum. Dengan demikian keyakinan/ perasaan hukum individu (selaku anggota masyarakat) dan juga pendapat umum yang merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan hukum.

    2. Sedangkan sumber hukum dalam arti Formal, yaitu: bentuk atau kenyataan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku. Jadi karena bentuknya itulah yang menyebabkan hukum berlaku umum, diketahui, dan ditaati.
    Adapun yang termasuk sumber hukum dalam arti formal adalah :
    1) Undang-undang
    2) Kebiasaan atau hukum tak tertulis
    3) Yurisprudensi
    4) Traktat
    5) Doktrin

    1) Undang-undang
    Dilihat dari bentuknya, hukum dibedakan menjadi:
    (a). Hukum tertulis
    (b). Hukum tidak tertulis
    Undang-undang merupakan salah satu contoh dari hukum tertulis. Jadi, Undang-undang adalah peraturan negara yang dibentuk oleh alat perlengkapan negara yang berwenang untuk itu dan mengikat masyarakat umum.
    Dari definisi undang-undang tersebut, terdapat 2 (dua) macam pengertian:
    a. Undang-undang dalam arti materiil, yaitu: setiap peraturan yang dikeluarkan oleh Negara yang isinya langsung mengikat masyarakat umum. Misalnya:
    Ketetapan MPR, Peraturan pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU), Keputusan Presiden (KEPRES), Peraturan Daerah (PERDA), dll
    b. Undang-undang dalam arti formal, yaitu: setiap peraturan negara yang karena bentuknya disebut Undang-undang atau dengan kata lain setiap keputusan/peraturan yang dilihat dari cara pembentukannya. Di Indonesia, Undang-undang dalam arti formal dibuat oleh Presiden dengan persetujuan DPR(lihat pasal 5 ayat 1 UUD 45).
    Perbedaan dari kedua macam Undang-undang tersebut terletak pada sudut peninjauannya. Undang-undang dalam arti materiil ditinjau dari sudut isinya yang mengikat umum, sedangkan undang-undang dalam arti formal ditinjau segi pembuatan dan bentuknya. Oleh karena itu untuk memudahkan dalam membedakan kedua macam pengertian undang-undang tersebut, maka undang-undang dalam arti materiil biasanya digunakan istilah peraturan, sedangkan undang-undang dalam arti formal disebut dengan undangundang.

  22. nama :nova evanti
    prodi :pengantar ilmu hukum

    jawaban

    1.ilmu hukum adalah pengetahuan yang berisi bagian-bagian penting dari hukum serta komponen pendukung didalamnya sedangkan pengantar ilmu hukum adalah dasar pembelajaran lebih lanjut tentang ilmu hukum

    2.-ilmu tentang kaidah yaitu ilmu/pembelajaran mengenai ketentuan atau aturan hukum
    -ilmu tentang pengertian yaitu dasar-dasar terbentuknya atau pengertian dari hukum
    -ilmu kenyatan yaitu bagaimna keadaan atau penerapan ilmu hukum di dunia nyata

    3.hukum di perlukan di masyarakat agar dapat digunakan apabila di dalam masyarakat terdapat pelanggaran aturan yang berlaku di masyakat

    4.hukum adalah norma-norma atau aturan yang berlaku di dalam masyarakat
    ciri hukum;adanya printah atau larangan dan harus di patuhi serta pemberian sanksi bagi pelanggarnya yang bersifatnya di tunjukan oleh orang yang terkena hukuman sentiasa masih berlaku bagi pristiwa yang di aturnya.
    hukum berfungsi sebagai alat ketertiban 2 keteraturan masyarakat

    5.-arti ketentuan penguasa adalah pertangkat-perangkat tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang
    -arti sikap tindakan adalah hukum sebagai prilaku yang ajeg/sikap tindakannya yang teratur

    6.-keadilan hukum bahwa keadilan merupakan salah satu tujuan dari hukum selain dari kepastian hukum itu sendiri dan juga kemanfaatan hukum.
    -kemanfaatan hukum bahwa tujuan hukum semata-mata untuk memberikan kemanfaatan atau kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi sebanyak-banyaknya warga masyarakat
    -kepastian hukum secara normatif adalah ketika suatu peraturan dibuat dan diundangkan secara pasti karena mengatur secara jelas dan logis.

    7.teori etis
    teori utilitas
    teori campuran
    teori normatif dogmatif
    teori peace{damai sejahtera}
    menurut saya kelima teori di atas masih belum sejalan dengan kondisi indonesia karna penegakan hukum di indonesia masih sangat rendah,banyaknya penegakan hukum yang mementingkan kepentingan pribadi di bandingkan kepentingan rakyat

    8.sebagai petunjuk tingkah laku sebagai masyarakat bisa tertib khususnya untuk lalu lintas denagan adanya keteraturan masyarakat sehingga mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas
    contohnya:mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengunakan helm saat berpergian

    9.maksudna adalah masyarakat harus mengikuti praturan yang telah di tetapkan agar masyarakat bisa merasa aman dan sejahtrera

    10.-materil yaitu persamaan huku7m individu dan pendapatan hukum yang menentukan isi hukum
    -formil yaitu bentuk kenyataan dimana kita dapat menentukan hukum yang berlaku
    -UUD
    -kebiasaan atau hukum tak tertulis
    -yurisprudensi
    -traktat
    -doktrin

    kebiasaan adalah keteraturan yang tidak di tetapkan oleh pemerintah tetapi di taati oleh masyarakat karna di yakini masyarakat sebagai hukum.

    terimakasih-_-

  23. 1.Apa yang saudara ketahui tentang ilmu hukum dan pengantar ilmu hukum ?
    Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang objeknya hukum. Ilmu hukum juga mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. ilmu hukum mempelajari semua seluk beluk mengenai hukum. sedangkan pengantar ilmu hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar (introduction atau inleiding) dalam mempelajari ilmu hukum. PIH merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum. Tujuan Pengantar Imu Hukum adalah menjelaskan tentang keadaan, inti dan maksud tujuan dari bagian-bagian penting dari hukum, serta pertalian antara berbagai bagian tersebut dengan ilmu pengetahuan hukum.

    2.Ilmu hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan. Coba saudara jelaskan maksudnya ?
    Ilmu tentang kaidah hukum ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan pada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya. Misalkan perumusan, pembagian menurut macam, wujud, sifat, esensi, eksistensi, tujuan dan sebagainya. Dalam kehidupan bermasyarakat tersebut manusia mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan. Untuk itu diperlukan hubungan atau kontak antara anggota masyarakat dalam rangka mencapai tujuannya dan melindungi kepentingannya. Sebagai pribadi manusia yang pada dasarnya dapat bebuat menurut kehendaknya secara bebas. Akan tetapi dalam kehidupan masyarakat, kebebasan tersebut dibatasi oleh ketentuan-ketentuan atau kaidah-kaidah yang mengatur tingkah laku dan sikap tindak mereka. Dengan demikian kaidah atau norma adalah ketentuan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat. Kaidah sendiri berasal dar bahasa Arab dan norma berasal dari bahasa Latin yang berarti ukuran.
    Ilmu tentang pengertian adalah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan tentang pengertian-pengertian dasar yang terdapat dalam ruang lingkup ilmu hukum. Di dalamnya terdapat masyarakat hukum, subyek hukum, objek hukum, hubungan hukum serta hak dan kewajiban.
    •Masyarakat Hukum adalah sekelompok orang yang hidup dalam suatu wilayah tertentu di mana di dalam kelompok tersebut berlaku suatu rangkaian peraturan yang menjadi tingkah laku bagi setiap kelompok dalam pergaulan hidup mereka.
    •Subyek Hukum adalah sesuatu yang menurut hukum berhak atau berwenang untuk melakukan perbuatan hukum, atau siapa yang mempunyai hak dan cakap untuk bertindak dalam hukum.
    •Obyek Hukum adalah sesuatu yang berguna bagi subyek hukum (manusia/badan hukum) dan yang dapat menjadi pokok permasalahan dan kepentingan bagi para subyek hukum, oleh karenanya dapat dikuasai oleh subyek hukum.
    •Hubungan Hukum adalah hubungan antara dua atau lebih subyek hukum. Dalam hubungan hukum ini hak dan kewajiban pihak yang satu berhadapan dengan hak dan kewajiban pihak lain.
    •hak dan kewajiban adalah setiap perbuatan manuasia yang dilakukan dengan sengaja untuk menimbulkan hak dan kewajiban. Perbuatan hukum adalah setiap perbuatan subyek hukum, karena akibat itu bisa dianggap sebagai kehendak dari yang melakukan hukum.
    •Bukan perbuatan hukum adalah perbuatan yang akibatnya tidak dikehendaki oleh yang bersangkutan. Akibat hukum adalah suatu akibat yang timbul karena tindakan.
    Ilmu tentang kenyataan adalah suatu cabang atau bagian dari ilmu yang khusus mengajarkan kepada kita perihal berbagai kenyataan dalam hubungan dan segala pengaruhnya dengan hukum seperti yang diajarkan dalam antropologi hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, sejarah hukum, dan perbandingan hukum.
    Antropologi Hukum adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari pola-pola sengketa dan penyelesaiannya pada masyarakat-masyarakat sederhana, maupun masyarakat yang sedang mengalami proses perkembangan dan pembangunan.
    Sosiologi Hukum adalah suatu cabang ilmu yang secara empiris dan analitis mempelajari hubungan timbal balik antara hukum sebagai gejala sosial dengan gejala-gejala sosial lainnya.
    Psikologi Hukum adalah suatu cabang pengetahuan yang mempelajari hukum sebagai suatu perwujudan dari perkembangan jiwa manusia. Psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia. Suatu kenyataan bahwa slah satu yang menonjol pada hukum adalah penggunaanya secara sadar sebagai alat untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Dengan demikian sadar atau tidak, hukum telah memasuki bidang psikologi.
    Sejarah Hukum adalah suatu bidang studi hukum, yang mempelajari perkembangan dan asal usul sistem hukum dalam suatu masyarakat tertentu, dan membandingkan antara hukum yang berbeda karena dibatasi oleh perbedaan waktu.
    Perbandingan Hukum adalah ilmu pengetahuan yang usianya relatif muda. Dari sejarahnya kita ketahui bahwa perbandingan hukum sejak dulu dipergunakan orang, tetapi barua secara insidental. Perbandinagn hukum baru berkembang secara nyata pada akhir abad ke 20. Lebih-lebih sekarang, di mana negara-negara di dunia mempunyai saling ketergantungan dan saling membutuhkan hubungan yang erat. Karena dengan perbandingan hukum dapat diketahui jiwa serta pandangan hidup bangsa lain termasuk hukumnya, dan dapat mengetahui hukumnya, sengketa dan kesalah pahaman dapat dihindari.

    3.Jelaskan secara singkat, mengapa hukum diperlukan oleh masyarakat ? (hubungkan jawaban saudara dengan ungkapan ubi societes ibi ius dan kaidah-kaidah sosial yang berlaku di masyarakat ) !
    3.Hukum di perlukan dalam masyarakat karena hukum itu adalah aturan yang berguna untuk mewujudkan ketertiban di masayarakat. Seperti ungkapan ubi societes ibi ius (di mana ada masyarakat di situ ada hukum ). Hubungan antara masyarakat dengan hukum tidak bisa dipisahkan, karena sejatinya hukum itu sendiri diciptakan untuk mengatur kehidupan masyarakat. Apabila ada seorang manusia yang hidup di suatu tempat yang tidak berpenduduk, dan dia hidup sendiri di tempat itu, maka dapat dipastikan tidak ada hukum di wilayah tersebut. Karena seseorang tadi bebas melakukan apapun yang ia kehendaki.

    4.Banyak pendapat para ahli tentang definisi hukum. Dari pendapat-pendapat tersebut menurut pendapat saudara apa sebenarnya hukum itu ? Sebutkan ciri dan sifat hukum tersebut ?
    Hukum adalah keseluruhan norma yang ada dalam masyarakat atau dianggap sebagai peraturan, dengan tujuan untuk mengadakan suatu mengikat bagi sebagian atau seluruh tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut.
    ciri – ciri hukum :
    1.Adanya perintah dan/atau larangan. Artinya, peraturan hukum itu mungkin berupa perintah dan mungkin pula berupa larangan, atau mungkin pula kedua-duanya.
    2.Adanya keharusan untuk menaati peraturan hukum. Kewajiban ini berlaku bagi siapa saja.
    Sifat Hukum
    • Mengatur, hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat
    • Memaksa, hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas

    5.Bedakan antara hukum dalam arti ketentuan penguasa dengan hukum dalam arti sikap tindak ?
    5.Hukum dalam arti ketentuan penguasa adalah perangkat-peraturan peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang. Contoh: kepres, UU, perda, kepmen, sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak adalah hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional. Dalam hal ini sering disebut hukum sebagai suatu kebiasaan (hukum kebiasaan).

    6.Menurut Gustav Radbruch ada 3 nilai-nilai dasar hukum, sebutkan ? dan jelaskan hubungannya dengan keabsahan berlakunya hukum ?
    1. keadilan hukum, bahwa keadilan merupakan salah satu tujuan dari hukum selain dari kepastian hukum itu sendiri dan juga kemanfaatan hukum. Sedangkan makna keadilan itu sendiri masih menjadi perdebatan. Namun keadilan itu terkait dengan pendistribusian yang merata antara hak dan kewajiban. Selanjutnya, hukum tidak ada untuk diri dan keperluannya sendiri melainkan untuk manusia, khususnya kebahagiaan manusia. Hukum tidak memilki tujuan dalam dirinya sendiri. Hukum adalah alat untuk menegakkan keadilan dan menciptakan kesejahteraan sosial. Tanpa keadilan sebagai tujuan ultimumnya, hukum akan terperosok menjadi alat pembenar kesewenang-wenangan mayoritas atau pihak penguasa terhadap minoritas atau pihak yang dikuasai. Itulah sebabnya maka fungsi utama dari hukum pada akhirnya menegakkan keadilan.
    2.kemanfaatan hukum, bahwa tujuan hukum semata-mata untuk memberikan kemanfaatan atau kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi sebanyak-banyaknya warga masyarakat. Penanganannya didasarkan pada filsafat sosial, bahwa setiap warga masyarakat mencari kebahagiaan, dan hukum merupakan salah satu alatnya.
    3. kepastian hukum. Kepastian hukum merupakan pertanyaan yang hanya bisa dijawab secara normatif, bukan sosiologis. Kepastian hukum secara normatif adalah ketika suatu peraturan dibuat dan diundangkan secara pasti karena mengatur secara jelas dan logis. Jelas dalam artian tidak menimbulkan keragu-raguan (multi-tafsir) dan logis dalam artian ia menjadi suatu sistem norma dengan norma lain sehingga tidak berbenturan atau menimbulkan konflik norma. Konflik norma yang ditimbulkan dari ketidakpastian aturan dapat berbentuk kontestasi norma, reduksi norma atau distorsi norma.

    7.Ada 5 teori tujuan hukum. Bagaimana menurut pendapat saudara tentang tujuan hukum tersebut jika dihubungkan dengan kondisi negara Indonesia saat ini ?
    1. Teori etis (etische theorie)
    Teori ini mengajarkan bahwa hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan. Menurut teori ini, isi hukum semata-mata harus ditentukan oleh kesadaran etis kita mengenai apa yang adil dan apa yang tidak adil. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles filsuf Yunani dalam bukunya Ethica Nicomachea dan Rhetorica yang menyatakan ”hukum mempunyai tugas yang suci yaitu memberi kepada setiap orang yang berhak menerimanya”. Selanjutnya Aristoteles membagi keadilan dalam 2 jenis, yaitu :Keadilan distributif, yaitu keadilan yang memberikan kepada setiap orang jatah menurut jasanya. Artinya, keadilan ini tidak menuntut supaya setiap orang mendapat bagian yang sama banyaknya atau bukan persamaannya, melainkan kesebandingan berdasarkan prestasi dan jasa seseorang. Keadilan komutatif, yaitu keadilan yang memberikan kepada setiap orang jatah yang sama banyaknya tanpa mengingat jasa masing-masing. Artinya hukum menuntut adanya suatu persamaan dalam memperoleh prestasi atau sesuatu hal tanpa memperhitungkan jasa masing-masing. Keadilan menurut Aristoteles bukan berarti penyamarataan atau tiap-tiap orang memperoleh bagian yg sama.
    2. Teori utilitas
    Menurut teori ini, tujuan hukum ialah menjamin adanya kemamfaatan atau kebahagiaan sebanyak-banyaknya pada orang sebanyak-banyaknya. Pencetus teori ini adalah Jeremy Betham. Dalam bukunya yang berjudul “introduction to the morals and legislation” berpendapat bahwa hukum bertujuan untuk mewujudkan semata-mata apa yang berfaedah/mamfaat bagi orang.
    3. Teori campuran
    Teori ini dikemukakan oleh Muckhtar Kusmaatmadja bahwa tujuan pokok dan pertama dari hukum adalah ketertiban. Di samping itu tujuan lain dari hukum adalah tercapainya keadilan yang berbeda-beda isi dan ukurannya menurut masyarakat dan zamannya.
    4. Teori normatif-dogmatif
    Menurut tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum (John Austin dan van Kan). Arti kepastian hukum disini adalah adanya melegalkan kepastian hak dan kewajiban.
    Van Kan berpendapat tujuan hukum adalah menjaga setiap kepentingan manusia agar tidak diganggu dan terjaminnya kepastiannya.
    5. Teori Peace (damai sejahtera)
    Menurut teori ini dalam keadaan damai sejahtera (peace) terdapat kelimpahan, yang kuat tidak menindas yang lemah, yang berhak benar-benar mendapatkan haknya dan adanya perlindungan bagi rakyat. Hukum harus dapat menciptakan damai dan sejahtera bukan sekedar ketertiban.

    8.Apa pendapat saudara tentang hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat, berikan juga contohnya.
    Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat.maksudnya Hukum sebagai petunjuk bertingkah laku untuk itu masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum sehingga fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyarakat dapat berjalan sesuai dengan yang di harapkan.

    9.Menurut Utrecht orang taat kepada hukum karena orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu dirasakan sebagai hukum. Mereka benar-benar berkepentingan akan berlakunya peraturan tersebut. Coba saudara jelaskan apa maksudnya !
    yaitu karena orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu dirasakan sebagai hukum supaya ada rasa ketentraman dan karena adanya paksaan ( sanksi ) sosial.

    10.Apa yang dimaksud dengan sumber hukum materil dan formil ? dan sebutkan sumber-sumber hukum formil ? serta bedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan !
    Sumber Hukum Materiil adalah tempat dari mana materiil itu diambil. Sumber hukum materiil ini merupakan faktor yang membantu pembentukan hukum, misalnya hubungan social, hubungan kekuatan politik, situasi social ekonomis, tradisi (pandangan keagamaan, kesusilaan), hasil penelitian ilmiah (kriminologi, lalulintas), perkembangan internasional, keadaan geografis, dll. Sedangkan Sumber Hukum Formal, merupakan tempat atau sumber dari mana suatu peraturan memperoleh kekuatan hukum. Hal ini berkaitan dengan bentuk atau cara yang menyebabkan peraturan hukum itu formal berlaku. Yang diakui umum sebagai sumber hukum formal ialah UU, perjanjian antar Negara, yurisprudensi dan kebiasaan.

    Yang termasuk Sumber-sumber Hukum Formal adalah :
    a. Undang-undang;
    b. Kebiasaan;
    c. Traktat atau Perjanjian Internasional;
    d. Yurisprudensi;
    e. Doktrin.

  24. Nama : Rahmat nazri
    Semester 1
    Fakultas Hukum

    1.Jawab : Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum. Ilmu hukum mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. Ilmu hukum objeknya hukum itu sendiri. Demikian luasnya masalah yang dicakup oleh ilmu ini, sehingga sempat memancing pendapat orang untuk mengatakan bahwa “batas-batasnya tidak bisa ditentukan” Sedangkan Pengantar Ilmu Hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum. Dapat pula dikatakan bahwa PIH merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar tentang sendi-sendi utama ilmu hukum.

    2. Ilmu tentang kaidah yaitu ilmu yang menelah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah dengan dogmatik hukum dan sistimatik hukum
    ilmu pengertian adalah ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti misalnya subjek hukum, hak dan kewajiban peristiwa hukum hubungan hukum dan objek hukum
    ilmu tentang kenyataan yaitu perilaku sikap tindak yang antara lain mencangkup sosiologi hukum antropologi hukum fisikologi hukum, perbandingan hukum dan sejarah hukum.

    3. Hukum di dalam masyarakat merupakan tuntutan, mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidup manusia tanpa atau di luar masyarakat. Maka manusia, masyarakat, dan hukum merupakan pengertian yang tidak bisa dipisahkan. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat, diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar-manusia dalam bermasyarakat. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur. Akan tetapi, mempertegas lembaga-lembaga hukum mana yang melaksanakannya.

    Hukum yang baik adalah sesuai dengan hukum yang hidup (The Living Law) dalam masyarakat, yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.

    Manusia dan hukum adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan dalam ilmu hukum, terdapat ungkapan terkenal yang berbunyi: “Ubi Societes Ibi Ius (di mana ada masyarakat di situ ada hukum).” Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat. Maka akan selalu dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai “semen perekat” atas berbagai komponen pembentuk dari masyarakat itu, dan yang berfungsi sebagai “semen perekat” tersebut adalah hukum.

    Untuk mewujudkan keteraturan, maka mula-mula manusia membentuk suatu struktur tatanan (organisasi) di antara dirinya yang dikenal dengan istilah tatanan sosial (social order) yang bernama masyarakat. Guna membangun dan mempertahankan tatanan sosial masyarakat yang teratur. Maka manusia membutuhkan pranata pengatur yang terdiri dari dua hal: aturan (hukum) dan si pengatur(kekuasaan).

    Ketika Manusia sudah ada hubungan dengan hukum. Hal yang harus dilakukan manusia untuk terbebas dari jerat hukum adalah memperbaiki nilai dan moral. Karena ketika nilai dan moral sudah bagus, dorongan untuk melakukan kejahatan secara perlahan akan menghilang.

    4. Hukum itu adalah menghendaki adanya keseimbangan kepentingan,ketertiban,keadilan,ketentraman,kemanfaatan,kebahagiaansetiapmanusia dan inti tujuan hukum adalah agar dapat tercipta kebenaran dan keadilan.
    Ciri2 hukum :
    1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
    2. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib
    3. Peraturan itu bersifat memaksa
    4. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas
    5. Berisi perintah dan atau larangan
    6. Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    Sifat hukum:
    1. Mengatur
    2. memaksa

    5. Hukum dalam arti penguasa adalah perangkat peraturan tertulis melalui pemerintah melalui badan badan yang berwenang sedangkan hukum dalam arti sikap tindak sebagai prilaku yang aje atas sikap tindak yang teratur, hukum menjadi budaya.

    6. Mengenai keadilan:
    -Hukum sebagai pengemban nilai keadilan, nilai keadilan juga menjadi dasar dari hukum sebagai hukum.
    – Keadilan memiliki sifat normatif sekaligus

  25. NAMA : HERWIN KURNIADI

    NIM : 301151010017

    1. Apa yang saudara ketahui tentang ilmu hukum dan pengantar ilmu hukum ?

    ilmu yang berusaha menelaah hukum. Ilmu pengetahuan yang objeknya ilmu itu sendiri, sehingga Dengan demikian maka ilmu hukum akan mempelajari semua seluk beluk mengenai hukum, misalnya mengenai asal mula, wujud, asas-asas, sistem, macam pembagian, sumber-sumber, perkembangan, fungsi dan kedudukan hukum di dalam masyarakat. Sedangkan pengantar ilmu hukum mata kuliah dasar yang merupakan pengantar (introduction atau inleiding) dalam mempelajari ilmu hukum.

    2. Ilmu hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan. Coba saudara jelaskan maksudnya ?

    Bahwa Hukum itu tidak hanya sebagai alat untuk memberi legitimasi atau legalitas atas apa yang terjadi, tetapi hukum juga mengarahkan atau bahkan dapat mengubah pola yang ada di masyarakat sesuai dengan ide atau nilai yang menjadi tujuan dari hukum itu. Di sisi lain hukum merupakan upaya membadankan ideal-ideal tertentu dengan tetap berpijak pada karakteristik kenyataan sosial masyarakatnya. Hukum disamping harus sesuai dengan nilai ideal juga harus dapat diterima secara sosiologis.

    3. Jelaskan secara singkat, mengapa hukum diperlukan oleh masyarakat ? (hubungkan jawaban saudara dengan ungkapan ubi societes ibi ius dan kaidah-kaidah sosial yang berlaku di masyarakat ) !

    seperti yang kita ketahui bahwa arti dari ungkapan ubi societes ibi ius adalah dimana ada masyarakat disitu ada hukum. Dan kaitannya dengan kaidah sosial yang berlaku dimasyarakat adalah bahwa hukum itu sesungguhnya adalah produk otentik dari masyarakat itu sendiri yang merupakan kristalisasi dari naluri, perasaan, kesadaran, sikap, perilaku, kebiasaan, adat, nilai, atau budaya yang hidup di masyarakat. Suatu masyarakat yang menetapkan tata hukumnya bagi masyarakat itu sendiri dalam berlakunya tata hukum itu. Dan Pada akhirnya dengan adanya hukum masyarakat akan hidup aman, tentram, damai, adil dan makmur.

    4 Banyak pendapat para ahli tentang definisi hukum. Dari pendapat-pendapat tersebut menurut pendapat saudara apa sebenarnya hukum itu ?

    Sebukan ciri dan sifat hukum tersebut ? hukum adalah salah satu norma atau kaidah semua asas yang ada dalam masyarakat, di awasi oleh undang undang dan hukum tersebut juga merupakan tuntutan Allah atau tuhan yang menyangkut perintah dan larangan bagi setiap orang yang melanggar norma tersebut akan mendapati sanksi yang lebih tegas
    .
    Ciri-ciri hukum adalah

    1. Adanya perintah dan atau larangan. Artinya, peraturan hukum tersebut bisa berupa perintah dan berupa suatu larangan, atau mungkin pula kedua-duanya.
    2. Adanya keharusan untuk menaati peraturan hukum. Kewajiban ini berlaku bagi setiap orang.

    Sifat-sifat hukum adalah
    1. Mengatur, karena hukum memuat peraturan-peraturanberupa perintah dan larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat.

    2. Memaksa, karena hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Dan apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas.

    5. Bedakan antara hukum dalam arti ketentuan penguasa dengan hukum dalam arti sikap tindak ? hukum dalam arti ketentuan penguasa yaitu Hukum sebagai keputusan penguasa, yakni hasil proses diskresi yang menyangkut keputusan penguasa. Sedangkan hukum dalam arti sikap tindak yaitu perikelakuan atau sikap tindak yang diulang-ulang dengan cara yang sama, yang bertujuan untuk mencapai kedamaian.

    6 Menurut Gustav Radbruch ada 3 nilai-nilai dasar hukum, sebutkan ? dan jelaskan hubungannya dengan keabsahan berlakunya hukum ?

    menurut gustav radbruch ada tiga nilai-nilai dasar hukum yaitu : keadilan, kepastian dan kemanfaatan.
    : Pelaksanaan atau praktek hukum di Negeri ini tidak hanya terletak pada aparat penegak hukum, tetapi juga karena diakibatkan oleh kerancuan opini publik dalam mengartikan atau mendefenisikan pengertian 3 substansi hukum yakni keadilan, kemanfaatan, serta kepastian hukum. Hal ini bukanlah sesuatu yang baru di masyarakat kita, akan tetapi sudah menjadi konsumsi publik dimana di dalamnya terdapat perbedaan persepsi atau pandangan mengenai eksistensi penerapan hukum di Indonesia.

    Sebagaimana diketahui bersama bahwa tiga (3) nilai-nilai dasar yang dikemukakan di atas dikemukakan oleh Gustav Radbuch dimana orientasinya adalah untuk menciptakan harmonisasi pelaksanaan hukum termasuk salah satunya adalah di Indonesia tentunya. Sebagaimana yang menjadi tujuan hukum adalah untuk mengayomi manusia baik secara aktif maupun secara pasif. Secara aktif dimaksudkan sebagai upaya untuk menciptakan suatu kondisi kemasyarakatan yang manusia dalam proses yang berlangsung secara wajar. Sedangkan yang dimaksud secara pasif adalah mengupayakan pencegahan atas upaya yang sewenang-wenang dan penyalahgunaan hak secara tidak adil. Usaha mewujudkan pengayoman ini termasuk di dalamnya diantaranya adalah mewujudkan ketertiban dan keteraturan, mewujudkan kedamaian sejati, mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat, mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat
    .
    Namun, dalam prakteknya terkadang masyarakat tidak merasa puas dan bahkan menganggap bahwa hukum di Indonesia tidak membawa keadilan bagi masyarakatnya dan lebih ironisnya lagi menganggap bahwa hukum tersebut hanyalah berpihak pada golongan tetentu yang tentunya unggul dalam berbagai aspek, seperti aspek ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Kondisi ini menunjukkan bahwa ternyata praktek hukum di Negeri ini belum memberikan kepuasaan terhadap masyarakatnya atau yang menjadi obyek hukum itu sendiri yang memang sangat kontradiksi dengan tujuan hukum yang ideal.

    Nilai dasar yang pertama adalah keadilan hukum, sebagaimana dikemukakan Prof. Dr. H. Muchsin, SH, bahwa keadilan merupakan salah satu tujuan dari hukum selain dari kepastian hukum itu sendiri dan juga kemanfaatan hukum. Sedangkan makna keadilan itu sendiri masih menjadi perdebatan. Namun keadilan itu terkait dengan pendistribusian yang merata antara hak dan kewajiban. Demikian sentral dan dominan kedudukan dan peranan dari nilai keadilan bagi hukum, sehingga Gustav Radbruch menyatakan ” rechct ist wille zur gerechtigkeit” (hukum adalah kehendak demi untuk keadilan). Sedangkan Soejono K.S mendefinisikan keadilan adalah keseimbangan batiniah dan lahiriah yang memberikan kemungkinan dan perlindungan atas kehadiran dan perkembangan kebenaran yang beriklim toleransi dan kebebasan.

    Selanjutnya, hukum tidak ada untuk diri dan keperluannya sendiri melainkan untuk manusia, khususnya kebahagiaan manusia. Hukum tidak memilki tujuan dalam dirinya sendiri. Hukum adalah alat untuk menegakkan keadilan dan menciptakan kesejahteraan sosial. Tanpa keadilan sebagai tujuan ultimumnya, hukum akan terperosok menjadi alat pembenar kesewenang-wenangan mayoritas atau pihak penguasa terhadap minoritas atau pihak yang dikuasai. Itulah sebabnya maka fungsi utama dari hukum pada akhirnya menegakkan keadilan.

    Keadilan merupakan salah satu tujuan hukum yang paling banyak dibicarakan sepanjang perjalanan sejarah filsafat hukum. Tujuan hukum bukan hanya keadilan, tetapi juga kepastian hukum dan kemanfaatan hukum. Idealnya, hukum memang harus mengakomodasikan ketiganya. Putusan hakim misalnya, sedapat mungkin merupakan resultant dari ketiganya. Sekalipun demikian, tetap ada yang berpendapat, bahwa di antara ketiga tujuan hukum tersebut, keadilan merupakan tujuan hukum yang paling penting, bahkan ada yang berpendapat, bahwa keadilan adalah tujuan hukum satu-satunya. Hubungannya degan hal tersebut, maka Plato (428-348 SM) pernah menyatakan, bahwa negara ideal apabila didasarkan atas keadilan, dan keadilan baginya adalah keseimbangan dan harmoni. Harmoni di sini artinya warga hidup sejalan dan serasi dengan tujuan negara (polis), di mana masing-masing warga negara menjalani hidup secara baik sesuai dengan kodrat dan posisi sosialnya masing-masing.

    Namun di lain sisi, pemikiran kritis memandang bahwa keadilan tidak lain sebuah fatamorgana, seperti orang melihat langit yang seolah-olah kelihatan, akan tetapi tidak pernah menjangkaunya, bahkan juga tidak pernah mendekatinya. Walaupun demikian, haruslah diakui, bahwa hukum tanpa keadilan akan terjadi kesewenang-wenangan. Sebenarnya keadilan dan kebenaran merupakan nilai kebajikan yang paling utama, sehingga nilai-nilai ini tidak bisa ditukar dengan nilai apapun. Dari sisi teori etis ini, lebih mengutamakan keadilan hukum dengan mengurangi sisi kepastian hukum dan kemanfaatan hukum, seperti sebuah bandul (pendulum) jam. Mengutamakan keadilan hukum saja, maka akan berdampak pada kurangnya kepastian hukum dan kemanfaatan hukum, demikian juga sebaliknya.

    Kemudian nilai dasar yang kedua adalah kemanfaatan hukum. Penganut aliran utilitas menganggap bahwa tujuan hukum semata-mata untuk memberikan kemanfaatan atau kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi sebanyak-banyaknya warga masyarakat. Penanganannya didasarkan pada filsafat sosial, bahwa setiap warga masyarakat mencari kebahagiaan, dan hukum merupakan salah satu alatnya. Salah seorang tokoh aliran utilitas yang paling radikal adalah Jeremy Benthan (1748-1832) yakni seorang filsuf, ekonom, yuris, dan reformer hukum, yang memiliki kemampuan untuk memformulasikan prinsip kegunaan/kemanfaatan (utilitas) menjadi doktrin etika, yang dikenal sebagai utilitarianism atau madzhab utilitis. Prinsip utility tersebut dikemukakan oleh Bentham dalam karya monumentalnya Introduction to the Principles of Morals and Legislation (1789). Bentham mendefinisikannya sebagai sifat segala benda tersebut cenderung menghasilkan kesenangan, kebaikan, atau kebahagiaan, atau untuk mencegah terjadinya kerusakan, penderitaan, atau kejahatan, serta ketidakbahagiaan pada pihak yang kepentingannya dipertimbangkan. Aliran utilitas menganggap bahwa pada prinsipnya tujuan hukum itu hanyalah untuk menciptakan kemanfaatan atau kebahagiaan masyarakat. Aliran utilitas memasukkan ajaran moral praktis yang menurut penganutnya bertujuan untuk memberikan kemanfaatan atau kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin warga masyarakat. Bentham berpendapat, bahwa negara dan hukum semata-mata ada hanya untuk manfaat sejati, yaitu kebahagiaan mayoritas rakyat.
    Akan tetapi, konsep utilitas pun mendapatkan ktitikan tajam seperti halnya yang dialami oleh nilai pertama di atas, sehingga dengan adanya kritik-kritik terhadap prinsip kemanfaatan hukum tersebut, maka John Rawls, mengembangkan sebuah teori baru yang menghindari banyak masalah yang tidak terjawab oleh utilitarianism. Teori kritikan terhadap utilitas dinamakan teori Rawls atau justice as fairness (keadilan sebagai kejujuran).

    Selanjutnya adalah nilai dasar yang ketiga yakni kepastian hukum. Kepastian hukum merupakan pertanyaan yang hanya bisa dijawab secara normatif, bukan sosiologis. Kepastian hukum secara normatif adalah ketika suatu peraturan dibuat dan diundangkan secara pasti karena mengatur secara jelas dan logis. Jelas dalam artian tidak menimbulkan keragu-raguan (multi-tafsir) dan logis dalam artian ia menjadi suatu sistem norma dengan norma lain sehingga tidak berbenturan atau menimbulkan konflik norma. Konflik norma yang ditimbulkan dari ketidakpastian aturan dapat berbentuk kontestasi norma, reduksi norma atau distorsi norma.
    Pemikiran mainstream beranggapan bahwa kepastian hukum merupakan keadaan dimana perilaku manusia, baik individu, kelompok, maupun organisasi, terikat dan berada dalam koridor yang sudah digariskan oleh aturan hukum. Secara etis, pandangan seperti ini lahir dari kekhawatiran yang dahulu kala pernah dilontarkan oleh Thomas Hobbes bahwa manusia adalah serigala bagi manusia lainnya (homo hominilupus). Manusia adalah makhluk yang beringas yang merupakan suatu ancaman. Untuk itu, hukum lahir sebagai suatu pedoman untuk menghindari jatuhnya korban.
    Kemudian muncul pengaruh pemikiran Francis Bacon di Eropa terhadap hukum pada abad XIX nampak dalam pendekatan law and order (hukum dan ketertiban). Salah satu pandangan dalam hukum ini mengibaratkan bahwa antara hukum yang normatif (peraturan) dapat dimuati ketertiban yang bermakna sosiologis. Sejak saat itu, manusia menjadi komponen dari hukum berbentuk mesin yang rasional dan terukur secara kuantitatif dari hukuman-hukuman yang terjadi karena pelanggarannya. Jadi kepastian hukum adalah kepastian aturan hukum, bukan kepastian tindakan terhadap atau tindakan yang sesuai dengan aturan hukum. Karena frasa kepastian hukum tidak mampu menggambarkan kepastian perilaku terhadap hukum secara benar-benar.
    Terkait dengan hubungan dari ketiga nilai dasar hukum yang telah disebutkan diatas, sekalipun sudah dijelaskan, namun diantara mereka dapat terjadi ketegangan satu sama lain. Ketegangan itu bisa dimengerti oleh karena ketiga-tiganya berisi tuntutan yang berlain-lainan yang satu sama lain mengandung potensi untuk bertentangan. Apabila diambil sebagai contoh kepastian hukum maka sebagai nilai ia segera menggeser nilai-nilai keadilan dan kegunaan kesamping. Menurut Radbruch, jika terjadi ketegangan antara nilai-nilai dasar tersebut, kita harus menggunakan dasar atau asas prioritas dimana prioritas pertama selalu jatuh pada nilai keadilan, baru nilai kegunaan atau kemanfaatan dan terakhir kepastian hukum. Ini menunjukkan bahwa Radbruch menempatkan nilai keadilan lebih utama daripada nilai kemanfaatan dan nilai kepastian hukum dan menempatkan nilai kepastian hukum dibawah nilai kemanfaatan hukum.

    7. Ada 5 teori tujuan hukum. Bagaimana menurut pendapat saudara tentang tujuan hukum tersebut jika dihubungkan dengan kondisi negara Indonesia saat ini ?

    Saat ini tidak mudah untuk memaparkan kondisi hukum di Indonesia tanpa adanya keprihatinan yang mendalam mendengar ratapan masyarakat yang terluka oleh hukum, dan kemarahan masyarakat pada mereka yang memanfaatkan hukum untuk mencapai tujuan mereka tanpa menggunakan hati nurani. Dunia hukum di Indonesia tengah mendapat sorotan yang amat tajam dari seluruh lapisan masyarakat, baik dari dalam negri maupun luar negri. Dari sekian banyak bidang hukum, dapat dikatakan bahwa hukum pidana menempati peringkat pertama yang bukan saja mendapat sorotan tetapi juga celaan yang luar biasa dibandingkan dengan bidang hukum lainnya. Bidang hukum pidana merupakan bidang hukum yang paling mudah untuk dijadikan indikator apakah reformasi hukum yang dijalankan di Indonesia sudah berjalan dengan baik atau belum. Hukum pidana bukan hanya berbicara tentang putusan pengadilan atas penanganan perkara pidana, tetapi juga meliputi semua proses dan sistem peradilan pidana. Proses peradilan berawal dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian dan berpuncak pada penjatuhan pidana dan selanjutnya diakhiri dengan pelaksanaan hukuman itu sendiri oleh lembaga pemasyarakatan. Semua proses pidana itulah yang saat ini banyak mendapat sorotan dari masyarakat karena kinerjanya, atau perilaku aparatnya yang jauh dari kebaikan. Dari kepolisian kita akan mendengar banyaknya kasus penganiayaan dan pemerasan terhadap seorang tersangka yang dilakukan oknum polisi pada saat proses penyidikan. Terakhir perihal kriminalisasi terhadap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Institusi kejaksaan juga tidak luput dari cercaan, dengan tidak bisa membuktikannya kesalahan seorang terdakwa di pengadilan, bahkan terakhir muncul satu kasus dimana jaksa gagal melaksanakan tugasnya sebagai penegak hukum yang baik setelah surat dakwaannya dinyatakan tidak dapat diterima. Adanya surat dakwaan yang tidak dapat diterima oleh majelis hakim, menunjukkan bahwa jaksa tersebut telah menjalankan tugasnya dengan dengan tidak profesioanl dan bertanggung jawab. Ironisnya tidak diterimanya surat dakwaan tersebut disebabkan karena hampir sebagian besar tanda tangan di berita acara pemeriksaan (BAP) merupakan tanda tangan palsu. Akhirnya proses pidana sampai di tangan hakim (pengadilan) untuk diputus apakah terdakwa bersalah atau tidak. Hakim sebagai orang yang dianggap sebagai ujung tombak untuk mewujudkan adanya keadilan, ternyata tidak luput juga dari cercaan masyarakat. Banyaknya putusan yang dianggap tidak adil oleh masyarakat telah menyebabkan adanya berbagai aksi yang merujuk pada kekecewaan pada hukum. Banyaknya kekecewaan terhadap pengadilan (hakim) ini terkait dengan merebaknya isu mafia peradilan yang terjadi di tubuh lembaga berlambang pengayoman tersebut. Institusi yang seharusnya mengayomi hukum ini sempat menyeret nama pimppinan tertingginya sebagai salah satu mafia peradilan. Meskipun kebenarannya sampai saat ini belum terbukti, namun kasus ini menunjukkan bahwa pengadilan masuk sebagai lembaga yang tidak dipercaya oleh masyarakat. Jika kita sudah tidak percaya lagi pada pengadilan, pada institusi mana lagi kita akan meminta keadilan di negri ini?
    Mafia peradilan ternyata tidak hanya menyeret nama hakim semata, tetapi justru sudah merebak sampai pegawai-pegawainya. Panitera pengadilan yang tugasnya tidak memutus perkara ternyata juga tidak luput dari jerat mafia suap. Bahkan kasus suap ini telah menyeret beberapa nama sampai ke pengadilan. Ironisnya mafia ini juga sampai ke tangan para wakil rakyat yang ada di kursi pemerintahan. Sungguh ironis sekali kenyataan yang kita lihat sampai hari ini, yang semakin membuat bopeng wajah hukum Indonesia.
    Uraian di atas menunjukkan betapa rusaknya hukum di Indonesia. Mungkin yang tidak mendapat sorotan adalah lembaga pemasyarakatan karena tidak banyak orang yang mengamatinya. Tetapi lembaga ini sebenarnya juga tidak dapat dikatakan sempurna. Lembaga yang seharusnya berperan dalam memulihkan sifat para warga binaan (terpidana) ternyata tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Jumlah narapidana yang melebihi dua kali lipat dari kapasitasnya menjadikan nasib narapidana juga semakin buruk. Mereka tidak tambah sadar, tetapi justru belajar melakukan tindak pidana baru setelah berkenalan dengan narapidana lainnya. Tentunya ini jauh dari konsep pemidanaan yang sesungguhnya bertujuan untuk merehabilitasi terpidana. Bahkan fakta yang ada hari ini, beberapa narapidana dengan leluasanya membuat “aturan” sendiri dengan merubah hotel prodeo tersebut menjadi hotel bak bintang lima.
    Keprihatinan yang mendalam tentunya melihat reformasi hukum yang masih berjalan lambat dan belum memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa pada dasarnya apa yang terjadi akhir-akhir ini merupakan ketiadaan keadilan yang dipersepsi masyarakat (the absence of justice). Ketiadaan keadilan ini merupakan akibat dari pengabaian hukum (diregardling the law), ketidakhormatan pada hukum (disrespecting the law), ketidakpercayaan pada hukum (distrusting the law) serta adanya penyalahgunaan hukum (misuse of the law).

    Sejumlah masalah yang layak dicatat berkenaan dengan bidang hukum antara lain:
    1. Sistem peradilan yang dipandang kurang independen dan imparsial
    2. Belum memadainya perangkat hukum yang mencerminkan keadilan social
    3. Inkonsistensi dalam penegakan hukum
    4. Masih adanya intervensi terhadap hukum
    5. Lemahnya perlindungan hukum terhadap masyarakat
    6. Rendahnya kontrol secara komprehensif terhadap penegakan hukum
    7. Belum meratanya tingkat keprofesionalan para penegak hukum
    8. Proses pembentukan hukum yang lebih merupakan power game yang mengacu pada kepentingan the powerfull daripada the needy.

    Selain lembaga-lembaga yang telahh disebut di atas masih ada lembaga lain yang terkait dengan penegakan hokum di Indonesia yaitu Mahkamah Konstitusi (MK). Mahkamah Konstitusi merupakan lembaga Negara yang melakukan kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hokum dan keadilan. Keberadaan MK yang didasarkan pada UU 24 tahun 2003 Tentang Mahkamah Konstitusi menjadi salah satu control atas peran DPR yag berperan sebagai lembaga legislative. Mekanisme control ini diwujudkan dengan kewenangannya untuk melakukan uji materil atas Undang-Undang yang dibuat oleh DPR. Seperti telah disebut di atas bahwa ada kalanya pembuatan Undang-Undang yang ada di Indonesia tidak dilakukan dalam rangka mewujudkan keadilan, sehingga perlu adanya suatu kontrol untuk menilai apakah Undang-Undang tersebut bertentangan dengan UUD 1945. Sampai hari ini kiranya MK telah menjalankan tugasnya dengan baik sebagai garda penjaga konstitusi. Sebagai penafsir konstitusi yang tertinggi, apapun yang diputuskan oleh MK memang harus diikuti, terlepas dari perdebatan yang ada di MK dalam menilai suatu perkara. Dalam tugas lain juga saya menilai MK dapat berperan dengan baik, ini karena tugas MK yang senantiasa terkait dengan penafsiran terhadap UUD 1945 dan selama ini senantiasa berpegang teguh pada pendiriannya tanpa terpengaruh oleh pihak lain. Hal yang perlu diperbaiki dalam kaitannya dengan MK adalah terkait dengan hukum acara MK. Yang belum jelas. Artinya perlu dia buatkan suatu UU yang mengatur tata cara berperkara di MK, mengingat selama ini pengaturannya masih menggunakan pedoman dari MK
    Konsep Reformasi Hukum

    Setelah melihat kondisi hukum yang terpuruk tersebut maka tidak ada kata lain selain terus mengedepankan reformasi hukum yang telah digagas oleh bangsa ini. Kegiatan reformasi Hukum perlu dilakukan dalam rangka mencapai supremasi hukum yang berkeadilan. Beberapa konsep yang perlu diwujudkan antara lain:

    1. Penggunaan hukum yang berkeadilan sebagai landasan pengambilan keputusan oleh aparatur negara.
    2. Adanya lembaga pengadilan yang independen, bebas dan tidak memihak.
    3. Aparatur penegak hukum yang professional
    4. Penegakan hukum yang berdasarkan prinsip keadilan
    5. Pemajuan dan perlindungan HAM
    6. Partisipasi public
    7. Mekanisme control yang efektif.

    Pada dasarnya reformasi hukum harus menyentuh tiga komponen hukum yang disampaikan oleh Lawrence Friedman yang meliputi:

    1. Struktur Hukum, dalam pengertian bahwa struktur hukum merupakan pranata hukum yang menopang sistem hukum itu sendiri, yang terdiri atas bentuk hukum, lembaga-lembaga hukum, perangkat hukum, dan proses serta kinerja mereka.

    2. Substansi Hukum, dimana merupakan isi dari hukum itu sendiri, artinya isi hukum tersebut harus merupakan sesuatu yang bertujuan untukmenciptakan keadilan dan dapat diterapkan dalam masyarakat.

    3. Budaya Hukum, hal ini terkait dengan profesionalisme para penegak hukum dalam menjalankan tugasnya, dan tentunya kesadaran masyarakat dalam menaati hukum itu sendiri.
    Kiranya dalam rangka melakukan reformasi hukum tersebut ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain:

    1. Penataan kembali struktur dan lembaga-lembaga hukum yang ada termasuk sumber daya manusianya yang berkualitas;

    2. Perumusan kembali hukum yang berkeadilan;
    3. Peningkatan penegakkan hukum dengan menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran hukum;
    4. Pengikutsertaan rakyat dalam penegakkan hukum;
    5. Pendidikan publik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hukum; dan
    6. Penerapan konsep Good Governance.

    Selain pencegahan, pengejaran dan pengusutan kasus-kasus korupsi, pemerintah harus terus berusaha mengejar aset dan memulihkan kerugian negara. Disamping itu, pemerintah juga harus tetap melanjutkan upaya serupa untuk mengatasi aksi terorisme dan bahaya lainnya yang dapat memecahbelah keutuhan NKRI serta mencegah berkembangnya radikalisme dan juga meningkatkan pemberantasan segala kegiatan ilegal, mulai dari penebangan liar (illegal Logging), penangkapan ikan liar (illegal fishing) hingga penambangan liar (illegal mining), baik yang lokal maupun yang transnasional. Dari semua itu kiranya korupsi yang akan menjadi sebuah bahaya laten harus menjadi prioritas utama untuk diberantas. Melihat kenyataan, bahwa penegakan hukum di Indonesia tidak akan mengalami kemajuan yang begitu pesat, tetapi kemajuan itu akan tetap ada. Hal ini terlihat dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan penegakkan hukum dengan didukung oleh aparat penegak hukum lainnya. Kasus mafia peradilan yang akhir-akhir ini banyak disorot masyarakat akan menjadikan penegak hukum lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. Meskipun saat ini kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum masih sangat rendah. Keberanian lembaga-lembaga hukum bangsa ini akan menjadi titik cerah bagi penegakan hukum. Namun selain itu kesadaran masyarakat dalam menaati hukum akan menjadi hal yang mempengaruhi penegakkan hukum di Indonesia. Karena lemahnya penegakan hukum selama ini juga akibat masyarakat yang kurang menaati hukum.

    8. Apa pendapat saudara tentang hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat, berikan juga contohnya.

    Saya berpendapat bahwa hukum memang benar berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan dalam masyarakat. Karena yang seperti kita ketahui bahwa hukum merupakan komponen yang sangat penting dalam suatu negara yang meliputi berbagai kaidah atau norma yang menuntut bahkan mengikat masyarakat untuk dapat bertingkah laku sesuai dengan fungsi hukum tersebut, sehingga dengan demikian akan terciptanya kehidupan yang tertib dan teratur.

    Contohnya :
    Memiliki KTP jika telah dewasa
    Memiliki SIM ketika mengendarai kendaraan bermotor
    Membayar pajak

    9. Menurut Utrecht orang taat kepada hukum karena orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu dirasakan sebagai hukum. Mereka benar-benar berkepentingan akan berlakunya peraturan tersebut. Coba saudara jelaskan apa maksudnya !

    bahwa masyarakat tersebut menganggap suatu peraturan itu harus ditaati dan
    harus menerimanya supaya ada rasa ketentraman. Dengan kata lain orang menganggap bahwa peraturan hukum itu bersifat secara rasional (rationeele aanvaarding). Penerimaan rasional ini sebagai akibat adanya sanksi hukum. Agar tidak mendapatkan kesukaran-kesukaran atau kesulitan maka orang memilih untuk taat saja pada peraturan hukum karena melanggar hukum akan mendapat sanksi hukum.

    10. Apa yang dimaksud dengan sumber hukum materil dan formil ? dan sebutkan sumber-sumber hukum formil ? serta bedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan !

    Hukum materil adalah hukum yang menerangkan perbuatan-perbuatan apa yang dapat dihukum serta hukuman-hukuman apa yang dapat dijatuhkan. Hukum materil menentukan isi sesuatu perjanjian, sesuatu perhubungan atau sesuatu perbuatan.
    Dalam pengertian hukum materil perhatian ditujukan kepada isi peraturan.

    Hukum Formil adalah hukum yang menunjukkan cara mempertahankan atau menjalankan peraturan-peraturan itu dan dalam perselisihan maka hukum formil itu menunjukkan cara menyelesaikan di muka hakim.

    Sumber hukum formil adalah sumber hukum dengan bentuk tertentu yang merupakan dasar berlakunya hukum secara formil. Jadi sumber hukum formil merupakan dasar kekuatan mengikatnya peraturan-peraturan agar ditaati oleh masyarakat maupun oleh penegak hukum.

    Sumber-sumber hukum formil secara umum dapat dibedakan menjadi:

    1. Undang-Undang “Statute”:
    Undang-undang dalam hukum Indonesia lebih dikenal dengan singkatan UU. Undang-undang di Indonesia menjadi dasar hukum negara Indonesia. Undang-undang di Indonesia berfungsi sebagai pedoman yang mengatur kehidupan bersama seluruh rakyat Indonesia dalam rangka meujudkan tujuan hidup bernegara.

    2. Kebiasaan atau “custom”:
    Kebiasaan juga dapat menjadi salah satu sumber-sumber hukum karena kebiasaan merupakan perbuatan manusia yang dilakukan berulang-ulang. Perbuatan tertentu yang dilakukan berulang-ulang tersebut pada gilirannya dapat diterima sebagai kebiasaan tertentu sehingga apabila terdapat perbuatan yang bertentangan dengan kebiasaan tersebut dapat dianggap pelanggaran hukum dan dikenakan sanksi.

    3. Keputusan Hakim atau “Jurisprudentie”:
    Sumber-sumber-hukumKeputusan hakim atau yurisprudensi juga dapat menjadi salah satu dari sumber-sumber hukum oleh karena dalam sistem negara hukum kita keputusan hakim dapat dijadikan sebagai pedoman bagi hakim yang lain dalam memutuskan kasus yang sama.

    4. Traktat atau “Treaty”:
    Traktat ialah perjanjian yang diadakan oleh beberapa negara atau antar negara yang dituangkan dalam bentuk tertentu. Traktat tersebut dapat menjadi sumber bagi pembentukan peraturan hukum.

    5. Pendapat Sarjana Hukum atau “Doktrin”:
    Yang dimaksud dengan pendapat sarjana hukum disini adalah pendapat seseorang atau beberapa orang ahli hukum terhadap suatu masalah tertentu. Hal ini didukung Piagam Mahkamah Internasional dalam pasal 38 ayat 1, yang menyebutkan bahwa:
    “Dalam menimbang dan memutus suatu perselisihan dapat menggunakan beberapa pedoman antara lain:
    *Perjanjian-perjanjian internasional atau International conventions
    *Kebiasaan-kebiasaan internasional atau international customs
    *Asas-asas hukum yang diakui oleh bangsa-bangsa yang beradab atau the general principles of law
    recognized by civilsed nations
    *Keputusan hakim atau judicial decisions dan pendapat-pendapat sarjana hukum”

    6. PP (Peraturan Pemerintah):
    Sesuai dengan Pasal 5 ayat (2) UUD 1945, Presiden menetapkan Peraturan Pemerintah untuk menjalankan undang-undang.

    7. Kepres dan Inpres:
    Keputusan Presiden (Kepres) dibuat dan dikeluarkan oleh Presiden yang memuat tentang hal-hal yang khusus (einmalig) dalam hal pemerintahan

    8. Peraturan Menteri dan Keputusan Menteri:
    Peraturan Menteri dikeluarkan oleh Menteri berisi tentang ketentuan-ketentuan di bidang tugasnya sedangkan Keputusan Menteri (Kepmen) bersifat khusus memuat tentang hal-hal tertentu sesuai dengan bidang tugasnya.

    9. Peraturan Daerah (Perda) dan Keputusan Kepala Daerah:
    Peraturan daerah merupakan penjabaran lebih lanjut dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dengan memperhatikan ciri khas masing-masing daerah dan bersifat umum, yang mana harus memenuhi syarat negatif, yaitu ;
    tidak boleh bertentangan dengan kepentingan umum, perundang-undangan yang lebih tinggi
    tidak boleh mengatur suatu hak yang telah diatur dalam perundang-undangan dan peraturan daerah yang lebih tinggi

    Beda sumber hukum formal dalam bentuk uu yaituDilihat dari bentuknya, hukum dibedakan menjadi:
    (a). Hukum tertulis
    (b). Hukum tidak tertulis

    Undang-undang merupakan salah satu contoh dari hukum tertulis. Jadi, Undang-undang adalah peraturan negara yang dibentuk oleh alat perlengkapan negara yang berwenang untuk itu dan mengikat masyarakat umum.
    Dari definisi undang-undang tersebut, terdapat 2 (dua) macam pengertian:

    a. Undang-undang dalam arti materiil, yaitu: setiap peraturan yang dikeluarkan oleh Negara yang isinya langsung mengikat masyarakat umum. Misalnya:
    Ketetapan MPR, Peraturan pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU), Keputusan Presiden (KEPRES), Peraturan Daerah (PERDA), dll

    b. Undang-undang dalam arti formal, yaitu: setiap peraturan negara yang karena bentuknya disebut Undang-undang atau dengan kata lain setiap keputusan/peraturan yang dilihat dari cara pembentukannya. Di Indonesia, Undang-undang dalam arti formal dibuat oleh Presiden dengan persetujuan DPR(lihat pasal 5 ayat 1 UUD 45).
    Perbedaan dari kedua macam Undang-undang tersebut terletak pada sudut peninjauannya. Undang-undang dalam arti materiil ditinjau dari sudut isinya yang mengikat umum, sedangkan undang-undang dalam arti formal ditinjau segi pembuatan dan bentuknya. Oleh karena itu untuk memudahkan dalam membedakan kedua macam pengertian undang-undang tersebut, maka undang-undang dalam arti materiil biasanya digunakan istilah peraturan, sedangkan undang-undang dalam arti formal disebut dengan undangundang.
    2) Kebiasaan atau Hukum tak tertulis
    Kebiasaan (custom) adalah: semua aturan yang walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah, tetapi ditaati oleh rakyat, karena mereka yakin bahwa aturan itu berlaku sebagai hukum. Agar kebiasaan memiliki kekuatan yangberlaku dan sekaligus menjadi sumber hukum, maka harus dipenuhi syarat sebagai berikut:
    o Harus ada perbuatan atau tindakan tertentu yang dilakukan berulangkali dalam hal yang sama dan diikuti oleh orang banyak/ umum.
    o Harus ada keyakinan hukum dari orang-orang/ golongan-golongan yang berkepentingan. dalam arti harus terdapat keyakinan bahwa aturan-aturan yang ditimbulkan oleh kebiasaan itu mengandung/ memuat hal-hal yang baik dan layak untuk diikuti/ ditaati serta mempunyai kekuatan mengikat.

  26. 1. Ilmu hukum adalah ilmu yang mencakup aspek tentang asas hukum , sumber – sumber hukum dan norma- norma atau kaedah yang berlaku di masyarakt.
    • Sedangkan pengantar ilmu hukum adalah tujuanya untuk pengantar siswa yang ingin mempelajari ilmu hukum dan mengetahui banyak istilah hukum.
    2. Ilmu hukum dalam ilmu tentang kaidah hukum ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan pada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya. Misalkan perumusan, pembagian menurut macam, wujud, sifat, esensi, eksistensi, tujuan dan sebagainya.
    • Ilmu hukum dalam ilmu tentang kenyataan hukum adalah suatu cabang atau bagian dari ilmu yang khusus mengajarkan kepada kita perihal berbagai kenyataan dalam hubungan dan segala pengaruhnya dengan hukum seperti yang diajarkan dalam antropologi hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, sejarah hukum, dan perbandingan hukum.
    3. Hukum sangat diperlukan di tengah – tengah masyarakat supaya tidak adanya perampasan hak yang dilakukan oleh msyarakat lain , maka dari itu istilah “ ubi societes ibi ius” tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dan untuk mengatur ketentraman masyarakat dan tercipta hidup rukun dan damai.
    4. Hukum itu adalah sebuah aturan atau norma – norma atau kaedah yang dibuat oleh pejabat yang berwenang dan apabila di langgar akan mendapatkan sanksi yang tegas dan bersifat memaksa.
    Ciri- ciri hukum
    • Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
    • Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib
    • Peraturan itu bersifat memaksa
    • Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas
    • Berisi perintah dan atau larangan
    • Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    Sifat hukum
    Mengatur
    hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat

    • Memaksa
    hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas .

    5. Hukum dalam arti ketentuan penguasa
    Disini hukum adalah perangkat-peraturan peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.

    Hukum dalam arti sikap dan tindak
    Yaitu hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional. Dalam hal ini sering disebut hukum sebagai suatu kebiasaan (hukum kebiasaan)
    6. A. Keadilan
    Di dalam keadilan terdapat aspek filosofis yaitu norma hukum, nilai, keadilan,moral, dan etika. Hukum sebagai pengemban nilai keadilan, nilai keadilan jugamenjadi dasar dari hukum sebagai hukum. Keadilan memiliki sifat normatif sekaliguskonstitutif bagi hukum. Keadilan menjadi landasan moral hukum dan sekaligus tolok ukur sistem hukum positif dan tanpa keadilan, sebuah aturan tidak pantas menjadihukum.Sebagaimana dikemukakan Prof. Dr. H. Muchsin, SH, bahwa keadilanmerupakan salah satu tujuan dari hukum selain dari kepastian hukum itu sendiri dan juga kemanfaatan hukum. Sedangkan makna keadilan itu sendiri masih menjadi perdebatan. Namun keadilan itu terkait dengan pendistribusian yang merata antarahak dan kewajiban. Demikian sentral dan dominan kedudukan dan peranan dari nilai.
    B. . Kepastian hukum itu adalah kepastian undang-undang atau peraturan, segalamacam cara, metode dan lain sebagainya harus berdasarkan undang-undang atau peraturan. Di dalam kepastian hukum terdapat hukum positif dan hukum tertulis.Hukum tertulis ditulis oleh lembaga yang berwenang, mempunyai sanksi yang tegas,sah dengan sendirinya ditandai dengan diumumkannya di Lembaga Negara.Kepastian hukum merupakan pertanyaan yang hanya bisa dijawab secaranormatif, bukan sosiologis. Kepastian hukum secara normatif adalah ketika suatu peraturan dibuat dan diundangkan secara pasti karena mengatur secara jelas dan logis

    C. Bekerjanya hukum di masyarakat efektif atau tidak. Dalam nilai kemanfaatan,hukum berfungsi sebagai alat untuk memotret fenomena masyarakat atau realitasosial. Dapat memberi manfaat atau berdaya guna (utility) bagi masyarakat.Penganut aliran utilitas menganggap bahwa tujuan hukum semata-mata untuk memberikan kemanfaatan atau kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi sebanyak- banyaknya warga masyarakat. Penanganannya didasarkan pada filsafat sosial, bahwasetiap warga masyarakat mencari kebahagiaan, dan hukum merupakan salah satualatnya
    7. Teori etis (etische theorie)

    Tujuan hukum semata-mata untuk mencapai keadilan. Isi hukum semata-mata harus ditentukan oleh kesadaran etis mengenai apa yang adil dan apa yang tidak adil.

    Pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles, seorang filsuf Yunani dalam bukunya Ethica Nicomachea dan Rhetorica yang menyatakan ”hukum mempunyai tugas yang suci yaitu memberi kepada setiap orang yang berhak menerimanya”.

    Aristoteles membagi keadilan dalam 2 jenis, yaitu :

    a. Keadilan distributif, yaitu keadilan yang memberikan kepada setiap orang jatah menurut jasanya. (Pembagian menurut haknya masing-masing). Artinya, keadilan ini tidak menuntut supaya setiap orang mendapat bagian yang sama banyaknya atau bukan persamaannya, melainkan kesebandingan berdasarkan prestasi dan jasa seseorang.

    b. Keadilan komutatif, yaitu keadilan yang memberikan kepada setiap orang jatah yang sama banyaknya tanpa mengingat jasa masing-masing. Artinya hukum menuntut adanya suatu persamaan dalam memperoleh prestasi atau sesuatu hal tanpa memperhitungkan jasa masing-masing.

    2. Teori utilitas (utiliteis theorie)

    Hukum bertujuan untuk menjamin adanya kemanfaatan atau kebahagiaan sebanyak-banyaknya pada orang sebanyak-banyaknya.

    Pencetusnya adalah Jeremy Betham. Dalam bukunya yang berjudul “Introduction to the morals and legislation” berpendapat bahwa hukum bertujuan untuk mewujudkan semata-mata apa yang berfaedah/mamfaat bagi orang.

    Apa yang dirumuskan oleh Betham tersebut diatas hanyalah memperhatikan hal-hal yang berfaedah dan bersifat umum namun tidak memperhatikan unsur keadilan serta tidak mempertimbangkan tentang hal-hal yang konkrit.

    Sulit bagi kita untuk menerima anggapan Betham ini sebagaimana yang telah dikemukakan diatas, bahwa apa yang berfaedah itu belum tentu memenuhi nilai keadilan

    Dengan kata lain apabila yang berfaedah lebih ditonjolkan maka dia akan menggeser nilai keadilan kesamping, dan jika kepastian oleh karena hukum merupakan tujuan utama dari hukum itu, hal ini akan menggeser nilai kegunaan atau faedah dan nilai keadilan.

    3. Teori campuran

    Teori ini dikemukakan oleh Muckhtar Kusmaatmadja bahwa tujuan pokok dan pertama dari hukum adalah ketertiban. Di samping itu tujuan lain dari hukum adalah tercapainya keadilan yang berbeda-beda isi dan ukurannya menurut masyarakat dan zamannya.

    4.Teori normatif-dogmatif,

    tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum (John Austin dan van Kan). Arti kepastian hukum disini adalah adanya melegalkan kepastian hak dan kewajiban. Van Kan berpendapat tujuan hukum adalah menjaga setiap kepentingan manusia agar tidak diganggu dan terjaminnya kepastiannya.

    5. Teori Peace (damai sejahtera)

    Menurut teori ini dalam keadaan damai sejahtera (peace) terdapat kelimpahan, yang kuat tidak menindas yang lemah, yang berhak benar-benar mendapatkan haknya dan adanya perlindungan bagi rakyat. Hukum harus dapat menciptakan damai dan sejahtera bukan sekedar ketertiban.
    Jika dihubungkan degan keadaan di indonesia sekarang sagatlah jauh apa yang ada di teori di atas dan sistem penegakan yang masih belum propesional dan bnyak nya rakyat yang tertindas dan bnyak aparat yang melakukan penyuapan dan menerima suap.
    8. Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat : maksudnya adalah hukum sebagai sarana penengah atau alat sebagai pengatur antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya . contohnya : dalam kasus pidana atau kasus tanah .
    9. Maksudnya adalah undang – undang sebagai corong untuk menyelasikan suatu kasus dan hakim tidak bisa menerjemahkan undang – undang sembarangan. Dan hakim tidak bisa menemukan peraturan yang berada ditengah – tengah msyarakat.

    10. Pengertian Hukum Materil menerangkan perbuatan-perbuatan apa yang dapat dihukum serta hukuman-hukuman apa yang dapat dijatuhkan. Hukum materil menentukan isi sesuatu perjanjian, sesuatu perhubungan atau sesuatu perbuatan.

    Dalam pengertian hukum materil perhatian ditujukan kepada isi peraturan.

    Pengertian Hukum Formil menunjukkan cara mempertahankan atau menjalankan peraturan-peraturan itu dan dalam perselisihan maka hukum formil itu menunjukkan cara menyelesaikan di muka hakim.

    Hukum formil disebut pula hukum Acaara. Dalam pengertian hukum formil perhatian ditujukan kepada cara mempertahankan/ melaksanakan isi peraturan.
    Sumber hukum formil
    a. Undang – undang
    b. Kebiasaan
    c. Yurisprudensi
    d. Traktat
    e. Doktrin
    Beda sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan yaitu undang – undang dibuat oleh penguasa sedangkan kebiasaan aturan yang berada ditengah masyarakat dan aturan tersebut dianggap baik dan di junjung tinggi oleh masyarakat.

  27. NAMA : RAMADHAN.S
    NIM :
    SEMESTER : I (SATU)
    FAKULTAS : HUKUM

    1) Jawab : Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum. Ilmu hukum mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. Ilmu hukum objeknya hukum itu sendiri. Demikian luasnya masalah yang dicakup oleh ilmu ini, sehingga sempat memancing pendapat orang untuk mengatakan bahwa “batas-batasnya tidak bisa ditentukan” Sedangkan Pengantar Ilmu Hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum. Dapat pula dikatakan bahwa PIH merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar tentang sendi-sendi utama ilmu hukum.

    2) Jawab : Ilmu tentang kaidah atau “normwissenschaft” atau “sollenwissenschaft”, yaitu ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum.
    – Ilmu pengertian, yakni ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam dalam hukum seperti misalnya subyek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum, hubungan hukum dan obyek hukum.
    – Ilmu tentang kenyataan atau Taatsachenwissenschaft atau Seinwissenschaft yang menyoroti hukum sebagai perikelakuan sikap tindak, yang antara lain mencakup sosiologi hukum, antropologi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum dan sejarah hukum.
    Dari uraian di atas dapat dikatakan, bahwa ilmu hukum adalah suatu pengetahuan yang obyeknya adalah hukum dan yang khusus mengajarkan perihal hukum dalam segala bentuk dan manifestasinya. Ilmu hukum sebagai ilmu kaidah, ilmu hukum sebagai ilmu pengertian dan ilmu hukum sebagai ilmu kenyataan.

    3) Jawab : Untuk membatasi dan mengatur kaidah yang ada dalam masyarakat. Yang pada dasarnya mempunyai sifat memaksa. Seperti pernyataan tersebut yang maknanya “Dimana Ada Masyarakat Disitu Ada Hukum”
    Yang fungsinya sebagai alat pengatur keteriban sehingga masyarakat tidak seenaknya melakukan kekacauan

    4) 4. Jawab : Hukum adalah keseluruhan norma oleh penguasa masyarakat yang berwenang menetapkan hukum, dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan, dengan tujuan untuk mengadakan suatu mengikat bagi sebagian atau seluruh tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut.
    Ciri hukum
    1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
    2. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib
    3. Peraturan itu bersifat memaksa
    4. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas
    5. Berisi perintah dan atau larangan
    6. Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    Sifat Hukum
    • Mengatur : hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat
    • Memaksa : hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas.

    5) Jawab : Hukum dalam arti ketentuan penguasa Disini hukum adalah perangkat-peraturan peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang Sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak Yaitu hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional. Dalam hal ini sering disebut hukum sebagai suatu kebiasaan (hukum kebiasaan).

    6) Jawab: Menurut Gustav Radbruch nilai-nilai dasar hukum ada tiga, yaitu:
    -Keadilan.
    -Kemanfaatan.
    – Kepastian Hukum.
    Sekalipun ketiganya merupakan nilai dasar dari hukum. Namun, di antara mereka terdapat suatu Spannungs-Verhaltnis; suatu ketegangan satu sama lain. Oleh karena di antara ketiga nilai-nilai dasar hukum tersebut masing-masing mempunyai tuntutan yang berbeda satu sama lain. Sehingga ketiganya mempunyai potensi untuk saling bertentangan.
    Sebagaimana diketahui bersama bahwa tiga nilai-nilai dasar yang dikemukakan oleh Gustav Radbuch. Orientasinya adalah untuk menciptakan harmonisasi pelaksanaan hukum termasuk salah satunya adalah di Indonesia tentunya. Yang menjadi tujuan hukum adalah untuk mengayomi manusia baik secara aktif maupun secara pasif. Secara aktif dimaksudkan sebagai upaya untuk menciptakan suatu kondisi kemasyarakatan yang manusia dalam proses yang berlangsung secara wajar. Sedangkan yang dimaksud secara pasif adalah mengupayakan pencegahan atas upaya yang sewenang-wenang dan penyalahgunaan hak secara tidak adil. Usaha mewujudkan pengayoman ini termasuk di dalamnya mewujudkan ketertiban dan keteraturan, kedamaian sejati, keadilan bagi seluruh masyarakat, serta kesejahteraan seluruh rakyat.
    Namun, dalam prakteknya terkadang masyarakat tidak merasa puas. Bahkan menganggap bahwa hukum tidak membawa keadilan bagi masyarakatnya dan lebih ironisnya lagi, menganggap bahwa hukum tersebut hanyalah berpihak pada golongan tertentu yang tentunya unggul dalam berbagai aspek, seperti aspek ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Kondisi ini menunjukkan bahwa ternyata praktek hukum belum mampu memberikan kepuasaan terhadap masyarakat atau yang menjadi objek hukum itu sendiri yang memang sangat kontradiksi dengan tujuan hukum yang ideal.
    Fenomena di atas merupakan keadaan yang berseberangan antara “Das Sein” (begitu kaidahnya) dan “Das Solen” (begitu seharusnya) dalam masyarakat yang pada gilirannya akan melahirkan erosi kepercayaan terhadap penegakkan hukum.

    7) Jawab: Teori Tujuan Hukum terdiri dari :
    -Teori Etis
    Teori ini mengajarkan bahwa hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan. Aris Toteles Filosof Yunani menyatakan, “Hukum mempunyai tugas suci yaitu memberi kepada setiap orang yang berhak menerimanya.”
    -Teori Utilitas
    Tujuan hukum ialah semata-mata mewujudkan faedah bagi setiap orang (Jeremy Betham).
    -Teori Campuran
    Tujuan pokok dan pertama dari hukum adalah ketertiban. Di samping itu, tujuan lain dari hukum adalah tercapainya keadilan yang berbeda-beda isi dan ukurannya menurut masyarakat dan zamannya (Muckhtar Kusumaatmadja).
    -Teori Normatif-Dogmatif
    Tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum. Dalam artian, melegalkan kepastian hak dan kewajiban. Agar tidak diganggu dan terjamin kepastiannya (John Austin dan Van Kan).
    -Teori Peace (Damai Sejahtera)
    Hukum harus dapat menciptakan kedamaian dan kesejahteraan bukan sekadar ketertiban. Dalam situasi damai sejahtera, hukum melindungi kepentingan-kepentingan manusia baik secara materiil maupun immateril dari perbuatan-perbuatan yang merugikan (Peter Mahmud Marzuki).
    Kondisi hukum di Indonesia saat ini lebih sering menuai kritik daripada pujian. Berbagai kritik diarahkan baik yang berkaitan dengan penegakkan hukum, kesadaran hukum, kualitas hukum, ketidakjelasan berbagai hukum yang berkaitan dengan proses berlangsungya hukum dan juga lemahnya penerapan berbagai peraturan. Kritik begitu sering dilontarkan berkaitan dengan penegakan hukum di Indonesia. Kebanyakan masyarakat kita akan bicara bahwa hukum di Indonesia itu dapat dibeli, yang mempunyai jabatan, nama dan kekuasaan, yang punya uang banyak pasti aman dari gangguan hukum walau aturan negara dilanggar. Ada pengakuan di masyarakat bahwa karena hukum dapat dibeli maka aparat penegak hukum tidak dapat diharapkan untuk melakukan penegakkan hukum secara menyeluruh dan adil. Sejauh ini, hukum tidak saja dijalankan sebagai rutinitas belaka tetapi tetapi juga dipermainkan seperti barang dagangan. Hukum yang seharusnya menjadi alat pembaharuan masyarakat, telah berubah menjadi semacam mesin pembunuh karena didorong oleh perangkat hukum yang morat-marit.
    Praktek penyelewengan dalam proses penegakan hukum, seperti mafia hukum di peradilan, peradilan yang diskriminatif atau rekayasa proses peradilan merupakan realitas yang gampang ditemui dalam penegakan hukum di negeri ini. Orang biasa yang ketahuan melakukan tindak pencurian kecil, seperti anak dibawah umur saudara Hamdani yang ‘mencuri’ sandal jepit bolong milik perusahaan di mana ia bekerja di Tangerang, Nenek Minah yang mengambil tiga butir kakao di Purbalingga, serta Kholil dan Basari di Kediri yang mencuri dua biji semangka langsung ditangkap dan dihukum seberat beratnya. Sedangkan seorang pejabat negara yang melakukan korupsi uang milyaran rupiah milik negara dapat bebas berkeliaran. Berbeda halnya dengan kasus-kasus hukum dengan tersangka dan terdakwa orang-orang yang memiliki kekuasaan, jabatan dan nama. Proses hukum yang dijalankan begitu berbelit-belit dan terkesan menunda-nunda. Seakan-akan masyarakat selalu disuguhkan sandiwara dari tokoh-tokoh negara tersebut. Tidak ada keputusan yang begitu nyata. Contohnya saja kasus Gayus Tambunan, pegawai Ditjen Pajak Golongan III menjadi miliyader dadakan yang diperkirakan korupsi sebesar 28 miliar, tetapi hanya dikenai 6 tahun penjara, kasus Bank Century Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akhil Mochtar ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan. Dalam operasi itu, KPK telah menyita uang dollar Singapura senilai Rp 3 miliar yang menunjukkan penegakan hukum di bangsa Indonesia dalam kondisi awas, hampir semua kasus diatas prosesnya sampai saat ini belum mencapai keputusan yang jelas. Padahal semua kasus tersebut begitu merugikan negara dan masyarakat kita.
    Kondisi yang demikian buruk seperti itu akan sangat berpengaruh besar terhadap kesehatan dan kekuatan demokrasi Indonesia. Mental rusak para penegak hukum yang memperjualbelikan hukum sama artinya dengan mencederai keadilan. Merusak keadilan atau bertindak tidak adil tentu saja merupakan tindakan gegabah melawan kehendak rakyat. Pada kondisi tertentu, ketika keadilan terus menerus dihindari bukan tidak mungkin pertahanan dan keamanan bangsa menjadi taruhannya. Ketidakadilan akan memicu berbagai tindakan alami berupa perlawanan-perlawanan yang dapat terwujud ke dalam berbagai aksi-aksi anarkis atau kekerasan yang kontra produktif terhadap pembangunan bangsa.
    Dengan kata lain, situasi ketidakadilan atau kegagalan mewujudkan keadilan melalui hukum menjadi salah satu titik problem yang harus segera ditangani dan negara harus sudah memiliki kertas biru atau blue print untuk dapat mewujudkan seperti apa yang dicita-citakan pendiri bangsa ini . Namun mental dan moral korup yang merusak serta sikap mengabaikan atau tidak hormat terhadap sistem hukum dan tujuan hukum dari pada bangsa Indonesia yang memiliki tatanan hukum yang baik, sebagai gambaran bahwa penegakkan hukum merupakan karakter atau jati diri bangsa Indonesia sesuai apa yang terkandung dalam isi dari Pancasila dan Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 .Dengan situasi dan kondisi seperti sekarang ini norma dan kaidah yang telah bergeser kepada rasa egoisme dan individual tanpa memikirkan orang lain dan inilah nilai ketidakadilan akan meningkatkan aksi anarkisme, kekerasan yang jelas-jelas tidak sejalan dengan karakter bangsa yang penuh memiliki asas musyawarah untuk mufakat seperti yang terkadung dan tersirat dalam isi Pancasila dan 5 teori tujuan hukum pun tidak pernah menemukan titik ukur penggunaannya secara nyata.

    8) Jawab: Hukum sebagai petunjuk bertingkah laku. Untuk itu, masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum. Sehingga fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyarakat dapat terealisasi dengan baik dan merata.
    Hukum merupakan petunjuk dalam kehidupan (levensvoorschriften). Fungsi ini memungkinkan untuk diperankan oleh hakim. Karena hukum memberikan petunjuk kepada masyarakat bagaimana mereka harus bertingkah laku. Mana yang diperbolehkan oleh hukum dan mana yang dilarang olehnya. Sehingga masing-masing anggota masyarakat tahu apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Kesemuanya ini dimungkinkan karena hukum mempunyai sifat dan watak mengatur tingkah laku manusia serta mempunyai ciri memerintah dan melarang. Begitu pula hukum dapat memaksa agar hukum itu ditaati oleh anggota masyarakat. Apabila masyarakat mau mentaati hukum serta menyadari dan melaksanakan baik perintah maupun larangan yang tercantum dalam hukum, kita yakin bahwa fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyarakat dapat direalisir.
    Sebagai contoh; Orang yang menonton pertandingan sepak bola, sama-sama mengerti apa yang harus dilakukan. Seperti beli karcis harus antri, mau masuk stadion juga harus antri. Jika pertandingan selesai para penonton keluar lewat pintu yang sudah ditentukan (exit). Kesemuanya berjalan tertib dan teratur. Karena semuanya sama-sama mengerti dan mentaati peraturan-peraturan yang telah ditentukan.
    9) Jawab : Maksud Hukum itu adalah himpunan petunjuk hidup (perintah atau larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat dan jika dilanggar dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah dari masyarakat itu.

    10) Jawab : – Sumber Hukum dalam arti materil, yaitu: suatu keyakinan/ perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum. Sumber Hukum material meliputi:
    *faktoridiil
    *kemasyrakatan
    – Sedangkan sumber hukum dalam arti Formal, yaitu: bentuk atau kenyataan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku. Jadi karena bentuknya itulah yang menyebabkan hukum berlaku umum,diketahui,danditaati.
    Sumber hukum formil meliputi:
    *Undang-undang
    *Kebiasaanatau
    *Yurisprudensi
    *Traktat
    * Doktrin

    Perbedaan sumber hukum formal dalam bentuk uu dengan kebiasaan adalah
    1. Undang-undang di Indonesia menjadi dasar hukum negara Indonesia. Undang-undang di Indonesia berfungsi sebagai pedoman yang mengatur kehidupan bersama seluruh rakyat Indonesia dalam rangka meujudkan tujuan hidup bernegara.
    2. Kebiasaan atau “custom”:yaitu Perbuatan tertentu yang dilakukan berulang-ulang tersebut pada gilirannya dapat diterima sebagai kebiasaan tertentu sehingga apabila terdapat perbuatan yang bertentangan dengan kebiasaan tersebut dapat dianggap pelanggaran hukum dan dikenakan sanksi.

  28. Nama : Pulyadi Rosman
    Nik : 301151010025

    1. Ilmu hukum adalah ilmu yang mencakup aspek tentang asas hukum , sumber – sumber hukum dan norma- norma atau kaedah yang berlaku di masyarakt.
    • Sedangkan pengantar ilmu hukum adalah tujuanya untuk pengantar siswa yang ingin mempelajari ilmu hukum dan mengetahui banyak istilah hukum.
    2. Ilmu hukum dalam ilmu tentang kaidah hukum ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan pada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya. Misalkan perumusan, pembagian menurut macam, wujud, sifat, esensi, eksistensi, tujuan dan sebagainya.
    • Ilmu hukum dalam ilmu tentang kenyataan hukum adalah suatu cabang atau bagian dari ilmu yang khusus mengajarkan kepada kita perihal berbagai kenyataan dalam hubungan dan segala pengaruhnya dengan hukum seperti yang diajarkan dalam antropologi hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, sejarah hukum, dan perbandingan hukum.
    3. Hukum sangat diperlukan di tengah – tengah masyarakat supaya tidak adanya perampasan hak yang dilakukan oleh msyarakat lain , maka dari itu istilah “ ubi societes ibi ius” tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dan untuk mengatur ketentraman masyarakat dan tercipta hidup rukun dan damai.
    4. Hukum itu adalah sebuah aturan atau norma – norma atau kaedah yang dibuat oleh pejabat yang berwenang dan apabila di langgar akan mendapatkan sanksi yang tegas dan bersifat memaksa.
    Ciri- ciri hukum
    • Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
    • Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib
    • Peraturan itu bersifat memaksa
    • Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas
    • Berisi perintah dan atau larangan
    • Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    Sifat hukum
    Mengatur
    hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat

    • Memaksa
    hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas .

    5. Hukum dalam arti ketentuan penguasa
    Disini hukum adalah perangkat-peraturan peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.

    Hukum dalam arti sikap dan tindak
    Yaitu hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional. Dalam hal ini sering disebut hukum sebagai suatu kebiasaan (hukum kebiasaan)
    6. A. Keadilan
    Di dalam keadilan terdapat aspek filosofis yaitu norma hukum, nilai, keadilan,moral, dan etika. Hukum sebagai pengemban nilai keadilan, nilai keadilan jugamenjadi dasar dari hukum sebagai hukum. Keadilan memiliki sifat normatif sekaliguskonstitutif bagi hukum. Keadilan menjadi landasan moral hukum dan sekaligus tolok ukur sistem hukum positif dan tanpa keadilan, sebuah aturan tidak pantas menjadihukum.Sebagaimana dikemukakan Prof. Dr. H. Muchsin, SH, bahwa keadilanmerupakan salah satu tujuan dari hukum selain dari kepastian hukum itu sendiri dan juga kemanfaatan hukum. Sedangkan makna keadilan itu sendiri masih menjadi perdebatan. Namun keadilan itu terkait dengan pendistribusian yang merata antarahak dan kewajiban. Demikian sentral dan dominan kedudukan dan peranan dari nilai.
    B. . Kepastian hukum itu adalah kepastian undang-undang atau peraturan, segalamacam cara, metode dan lain sebagainya harus berdasarkan undang-undang atau peraturan. Di dalam kepastian hukum terdapat hukum positif dan hukum tertulis.Hukum tertulis ditulis oleh lembaga yang berwenang, mempunyai sanksi yang tegas,sah dengan sendirinya ditandai dengan diumumkannya di Lembaga Negara.Kepastian hukum merupakan pertanyaan yang hanya bisa dijawab secaranormatif, bukan sosiologis. Kepastian hukum secara normatif adalah ketika suatu peraturan dibuat dan diundangkan secara pasti karena mengatur secara jelas dan logis

    C. Bekerjanya hukum di masyarakat efektif atau tidak. Dalam nilai kemanfaatan,hukum berfungsi sebagai alat untuk memotret fenomena masyarakat atau realitasosial. Dapat memberi manfaat atau berdaya guna (utility) bagi masyarakat.Penganut aliran utilitas menganggap bahwa tujuan hukum semata-mata untuk memberikan kemanfaatan atau kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi sebanyak- banyaknya warga masyarakat. Penanganannya didasarkan pada filsafat sosial, bahwasetiap warga masyarakat mencari kebahagiaan, dan hukum merupakan salah satualatnya
    7. Teori etis (etische theorie)

    Tujuan hukum semata-mata untuk mencapai keadilan. Isi hukum semata-mata harus ditentukan oleh kesadaran etis mengenai apa yang adil dan apa yang tidak adil.

    Pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles, seorang filsuf Yunani dalam bukunya Ethica Nicomachea dan Rhetorica yang menyatakan ”hukum mempunyai tugas yang suci yaitu memberi kepada setiap orang yang berhak menerimanya”.

    Aristoteles membagi keadilan dalam 2 jenis, yaitu :

    a. Keadilan distributif, yaitu keadilan yang memberikan kepada setiap orang jatah menurut jasanya. (Pembagian menurut haknya masing-masing). Artinya, keadilan ini tidak menuntut supaya setiap orang mendapat bagian yang sama banyaknya atau bukan persamaannya, melainkan kesebandingan berdasarkan prestasi dan jasa seseorang.

    b. Keadilan komutatif, yaitu keadilan yang memberikan kepada setiap orang jatah yang sama banyaknya tanpa mengingat jasa masing-masing. Artinya hukum menuntut adanya suatu persamaan dalam memperoleh prestasi atau sesuatu hal tanpa memperhitungkan jasa masing-masing.

    2. Teori utilitas (utiliteis theorie)

    Hukum bertujuan untuk menjamin adanya kemanfaatan atau kebahagiaan sebanyak-banyaknya pada orang sebanyak-banyaknya.

    Pencetusnya adalah Jeremy Betham. Dalam bukunya yang berjudul “Introduction to the morals and legislation” berpendapat bahwa hukum bertujuan untuk mewujudkan semata-mata apa yang berfaedah/mamfaat bagi orang.

    Apa yang dirumuskan oleh Betham tersebut diatas hanyalah memperhatikan hal-hal yang berfaedah dan bersifat umum namun tidak memperhatikan unsur keadilan serta tidak mempertimbangkan tentang hal-hal yang konkrit.

    Sulit bagi kita untuk menerima anggapan Betham ini sebagaimana yang telah dikemukakan diatas, bahwa apa yang berfaedah itu belum tentu memenuhi nilai keadilan

    Dengan kata lain apabila yang berfaedah lebih ditonjolkan maka dia akan menggeser nilai keadilan kesamping, dan jika kepastian oleh karena hukum merupakan tujuan utama dari hukum itu, hal ini akan menggeser nilai kegunaan atau faedah dan nilai keadilan.

    3. Teori campuran

    Teori ini dikemukakan oleh Muckhtar Kusmaatmadja bahwa tujuan pokok dan pertama dari hukum adalah ketertiban. Di samping itu tujuan lain dari hukum adalah tercapainya keadilan yang berbeda-beda isi dan ukurannya menurut masyarakat dan zamannya.

    4.Teori normatif-dogmatif,

    tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum (John Austin dan van Kan). Arti kepastian hukum disini adalah adanya melegalkan kepastian hak dan kewajiban. Van Kan berpendapat tujuan hukum adalah menjaga setiap kepentingan manusia agar tidak diganggu dan terjaminnya kepastiannya.

    5. Teori Peace (damai sejahtera)

    Menurut teori ini dalam keadaan damai sejahtera (peace) terdapat kelimpahan, yang kuat tidak menindas yang lemah, yang berhak benar-benar mendapatkan haknya dan adanya perlindungan bagi rakyat. Hukum harus dapat menciptakan damai dan sejahtera bukan sekedar ketertiban.
    Jika dihubungkan degan keadaan di indonesia sekarang sagatlah jauh apa yang ada di teori di atas dan sistem penegakan yang masih belum propesional dan bnyak nya rakyat yang tertindas dan bnyak aparat yang melakukan penyuapan dan menerima suap.
    8. Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat : maksudnya adalah hukum sebagai sarana penengah atau alat sebagai pengatur antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya . contohnya : dalam kasus pidana atau kasus tanah .
    9. Maksudnya adalah undang – undang sebagai corong untuk menyelasikan suatu kasus dan hakim tidak bisa menerjemahkan undang – undang sembarangan. Dan hakim tidak bisa menemukan peraturan yang berada ditengah – tengah msyarakat.

    10. Pengertian Hukum Materil menerangkan perbuatan-perbuatan apa yang dapat dihukum serta hukuman-hukuman apa yang dapat dijatuhkan. Hukum materil menentukan isi sesuatu perjanjian, sesuatu perhubungan atau sesuatu perbuatan.

    Dalam pengertian hukum materil perhatian ditujukan kepada isi peraturan.

    Pengertian Hukum Formil menunjukkan cara mempertahankan atau menjalankan peraturan-peraturan itu dan dalam perselisihan maka hukum formil itu menunjukkan cara menyelesaikan di muka hakim.

    Hukum formil disebut pula hukum Acaara. Dalam pengertian hukum formil perhatian ditujukan kepada cara mempertahankan/ melaksanakan isi peraturan.
    Sumber hukum formil
    a. Undang – undang
    b. Kebiasaan
    c. Yurisprudensi
    d. Traktat
    e. Doktrin
    Beda sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan yaitu undang – undang dibuat oleh penguasa sedangkan kebiasaan aturan yang berada ditengah masyarakat dan aturan tersebut dianggap baik dan di junjung tinggi oleh masyarakat.

  29. Nama : YAHYA
    NIM : 301151010033
    FAK : HUKUM
    DOSEN : TIAR RAMON, SH. MH
    MATA KULIAH : PENGANTAR ILMU HUKUM
    SEMESTER :1 (satu)

    JAWABAN PERUBAHAN :

    1). Jawab:

    A. Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum ,ilmu hukum ini mencakup dan membicarakan atau mempelajari semua seluk beluk yang berhubungan dengan hukum.
    B. Pengantar ilmu hukum adalah merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar ,gambaran dasar tentang sendi-sendi utama ilmu hukum.

    2). Jawab :

    A. ilmu hukum tentang kaidah ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan pada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya.
    B. ilmu hukum tentang kenyataan adalah suatu cabang atau bagian dari ilmu yang khusus mengajarkan kepada kita perihal berbagai kenyataan dalam hubungan dan segala pengaruhnya dengan hukum seperti yang diajarkan dalam antropologi hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, sejarah hukum, dan perbandingan hukum.
    C. ilmu hukum tentang pengertian ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan tentang pengertian-pengertian dasar yang terdapat dalam ruang lingkup ilmu hukum. Di dalamnya terdapat sebyek hukum, obyek hukum, peristiwa hukum, hubungan hukum, perbuatan hukum atau bukan perbuatan hukum dan akibat hukum, dan yang terakhir adalah masyarakat hukum.

    3). Jawab

    Karena peran hukum mengatur kepentingan2 tersebut, agar kepentingaan masing-masing terlindungi,sehingga masing2 mengetahui hak dan kewajiban,dengan adanya hukum, masyarakat akan hidup aman dan tentram,damai,adil dan makmur,.”dimana ada masyarakat di disitu ada hukum(ubi societies ibi ius).,dan bahwa hukum itu sesungguhnya adalah produk otentik prilaku, kebiasaan,adat,nilai,atau budaya yang hidup di masyarakat.

    4).Jawab

    Hukum itu adalah menghendaki adanya keseimbangan kepentingan,ketertiban,keadilan,ketentraman,kemanfaatan,kebahagiaansetiapmanusia dan inti tujuan hukum adalah agar dapat tercipta kebenaran dan keadilan.
    Ciri- ciri hukum :
    1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
    2. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib
    3. Peraturan itu bersifat memaksa
    4. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas
    5. Berisi perintah dan atau larangan
    6. Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    Sifat hukum:
    1). Mengatur. Karena hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan/atau larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat.
    2). Memaksa. Karena hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas.

    5).Jawab

    A. Hukum dalam arti ketentuan penguasa adalah
    prangkat praturan-praturan tertulis yang di buat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.
    B. Hukum dalam arti sikap tindak adalah
    Yaitu hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur, Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional.

    6).Jawab

    Nilai dasar hukum menurut gustav rudbruch yaitu:
    1. Keadilan
    2. Kepastian hukum
    3. Kemanfaatan
    Sekalipun ketiganya merupakan nilai dasar dari hukum. Namun, di antara mereka terdapat suatu Spannungs-Verhaltnis; suatu ketegangan satu sama lain. Oleh karena di antara ketiga nilai-nilai dasar hukum tersebut masing-masing mempunyai tuntutan yang berbeda satu sama lain. Sehingga ketiganya mempunyai potensi untuk saling bertentangan.

    Hubungan dengan keabsahan berlakunya hukum adalah:
    A. Berlaku secara yuridis(juridische gelding)yaitu apabila penentuannya didasarkan pada kaidah lebih tinggi tingkatan nya.
    B. Berlaku secara sosiologis (sosiologische gelding)yaitu apabila praturan hukum tersebut dapat di paksakan berlakunya oleh penguasa walaupun tidak diterima oleh masyarakat.
    C. Berlakunya secara filosofis(filosofische)yaitu bahwa hukum tersebut sesuai dengan cita cita hukum sebagai nilai positif yang tinggi yaitu keadilan kebenaran.

    7). Jawab

    Tujuan hukum itu adalah
    menghendaki adanya keseimbangan kepentingan,ketertiban,keadilan, ketentraman, kebahagiaan ,damai sejahtera setiap manusia dan agar setiap kepentingan baik secara individual atau kelompok tidak dapat diganggu orang atau kelompok lain, serta terciptanya kebenaran dan keadilan.
    Adapun 5Teori Tujuan Hukum yaitu :
    1) Teori Etis
    Teori ini mengajarkan bahwa hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan. Aris Toteles Filosof Yunani menyatakan, “Hukum mempunyai tugas suci yaitu memberi kepada setiap orang yang berhak menerimanya.”
    2) Teori Utilitas
    Tujuan hukum ialah semata-mata mewujudkan faedah bagi setiap orang (Jeremy Betham).
    3) Teori Campuran
    Tujuan pokok dan pertama dari hukum adalah ketertiban. Di samping itu, tujuan lain dari hukum adalah tercapainya keadilan yang berbeda-beda isi dan ukurannya menurut masyarakat dan zamannya (Muckhtar Kusumaatmadja).
    4) Teori Normatif-Dogmatif
    Tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum. Dalam artian, melegalkan kepastian hak dan kewajiban. Agar tidak diganggu dan terjamin kepastiannya (John Austin dan Van Kan).
    5) Teori Peace (Damai Sejahtera)
    Hukum harus dapat menciptakan kedamaian dan kesejahteraan bukan sekadar ketertiban. Dalam situasi damai sejahtera, hukum melindungi kepentingan-kepentingan manusia baik secara materiil maupun immateril dari perbuatan-perbuatan yang merugikan (Peter Mahmud Marzuki).

    Oleh karena itu bila di hubungkan negara indonesia saat ini dapat kita ketahui bahwa
    Indonesia adalah negara hukum yang senantiasa mengutamakan hukum sebagai landasan dalam seluruh aktivitas negara dan masyarakat. Komitmen Indonesia sebagai negara hukum pun selalu dan hanya dinyatakan secara tertulis dalam pasal 1 ayat 3 UUD 1945 hasil amandemen. Dimanapun juga, sebuah negara menginginkan negaranya memiliki penegak- penegak hukum dan hukum yang adil dan tegas dan bukan tebang pilih.

    Berhubungan dengan Kondisi hukum di Indonesia saat ini, lebih sering menuai kritik daripada pujian. Berbagai kritik diarahkan baik yang berkaitan dengan penegakkan hukum, kesadaran hukum, kualitas hukum, ketidakjelasan berbagai hukum yang berkaitan dengan proses berlangsungya hukum dan juga lemahnya penerapan berbagai peraturan. Kritik begitu sering dilontarkan berkaitan dengan penegakan hukum di Indonesia. Kebanyakan masyarakat kita akan bicara bahwa hukum di Indonesia itu dapat dibeli, yang mempunyai jabatan, nama dan kekuasaan, yang punya uang banyak pasti aman dari gangguan hukum walau aturan negara dilanggar. Ada pengakuan di masyarakat bahwa karena hukum dapat dibeli maka aparat penegak hukum tidak dapat diharapkan untuk melakukan penegakkan hukum secara menyeluruh dan adil. Sejauh ini, hukum tidak saja dijalankan sebagai rutinitas belaka tetapi tetapi juga dipermainkan seperti barang dagangan. Hukum yang seharusnya menjadi alat pembaharuan masyarakat, telah berubah menjadi semacam mesin pembunuh karena didorong oleh perangkat hukum yang morat-marit.

    8). Jawab

    Hukum sebagai petunjuk bertingkah laku. Untuk itu, masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum. Sehingga fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyarakat dapat terealisasi dengan baik dan merata.dan Hukum merupakan petunjuk dalam kehidupan (levensvoorschriften). Fungsi ini memungkinkan untuk diperankan oleh hakim. Karena hukum memberikan petunjuk kepada masyarakat bagaimana mereka harus bertingkah laku. Mana yang diperbolehkan oleh hukum dan mana yang dilarang olehnya. Sehingga masing-masing anggota masyarakat tahu apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Kesemuanya ini dimungkinkan karena hukum mempunyai sifat dan watak mengatur tingkah laku manusia serta mempunyai ciri memerintah dan melarang. Begitu pula hukum dapat memaksa agar hukum itu ditaati oleh anggota masyarakat. Apabila masyarakat mau mentaati hukum serta menyadari dan melaksanakan baik perintah maupun larangan yang tercantum dalam hukum, kita yakin bahwa fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyarakat dapat direalisir.
    Contoh: rambu rambu lalu lintas.

    9).Jawab

    Maksud Hukum itu adalah himpunan petunjuk hidup (perintah atau larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat dan jika dilanggar dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah dari masyarakat itu.

    10).Jawab

    1. Sumber Hukum dalam arti materil, yaitu: suatu keyakinan/ perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum. Sumber Hukum material meliputi:
    -faktoridiil
    -kemasyrakatan
    2. Sedangkan sumber hukum dalam arti Formal, yaitu: bentuk atau kenyataan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku. Jadi karena bentuknya itulah yang menyebabkan hukum berlakuumum,diketahui,danditaati.
    Sumber hukum formil meliputi:
    1)Undang-undang
    2)Kebiasaanatau
    3)Yurisprudensi
    4)Traktat
    5) Doktrin

    Perbedaan sumber hukum formal dalam bentuk uu dengan kebiasaan adalah:
    1. Undang-undang di Indonesia menjadi dasar hukum negara Indonesia. Undang-undang di Indonesia berfungsi sebagai pedoman yang mengatur kehidupan bersama seluruh rakyat Indonesia dalam rangka meujudkan tujuan hidup bernegara.
    2. Kebiasaan atau “custom”:yaitu Perbuatan tertentu yang dilakukan berulang-ulang tersebut pada gilirannya dapat diterima sebagai kebiasaan tertentu sehingga apabila terdapat perbuatan yang bertentangan dengan kebiasaan tersebut dapat dianggap pelanggaran hukum dan dikenakan sanksi.

  30. NAMA : Mawar endah
    STUDI : ILMU PENGANTAR HUKUM

    1. Ilmu Hukum yaitu adalah ihal berhubungan dg hukumilmu pengetahuan yang objeknya hukum itu sendiri. Ilmu hukum juga adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum.
    -Pengertian pengantar ilmu hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan mempelajari ilmu hukum dan juga merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar tentang sandi-sandi utama ilmu hukum.
    2. Ilmu hukum meliputi 3 Hal yaitu :
    a) Ilmu tentang Kaidah
    Yaitu patokan atau pedoman dalam bertingkah laku dalam kehidupan atau pergaulan hidup di dalam masyarakat sbg kaidah atau system-sistem kaidah
    b) Ilmu tentang pengertian
    Yaitu tentang pengertian-pengertian pokok juga mendefinisikan hukum lebih spesifik seperti sumber hukum, objek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum dan hubungan hukum.
    c) Ilmu tentang kenyataan
    Yaitu menyoroti hukum sebagai perilaku atau sikap tindak
    3. Karena dimana ada masyarakat disitu ada hukum.
    Manusia disebut sebagai makhluk sosia dikarenakan pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya, maka terjalinlan satu sama lain yang didasari kepentingan. Disinilah peran hukum mengatur kepentingan-kepentingan tersebut agar kepentingan masing-masing terlindungi, sehingga masing mengetahui hak dan kewajiban
    4. Hukum adalah semua aturan yang harus ditaati dalam tingkah laku tindakan2 dalam pergaulan . himpunan peraturan-peraturan yang mengatur pergaulan hidup masyarakat yang di buat secara resmi maupun yang tidak resmi serta hukum itu berisi perintah, larangan dan perkenan/izin yang bersifat memaksa & mengatur yang apabila dilanggar akan mendapatkan sanksi.
    Cirri-ciri Hukum :
    – Adanya perintah dan atau larangan
    – Larangan dan perintah itu harus dipatuhi / di taati orang
    – Adanya saksi hukum yang tegas
    Sifat Hukum
    – Bersifat Umum
    – Bersifat abstrak
    – Bersifat imperatif dan fakultatif
    – Mengikat
    – Memaksa
    5. Hukum dalam arti ketentuan penguasa adalah diartikan sebagai perangkat peraturan-peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.Hukum ini tidak tampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan hidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional.
    6. Menurut Gustav Radbruch :
    -Keadilan
    -Kegunaan/kemanfaatan
    -Kepastian hukum

    Sedangkan keabsahann terbagi 3 :
    -Yuridis (Kepastian)
    -Sosiologis (Ketaatan)
    -Filosofis (Keadilan)
    Disimpulkan ketiga nilai . nilai keadilan berarti telah dapat diterima secara ideal dan filosofis. Begitu juga apabila suatu hukum telah memenuhi nilai kegunaannya, maka keabsahannya dapat diuji dengan di terimanya hukum itu secara sosiologis dan apabila hukum itu memenuhi nilai kepastian maka kebsahannyapun dapat diuji dengan adanya hukum itu berlaku secara yuridis.
    7. Melindungi segenap bangsa indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial melaksanakan ketertiban dunia Bahwa sesungguhnya tujuan hukum yang terpenting itu adalah adanya kebenaran dan keadilan karna hukum itu hanya peraturan yang mengikat orang bersifat umum untuk taat dan mempunyai kepastian secara umum. Dan jika dilihat dengan kondisi Negara Indonesia saat ini sudah stabil dimana maksud.nya sudah mempunyai badan-badan yang mengatur atau aturan-aturan yang bersifat mengikat/memaksa, secara resmi maupun yang tidak resmi.
    8. Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat. Hukum sebagai petunjuk bertingkah laku. Untuk itu masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum. Sehingga fungsi hukum sebagai alat ketertiban masyarakat dapat direalisasi.
    Contoh : mematuhi peraturan lalu lintas, seperti memakai helm dalam kendaraan bermotor.

    9. karena hukum bertugas menjamin adNya kepastian hukum dalam pergaulan Kenapa orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu di rasakan sebagai hukum karena ia harus menerimanya supaya ada rasa ketentraman. Ia menganggap peraturan hukum secara rasional. Penerimaan rasional ini sebagai akibat adanya sanksi hukum. Agar tidak mendapatkan kesukaran-kesukaran orang memilih untuk taat saja pada peraturan hukum karena melanggar hukum mendapat sanksi yang nyata.
    10. Sumber hukum dalam arti materil suatu keyakinan atau perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum
    sumber hukum dalam arti formal bentuk atau kenyataan dimna kita dapat menemukan hukum yang berlaku
    -setiap peraturan negara yang karena bentuknya disebut undang-undang atau dengan kata lain setiap keputusan atau peraturan yang dilihat

  31. Jeldy rahman,Oktober 29,2015 pukul 9.53 am

    Jawaban:

    1. a. ilmu hukum adalah ilmu yang mempelajari makna obyektif dan mencakup segala hal yang berhubungan dengan hukum serta yang berlaku disuatu negara atau masyarakat tujuannya untuk memahami dasar pengambilan keputusan. ilmu hukum juga mempelajari tentang semua seluk beluk mengenai hukum.
    b. pengantar ilmu hukum adalah untuk mempelajari ilmu hukum yang merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut mengenai sendi-sendi utama ilmu hukum

    2. Ilmu kaidah yaitu hukum sebagai kaidah atau sistem-sistem kaidah yang meliputi tentang kaidah kaidah agama, kesopanan, kesusilaan dan hukum. Yang masing-masing mempunyai arti dalam mengatur pola pikir dan tingkah laku manusia untuk berperilaku baik terhadap lingkungan sosialnya.
    Ilmu Pengertian, yaitu ilmu yang mempelajari tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti sumber hukum, objek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum dan hubungan hukum.
    Ilmu kenyataan, yaitu ilmu yang menyoroti hukum sebagai perilakuan atau sikap tindak yang nyata.

    3, hukum diperlakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan oleh karenanya hukum bersifat memikat dan memaksa, peraturan masyarakat dalam norma agama, sosial, hukum, ekonomi dan budaya

    4. Hukum adalah peraturan-peraturan hidup manusia yang berisikan perintah, larangan dan perizinan untuk berbuat atau pun tidak berbuat sesuatu yang bermaksud untuk mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat.
    ciri-ciri hukum yaitu adanya perintah dan larangan, larangan dan perintah harus di patuhi, adanya sanksi hukum.
    sifat-sifat hukum yaitu mengikat, memaksa dan sebagai pelengkap.

    5. # Hukum dalam arti penguasa adalah aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah
    melalui badan-badan berwenang (DPR, MPR, dll)
    # Hukum dalam arti tindakan adalah sikap atau prilakuyang teratur yang hidup
    bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan wajar
    serta rasional ataupun hukum kebiasaan

    6. Jawab : Mengenai keadilan:
    -Hukum sebagai pengemban nilai keadilan, nilai keadilan juga menjadi dasar dari hukum sebagai hukum.
    – Keadilan memiliki sifat normatif sekaligus konstitutif bagi hukum.
    – Keadilan menjadi landasan moral hukum dan sekaligus tolok ukur sistem hukum positif.
    – Kepada keadilan-lah hukum positif berpangkal.
    – Sedangkan konstitutif, karena keadilan harus menjadi unsur mutlak bagi hukum sebagai hukum. Tanpa keadilan, sebuah aturan tidak pantas menjadi hukum.
    Kepastian:
    – Di dalam kepastian hukum yang terpenting adalah peraturan itu sendiri sesuai dengan apa yang dirumuskan

    Kemanfaatan:
    – Dapat memberi manfaat atau berdaya guna (utility) bagi masyarakat.

    7.Jawab :
    1. Teori etis (etische theorie)
    2. Teori utilitas (utiliteis theorie)
    3. Teori campuran
    4. Teori normatif-dogmatif,
    5. Teori Peace (damai sejahtera)
    Menurut saya kelima teori diatas dengan kondisi indonesia saat ini belum berjalan sesuai dengan tujuannya karena Proses penegakan hukum di Indonesia belum relevan dengan keadilan yang dicita-citakan oleh masyarakat. Hal ini karena penegakan hukum itu sendiri masih tebang-pilih dalam pelaksanaannya.

    8. Karena dimana ada masyarakat disitu ada hukum. Hukum ada sejak masyarakat ada
    Contoh masyarakat merasakan bahwa ketertiban dan peraturan itu dirasakan sebagai hukum , mereka benar-benar berkepentingan ada berlakunya ketertiban dan peraturan tersebut supaya ada rasa tentram.

    9. Menurut Utrecht orang taat kepada hukum karena orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu dirasakan sebagai hukum. Mereka benar-benar berkepentingan akan berlakunya peraturan tersebut. Coba saudara jelaskan apa maksudnya!

    Jawaban:
    Realitas kehidupan memang tidak dapat dipungkiri. Mereka yang mulai menaati hukum hanya karena formalitas belaka atau adanya kepentingan-kepentingan khusus terhadap hukum tersebut. Kesadaran akan keberlakuan hukum masih sangat minim. Mereka hanya memandang hukum sebagai media sanksi tanpa memedulikan bahwa hukum lebih merupakan alat pengubah di masyarakat.

    10. Sumber hukum materil adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum, di tinjau dari berbagai sudut, misalnya sudut ekonomi, sejarah, sosiologi, filsafat, agama, dan lain-lain. Sedangkan sumber hukum formal merupakan dasar kekuatan mengikatnya peraturn-peraturan agar ditaati oleh masyarakat maupun oleh penegak hukum. Sumber sumber hukum formal terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
    1. Undang-undang
    2. Kebiasaan
    3. Yurisprudensi (keputusan-keputusan hakim)
    4. Traktat
    5. Perjanjian
    6. Pendapat sarjana hukum
    Perbedaan nya ialah Undang-undang sudah jelas suatu peraturan yang mengikat, memaksa apa bila dilanggar yang diperilahara oleh penguasa negara sedangkan Kebiasaan adalah perbuatan manusia yang dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama sehingga pada saat dilanggar terus menerus, masyarakat akan merasakan kebiasaan tersebut ialah sebagai pelanggaran perasaan hukum.

  32. nama:Zulaika
    Tugas:Pengantar Ilmu Hukum
    dosen:Tiar Ramon, SH, MH

    1. a. ilmu hukum adalah ilmu yang mempelajari makna obyektif dan mencakup segala hal yang berhubungan dengan hukum serta yang berlaku disuatu negara atau masyarakat tujuannya untuk memahami dasar pengambilan keputusan. ilmu hukum juga mempelajari tentang semua seluk beluk mengenai hukum.
    b. pengantar ilmu hukum adalah untuk mempelajari ilmu hukum yang merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut mengenai sendi-sendi utama ilmu hukum
    b.Pengantar Ilmu Hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum. Dapat pula dikatakan bahwa PIH merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar tentang sendi-sendi utama ilmu hukum.

    2. a. ilmu hukum tentang kaidah ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan pada kita perihal kaidah hukum dan segala seluk-beluk yang bertalian di dalamnya.
    b. ilmu hukum tentang kenyataan adalah suatu cabang atau bagian dari ilmu yang khusus mengajarkan kepada kita perihal berbagai kenyataan dalam hubungan dan segala pengaruhnya dengan hukum seperti yang diajarkan dalam antropologi hukum, sosiologi hukum, psikologi hukum, sejarah hukum, dan perbandingan hukum.
    c. ilmu hukum tentang pengertian ialah suatu cabang atau bagian dari ilmu hukum yang khusus mengajarkan tentang pengertian-pengertian dasar yang terdapat dalam ruang lingkup ilmu hukum. Di dalamnya terdapat sebyek hukum, obyek hukum, peristiwa hukum, hubungan hukum, perbuatan hukum atau bukan perbuatan hukum dan akibat hukum, dan yang terakhir adalah masyarakat hukum.

    3.Hukum di dalam masyarakat merupakan tuntutan, mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidup manusia tanpa atau di luar masyarakat. Maka manusia, masyarakat, dan hukum merupakan pengertian yang tidak bisa dipisahkan. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat, diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar-manusia dalam bermasyarakat. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur. Akan tetapi, mempertegas lembaga-lembaga hukum mana yang melaksanakannya.
    Ketika Manusia sudah ada hubungan dengan hukum. Hal yang harus dilakukan manusia untuk terbebas dari jerat hukum adalah memperbaiki nilai dan moral. Karena ketika nilai dan moral sudah bagus, dorongan untuk melakukan kejahatan secara perlahan akan menghilang.

    4-Hukum adalah keseluruhan norma oleh penguasa masyarakat yang berwenang menetapkan hukum, dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan, dengan tujuan untuk mengadakan suatu mengikat bagi sebagian atau seluruh tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut.
    -CIri-Ciri Hukum
    1). Adanya perintah dan/atau larangan. Artinya, peraturan hukum itu mungkin berupa perintah dan mungkin pula berupa larangan, atau mungkin pula kedua-duanya.
    2). Adanya keharusan untuk menaati peraturan hukum. Kewajiban ini berlaku bagi siapa saja.
    -Sifat Hukum
    1). Mengatur. Karena hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan/atau larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat.
    2). Memaksa. Karena hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas.

    5. Hukum dalam arti ketentuan penguasa Disini hukum adalah perangkat-peraturan peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang Sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak Yaitu hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional. Dalam hal ini sering disebut hukum sebagai suatu kebiasaan (hukum kebiasaan)

    6..tiga nilai dasar hukum menurut gustav radbruch yaitu:
    a. keadilan
    b. kegunaan/kemanfaatan
    c. kepastian hukum
    sekalipun ketiganya merupakan nilai dasar dari huku7m, namun diantara nya terdapat suatu ketegangan satu sama lain. hubungan atau keadaan yang demikian itu bisa dimengerti. oleh karena itu diantara ketiganya nilai-nilai dasar hukum tersebut masing-masing mempunyai tuntunan yang berbeda satu sama lain sehingga ketiganya mempunyai potensi untuk saling

    7.1. Teori etis (etische theorie)
    2. Teori utilitas (utiliteis theorie)
    3. Teori campuran
    4. Teori normatif-dogmatif,
    5. Teori Peace (damai sejahtera)
    Menurut saya kelima teori diatas dengan kondisi indonesia saat ini belum berjalan sesuai dengan tujuannya karena Proses penegakan hukum di Indonesia belum relevan dengan keadilan yang dicita-citakan oleh masyarakat. Hal ini karena penegakan hukum itu sendiri masih tebang-pilih dalam pelaksanaannya

    8. Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan maksudnya adalah hukum yang di buat untuk mengatur dan menertibkankan prilaku manusia. Contohnya dalam kehidupan bermasyarakat kalau tidak adanya hukum di tengah-tengah masyarakat, kemungkinan akan terjadi pertentangan dan kesalahpahaman, dengan adanya hukum lah berfungsi untuk mengatur kehidupan masyarakat supaya tidak terjadi pertentangan. Seperti contohnya dalam hal lalu lintas apabila tidak di himbau dan dibuat tentang peraturan lalu lintas mungkin masyarakat akan sewenang-wenang menggunakan kendraan tanpa memakai helm dan membawa sepeda motor ugal-ugalan.

    .9.Maksud Hukum itu adalah himpunan petunjuk hidup (perintah atau larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat dan jika dilanggar dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah dari masyarakat itu.

    10. Sumber Hukum Material dan Sumber Hukum Formil
    a. Sumber Hukum Material adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum dan bertujuan untuk mengetahui dimana hukum itu dapat ditemukan.
    b. Sumber Hukum Formil adalah adalah sumber hukum dengan bentuk tertentu uang merupakan dasar berlakunya hukum secara formal dan merupakan dasar kekuatan mengikatnya peraturan-peraturan masyarakat agar ditaati oleh masyarakat maupun penegak hukum.
    Sumber-sumber Hukum Formil :
    a. Undang-undang
    b. Kebiasaan
    c. Yurisprudensi
    d. Traktat (treaty)
    e. Perjanjian (overeenkomst)
    f. Pendapat Sarjana Hukum
    Sumber Formal dalam bentuk UU adalah setiap keputusan Pemerintah yang merupakan UU, karena cara pembuatannya sedangkan sumber hukum formal dalam bentuk Kebiasaan adalah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama serta diterima oleh masyarakat maka timbullah suatu kebiasaan hukum atau di pandang sebagai hukum.

  33. Nama: Nazaruddin
    NIM: 301151010022
    Prodi/Fakultas: Ilmu Hukum/Hukum

    1. a. ilmu hukum adalah ilmu yang mempelajari makna obyektif dan mencakup segala hal yang berhubungan dengan hukum serta yang berlaku disuatu negara atau masyarakat tujuannya untuk memahami dasar pengambilan keputusan. ilmu hukum juga mempelajari tentang semua seluk beluk mengenai hukum.
    b. pengantar ilmu hukum adalah untuk mempelajari ilmu hukum yang merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut mengenai sendi-sendi utama ilmu hukum
    2. ilmu hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan.
    a. ilmu tentang kaidah yaitu menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah dengan dogmatic hukum dan sistematik hukum. kaidah-kaidah sebagai pedoman perrilaku manusia, oleh karena manusia mempunyai hasrat untuk hidup pantas dan teratur. Akan tetapi pandangan-pandangan mengenai kehidupan yang pantas dan teratur tidak selalu sama. Oleh karena itu diperlukan pedoman atau patokan, agar kehidupan bersama manusia tidak menjadi tidak pantas dan tidak teratur. Pedoman atau patokan tersebut adalah kaidah-kaidah yang menjadi pengarah hidup pribadi dan hidup antar pribadi.
    b. ilmu tentang pengertian yaitu pengertian pokok seperti sumber hukum,hak dan kewajiban, peristiwa hukum, hubungan hukum dan subyek hukum.
    c. Ilmu tentang kenyataan yaitu menyeroti hukum sebagai perilakuan sikap tindak, sosiologi hukum, antropologi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum dan sejarah hukum.
    3. Manusia dan hukum adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. terdapat adagium yang terkenal yang berbunyi: “ Ubi societes ibi ius ” (di mana
    ada masyarakat di situ ada hukum). Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat, maka selalu akan dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai “semen perekat” atas berbagai komponen pembentuk dari masyarakat itu, dan yang berfungsi sebagai “semen perekat” tersebut adalah hukum. Manusia, disamping bersifat sebagai makhluk individu, juga berhakekat dasar sebagai makhluk sosial, mengingat manusia tidak dilahirkan dalam keadaaan yang sama (baik fisik, psikologis, hingga lingkungan geografis, sosiologis, maupun ekonomis) sehingga dari perbedaan itulah muncul inter dependensi yang mendorong manusia untuk berhubungan dengan sesamanya. Berdasar dari usaha pewujudan hakekat sosialnya, manusia membentuk hubungan sosio-ekonomis di antara sesamanya, yakni hubungan di antara manusia atas landasan motif eksistensial yaitu usaha pemenuhan kebutuhan hidupnya (baik fisik maupun psikis).
    4. hukum adalah sekumpulan peraturan-peraturan yang berisi tentang perintah dan larangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang, yang bersifat umum, mengikat serta diberlakukan dan harus ditaati kemudian diikuti oleh masyarakat itu sendiri sehingga jika peraturan itu di langgar maka akan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.
    a. ciri-ciri hukum
    -mengatur tentang segala tingkahlaku manusia dalam pergaulan masyarakat
    -peraturan yang diberlakukan atau diadakan oleh badan resmi yang berwenang
    -sanksi jika terdapat pelanggaran yang dilakukan
    -perintah/larangan itu bersifat memaksa atau mengikat semua orang
    b. sifat hukum
    -hukum itu bersifat memaksa
    -harus di patuhi/ dilaksanakan
    -mengikat
    5. perbedaan antara hukum dalam arti ketentuan penguasa dan hukum dengan hukum dalam arti sikap tindak
    a. hukum dalam arti ketentuan penguasa adalah perangkat peraturan-peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melaluli badan-badan yang berwenang contoh nya UU.
    b. . hukum dalam arti sikap tindak adalah hukum diartikan sebagai prilaku yang ajeg attau sikap tindak yang teratur. hukum nini tidak tampak seperti daloam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan hidup dengan prilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional.
    6..tiga nilai dasar hukum menurut gustav radbruch yaitu:
    a. keadilan
    b. kegunaan/kemanfaatan
    c. kepastian hukum
    sekalipun ketiganya merupakan nilai dasar dari huku7m, namun diantara nya terdapat suatu ketegangan satu sama lain. hubungan atau keadaan yang demikian itu bisa dimengerti. oleh karena itu diantara ketiganya nilai-nilai dasar hukum tersebut masing-masing mempunyai tuntunan yang berbeda satu sama lain sehingga ketiganya mempunyai potensi untuk saling bertentangan.
    * keabsahan berlakunya hukum ada tiga yaitu
    a. berlaku secara yuridis yaiotu apabila penentuannya didasarkan pada kaidah lebih tinggi tingkatannya atau bila berbentuk menurut cara yang telah ditetapkan.
    b. berlakunya secara sosiologis yaitu apabila peraturan hukum tersebut dapat dipaksakan oleh penguasa walaupun tiddak diterima oleh warga masyarakat (teori keuasaan) atau hukum itu berlaku karena diterimadan diakui oleh masyarakat (teori pengakuan)
    c. berlakunnya secara filosofis yaitu bahwa hukum tersebut sesuai dengan cita-cita hukum sebagai nilai positif yang tinggi yaitu keadilan dan kebenaran.
    * nilai nilai dasar hukum
    -keadilan, kegunaan, kepastian hukum
    * keabsahan berlakunya hukum
    -filsafat, sosiologis, yuridis
    dapat dilihat bahwa apabila suatu hukum telah memenuhi ketiga nilai tersebut maka keabsahannya dapat diuji, misalnya memenuhi nilai keadilan berarti telah dapat diterima secara ideal dab filosofi. begitu juga apabila suatu hukum telah memenuhi nilai kegunaannya, maka keabsahannya dapat diuji dengan diterimanya hukum itu secara sosiologis dan apabila hukum itu memenuhi nilai kepastian maka keabsahannyapun dapat diuji dengan adanya hukum itu berlaku secara yuridis.
    7. a. teori etis mengajarkan bahwa hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan.
    = jika dibandingkan dengan diindonesia hukum itu tidak selalu adil karena misalkan saja hukuman bagi seorang koruptor dengan hukuman bagi seseorang yang mencuri sandal atau pisang justru hukumannya lebih berat dibandingkan dengan koruptor sedangkan koruptor yang harusnya dihukum 9 tahun bisa lebih ringan dari yang seharusnya padahal sudah jelas bahwa koruptor itu mengambil milyaran uang rakyat.
    b.teori utilitas bertujuan untuk menjamin kebahagian.
    =bila dibandingkan dengan keadaan diindonesia sebagian masyarakat nya masih banyak yang belum merasakan kebahagiaan karena untuk tingkat keamanan diindonesia masih rentan dimana banyak nya pembunuhan dan penculikan terjadi.
    c. teori campuran tujuan pokok dan utama dari hukum adalah ketertiban.
    =diindonesia tingkat kesadaran masyarakat untuk tertib adalah masalah utama karena tidak adanya keperdulian terhadap diri sendiri dan orang lain dimana banyak nya pengendara motor yang suka melawan arah kemudian banyak yang tidak menggunakan helm justru dianggap biasa padahal membahayakan dirinya dan orang lain.
    d. teori normatif – dogmatif tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum.
    = kepastian hukum diindonesia masih sangat abu-abu dan tidak jelas. Di Indonesia hukum sudah menjadi suatu permainan elite politik karena mereka bisa membuat aturan-aturan sesuai dengan kepentingan mereka sendiri. Bahkan sudah bukan rahasia lagi hukum itu bisa saja dikendalikan dengan uang. Contoh nya pada kasus Angelina sondakh meskipun sudah ditahan oleh kpk dan resmi menjadi penghuni rutan kpk masih bisa menerima gajinya sebagai anggota DPR, namun sebaliknya bagi rakyat kecil hukum sangat gagah penegakannya. Mencuri sandal, pisang, buah coklat dan barang yang semacamnya hukum cepat dan tegas penegakannya.
    e. teoti peace ( damai sejahtera) dalam keadaan damai sejahtera terdapat kelimpahan, yang kuat tidak menindas yang lemah, yang berhak benar-benar mendapat haknya dan adanya perlindungan bagi rakyat.
    =diindonesia untuk tingkat kesejahteraan penduduk nya masih rendah, bahwa jumlah penduduk miskin masih tinggi. Ditambah lagi banyak nya pengangguran, serta masalah kesenjangan sosial dan ekonomi yang tidak merata, dan masih banyak penduduk Indonesia yang tidak memiliki tempat tinggal bahkan ada yang tidur dibawah kolong jembatan.
    8. menurut saya hukum yang berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat sangat penting karena jika hukum tidak dijadikan sebagai alat ketertiban dan keteraturan maka bisa menyebabkan masyarakat bertingkah laku yang sewenang-wenang dan tidak mengindahkan aturan-aturan yang dibuat dan bahkan bisa melanggar aturan tersebut sehingga menyebabkan ketidak teraturan.
    Contoh : saat orang-orang ingin menonton konser pasti sudah tau apa yang harus dilakukan, pertama maka ia harus mengantri untuk membeli tiket lalu saat dipintu masuk orang-orang harus mengantri lagi kemudian saat konser sudah selesai masing-masing orang meninggalkan arena konser melalui pintu yang telah disediakan. Demikian tertibnya penonton karena segala ketentuan telah dimengerti oleh penonton.
    9. maksudnya adalah jika peraturan itu tidak dirasakan sebagai hukum orang akan sewenang-wenang dalam bertindak, melakukan segala sesuatu sesuai keinginan mereka. Oleh karena itu hukum berperan penting dalam sebuah peraturan. Hukum itu diartikan sebagai alat penting dalam kehidupan. Peraturan-peraturan didalamnya sangat penting untuk mmembedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan keamanan, ketentraman, keadilan, ketertiban dan sebagai bentuk perlindungan dan kedamaian.
    10. a. sumber dalam arti materil adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum. Ditinjau dari berbagai sudut, misalnya sudut ekonomi, sejarah, sosiologi, filsafat agama, dan lainnya.
    b. sumber hukum formil atau formal adalah sumber hukum dengan bentuk tertentu yang merupakan dasar berlakunya hukum secara formal. jadi, sumber hukum formal merupakan dasar kekuaatan mengikatnya peraturan-peraturan agar ditaati oleh masyarakat maupun oleh penegak hukum.
    * sumber-sumber hukum formil.
    a. undang-undang
    b. kebiasaan (custom)
    c. yurisprudensi (keputusan-keputusan hakim)
    d. traktat (treaty)
    e. perjanjian (overeenkomst)
    f. pendapat sarjana hukum ( doktrin )
    *membedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan
    a. dalam bentuk UU
    undang-undang adalah setiap keputusan pemerintah yang merupakan UU,karena cara pembuatannya. UU dibuat oleh pemerintah bersama-sama dengan parlemen.
    b.dalam bentuk kebiasaan
    kebiasaan akan menjadi hukum kebiasaan karena kebiasaan tersebut dirumuskan hakim dalam putusannya.

    Terima kasih!

  34. Nama : Nazaruddin
    NIM : 301151010022

    1.Jawab : Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum. Ilmu hukum mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. Ilmu hukum objeknya hukum itu sendiri. Demikian luasnya masalah yang dicakup oleh ilmu ini, sehingga sempat memancing pendapat orang untuk mengatakan bahwa “batas-batasnya tidak bisa ditentukan” Sedangkan Pengantar Ilmu Hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum. Dapat pula dikatakan bahwa PIH merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar tentang sendi-sendi utama ilmu hukum.
    2. Jawab : Ilmu tentang kaidah atau “normwissenschaft” atau “sollenwissenschaft”, yaitu ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum.
    – Ilmu pengertian, yakni ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam dalam hukum seperti misalnya subyek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum, hubungan hukum dan obyek hukum.
    – Ilmu tentang kenyataan atau Taatsachenwissenschaft atau Seinwissenschaft yang menyoroti hukum sebagai perikelakuan sikap tindak, yang antara lain mencakup sosiologi hukum, antropologi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum dan sejarah hukum.
    Dari uraian di atas dapat dikatakan, bahwa ilmu hukum adalah suatu pengetahuan yang obyeknya adalah hukum dan yang khusus mengajarkan perihal hukum dalam segala bentuk dan manifestasinya. Ilmu hukum sebagai ilmu kaidah, ilmu hukum sebagai ilmu pengertian dan ilmu hukum sebagai ilmu kenyataan.
    3. Jelaskan secara singkat, mengapa hukum diperlukan oleh masyarakat ? (hubungkan jawaban saudara dengan ungkapan ubi societes ibi ius dan kaidah-kaidah sosial yang berlaku di masyarakat )!
    Jawaban:
    Hukum di dalam masyarakat merupakan tuntutan, mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidup manusia tanpa atau di luar masyarakat. Maka manusia, masyarakat, dan hukum merupakan pengertian yang tidak bisa dipisahkan. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat, diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar-manusia dalam bermasyarakat. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur. Akan tetapi, mempertegas lembaga-lembaga hukum mana yang melaksanakannya.
    Hukum yang baik adalah sesuai dengan hukum yang hidup (The Living Law) dalam masyarakat, yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.
    Manusia dan hukum adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan dalam ilmu hukum, terdapat ungkapan terkenal yang berbunyi: “Ubi Societes Ibi Ius (di mana ada masyarakat di situ ada hukum).” Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat. Maka akan selalu dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai “semen perekat” atas berbagai komponen pembentuk dari masyarakat itu, dan yang berfungsi sebagai “semen perekat” tersebut adalah hukum.
    Untuk mewujudkan keteraturan, maka mula-mula manusia membentuk suatu struktur tatanan (organisasi) di antara dirinya yang dikenal dengan istilah tatanan sosial (social order) yang bernama masyarakat. Guna membangun dan mempertahankan tatanan sosial masyarakat yang teratur. Maka manusia membutuhkan pranata pengatur yang terdiri dari dua hal: aturan (hukum) dan si pengatur(kekuasaan).
    Ketika Manusia sudah ada hubungan dengan hukum. Hal yang harus dilakukan manusia untuk terbebas dari jerat hukum adalah memperbaiki nilai dan moral. Karena ketika nilai dan moral sudah bagus, dorongan untuk melakukan kejahatan secara perlahan akan menghilang.
    4. Banyak pendapat para ahli tentang definisi hukum. Dari pendapat-pendapat tersebut menurut pendapat saudara apa sebenarnya hukum itu? Sebutkan ciri dan sifat hukum tersebut?
    Jawaban:
    Untuk hukum sendiri memiliki pengertian suatu sistem yang dibuat untuk membatasi tingkah laku manusia agar dapat terkontrol. Hukum adalah aspek terpenting adalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. Hukum mempunyai tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Oleh karena itu, setiap masyarakat berhak untuk mendapat pembelaan di depan hukum. Sehingga dapat diartikan bahwa hukum adalah peraturan atau ketentuan tertulis maupun tidak yang mengatur kehidupan masyarakat dan menyediakan sanksi bagi pelanggarnya. Hukum bersifat memaksa dan bisa juga dijadikan sebagai media pengubah masyarakat.
    Ciri-ciri hukum :
    1). Adanya perintah dan/atau larangan. Artinya, peraturan hukum itu mungkin berupa perintah dan mungkin pula berupa larangan, atau mungkin pula kedua-duanya.
    2). Adanya keharusan untuk menaati peraturan hukum. Kewajiban ini berlaku bagi siapa saja.
    Sifat Hukum :
    1). Mengatur. Karena hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan/atau larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat.
    2). Memaksa. Karena hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas.
    5. Jawab : Hukum dalam arti ketentuan penguasa Disini hukum adalah perangkat-peraturan peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang Sedangkan Hukum dalam arti sikap tindak Yaitu hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratur. Hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli, yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili, melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional. Dalam hal ini sering disebut hukum sebagai suatu kebiasaan (hukum kebiasaan)
    6. Jawab : Mengenai keadilan:
    -Hukum sebagai pengemban nilai keadilan, nilai keadilan juga menjadi dasar dari hukum sebagai hukum.
    – Keadilan memiliki sifat normatif sekaligus konstitutif bagi hukum.
    – Keadilan menjadi landasan moral hukum dan sekaligus tolok ukur sistem hukum positif.
    – Kepada keadilan-lah hukum positif berpangkal.
    – Sedangkan konstitutif, karena keadilan harus menjadi unsur mutlak bagi hukum sebagai hukum. Tanpa keadilan, sebuah aturan tidak pantas menjadi hukum.
    Kepastian:
    – Di dalam kepastian hukum yang terpenting adalah peraturan itu sendiri sesuai dengan apa yang dirumuskan
    Kemanfaatan:
    – Dapat memberi manfaat atau berdaya guna (utility) bagi masyarakat.
    7.Jawab :
    1. Teori etis (etische theorie)
    2. Teori utilitas (utiliteis theorie)
    3. Teori campuran
    4. Teori normatif-dogmatif,
    5. Teori Peace (damai sejahtera)
    Menurut saya kelima teori diatas dengan kondisi indonesia saat ini belum berjalan sesuai dengan tujuannya karena Proses penegakan hukum di Indonesia belum relevan dengan keadilan yang dicita-citakan oleh masyarakat. Hal ini karena penegakan hukum itu sendiri masih tebang-pilih dalam pelaksanaannya
    8. Jawab : Hukum sebagai petunjuk untuk masyarakat dan masyarakat harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum contohnya orang yang belum mengetahui hukum berlalu lintas, sebagai penegak hukum wajib memberitahu kepada orang banyak (mensosialisasikan) hukum yang tengah berlaku dalam masyarakat, sehingga tidak ada lagi pelangaran yang dilakukan oleh masyarakat dan masyarakatpun dapat menjalankan/menaati hukum tersebut.
    9. Maksud Hukum itu adalah himpunan petunjuk hidup (perintah atau larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat dan jika dilanggar dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah dari masyarakat itu.
    10. 1. Sumber Hukum dalam arti materil, yaitu: suatu keyakinan/ perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi hukum. Sumber Hukum material meliputi:
    -faktoridiil
    -kemasyrakatan
    2. Sedangkan sumber hukum dalam arti Formal, yaitu: bentuk atau kenyataan dimana kita dapat menemukan hukum yang berlaku. Jadi karena bentuknya itulah yang menyebabkan hukum berlakuumum,diketahui,danditaati.
    Sumber hukum formil meliputi:
    1)Undang-undang
    2)Kebiasaanatau
    3)Yurisprudensi
    4)Traktat
    5) Doktrin
    Perbedaan sumber hukum formal dalam bentuk uu dengan kebiasaan adalah
    1. Undang-undang di Indonesia menjadi dasar hukum negara Indonesia. Undang-undang di Indonesia berfungsi sebagai pedoman yang mengatur kehidupan bersama seluruh rakyat Indonesia dalam rangka meujudkan tujuan hidup bernegara.
    2. Kebiasaan atau “custom”:yaitu Perbuatan tertentu yang dilakukan berulang-ulang tersebut pada gilirannya dapat diterima sebagai kebiasaan tertentu sehingga apabila terdapat perbuatan yang bertentangan dengan kebiasaan tersebut dapat dianggap pelanggaran hukum dan dikenakan sanksi.

  35. Nama : Famila Rio
    Nim : –
    Fakultas : Ilmu Hukum
    Studi : Pengantar Ilmu Hukum
    Dosen : Tiar Ramon SH,MH

    1.Apa yang saudara ketahui tentang ilmu hukum dan pengantar ilmu hukum ?

    Jawab:
    a. Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum dan objeknya adalah hukum itu sendiri.dengan demekian maka ilmu hukum akan mempelajari semua seluk belukmengenai hukum.misalnya mengenai asal mula,wujud,azas-azas,sistem macam pembagian,sumber-sumber,perkembangan,fungsi dan kedudukan hukum di dalam masyarakat.

    b. pengantar ilmu hukum atau (Encyclopaedia hukum) adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar (introduction atau inleiding) dalam mempelajari hukum,dan PIH merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar dan gambaran dasar sendi-sendi utama ilmu hukum.

    2.Ilmu hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan. Coba saudara jelaskan maksudnya ?

    jawab:
    a. ilmu tentang kaidah (Normwissenchaft) yaitu ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum.

    b. ilmu tentang pegertian (Begriffeissenchaft) yaitu ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum.seperi sumber hukum objek hukum,hak dan kewajiban,peristiwa dan hubungan hukum.

    c. ilmu tentang kenyataan (Taatsashenwissenschaft) yaitu kenyataan yang menyoroti hukum sebagai perikelakuan atau sikap tindak yang antara lain mencakup sosiologi hukum,antropologi hukum,psikologi hukum,perbandingan hkum dan sejarah hukum.

    3.Jelaskan secara singkat, mengapa hukum diperlukan oleh masyarakat ? (hubungkan jawaban saudara dengan ungkapan ubi societes ibi ius dan kaidah-kaidah sosial yang berlaku di masyarakat ) !

    jawab:
    hukum dalam masyarakat merupakan sebuah tuntunan,mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan kehidupan manusia tanpa adanya hukum,maka manusia,masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tak bisa di pisahkan,dan dalam ilmu hukum ada ungkapan yang berbunyi ” Ubi Sosietes ibi ius “(dimana ada masyarakat di situ ada hukum) jadi,mengapa hukum di perlukan di dalam masyarakat adalah untuk memberi petunjuk kepada manusia bagaimana seorang harus bertindak dalam bermasyarakat serta perbuatan – perbuatan mana pula yang harus di hindari agar kehidupan bermasyarakat akan menjadi tentram,aman da damai.

    4.Banyak pendapat para ahli tentang definisi hukum. Dari pendapat-pendapat tersebut menurut pendapat saudara apa sebenarnya hukum itu ? Sebutkan ciri dan sifat hukum tersebut ?

    jawab:
    a.hukum adalah suatu aturan dari tindakan – tindakan dalam hal mana manusia dirangsang untuk bertinddak atau di kekang untuk tidak bertindak,dan apabila manusia tersebut melanggar akan di berikan sanksi yang telah di tetapkan.

    b. ciri-ciri hukum :
    * adanya perintah atau larangan,artinya peraturan hukum itu mungkin berupa perintahdan mungkin pula berupa larangan

    * adanya keharusan untuk menaati peraturan hukum, kewajiban ini berlaku bagi siapa saja atau tidak adanya diskriminatif.

    c. sifat-sifat hukum:
    * mengatur
    *memaksa

    5.Bedakan antara hukum dalam arti ketentuan penguasa dengan hukum dalam arti sikap tindak ?

    jawab:
    a. hukum dalam arti ketentuan penguasa adalah perangkat peraturan- peraturan tertulis yang di buat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang.

    b. hukum dalam arti sikap tindak adalah hukum sebagai perilaku yang ajeg atau sikap tindak yang teratu.hukum ini tidak nampak seperti dalam arti petugas yang patroli yang memeriksa orang yang mencuri atau hakim yang mengadili,melainkan menghidup bersama dengan perilaku individu terhadap yang lain secara terbiasa dan senantiasa terasa wajar serta rasional.

    6.Menurut Gustav Radbruch ada 3 nilai-nilai dasar hukum, sebutkan ? dan jelaskan hubungannya dengan keabsahan berlakunya hukum ?

    jawab:
    menurut Gustav Radbruch nilai-nilai dasar hukum ada 3 yaitu:

    a. keadilan
    nilai-nilai hukum yang dapat di hubungkan dengan berlakunya hukum secara filosofis (Filosofischegelding) yaitu bahwa hukum tersebut sesuai dengan cita -cita hukum sebagainilai positif yang tinggi yaitu keadilan dan kebenaran.

    b. kegunaan
    nilai-nilai kegunaan hukum yang dapat di hubungkan dengan berlakunya hkum secara sosiologis (sosiologischegelding) yaitu apabila peraturan hukum tersebut dapat di paksakan berlakunya oleh penguasa walaupun tidak diterima oleh warga masyarakat (teori kekuasaan = machtteorie) atau hukum itu berlaku karna diterima dan diakui oleh masyarakat ( teori pengakuan = annerkennungtheorie)

    c. kepastian hukum
    nilai-nilai kepastian hukum juga dapat di hubungkan dengan berlakunya hukum secara yuridis (juridischegelding) yaitu apabila penentuannya di sadarkan pada kaidah lebih tinggi tingkatannya atau bila berbentuk menurut cara yang telah di tetapkan.

    7.Ada 5 teori tujuan hukum. Bagaimana menurut pendapat saudara tentang tujuan hukum tersebut jika dihubungkan dengan kondisi negara Indonesia saat ini ?

    jawab:
    1. Teori etis (etische theorie)
    2. Teori utilitas (utiliteis theorie)
    3. Teori campuran
    4. Teori normatif-dogmatif,
    5. Teori Peace (damai sejahtera)
    Menurut saya kelima teori diatas dengan kondisi indonesia saat ini belum berjalan sesuai dengan tujuannya karena Proses penegakan hukum di Indonesia belum relevan dengan keadilan yang dicita-citakan oleh masyarakat. Hal ini karena penegakan hukum itu sendiri masih tebang-pilih dalam pelaksanaannya,seperti orang miskin apabila melanggar aturan atau melanggar hukum akan di beri hukuman yang berat dan pelaksanaan hukumannya juga begitu cepat,sedangkan oran kaya atau penjabat yang terkena kasus korupsi hukumannya begitu ringan tak sesuai dengan apa yang telah di lakukan,dan pelaksanannya juga bertele-tele.

    8.Apa pendapat saudara tentang hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat, berikan juga contohnya.

    jawab:
    menurut saya hukum yang berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat sangat penting karna jika hukum tidak dijadikan alat ketertiban dan keteraturan maka bisa menyebabkan masyarakat bertingkah laku yang sewenang-wenangnya,hal ini bisa menyebabkan timbulnya pertengkaran antar sesama masyarakat dan kehidupan di tengah masyarakat tidak akan menjadi aman.
    contoh:
    apabila kita mendengarkan atau memutar musik di dalam rumah dengan suara yang begitu keras pada malam hari dan di mana tetangga atau masyarakat di sekitar rumah kita sedang tertidur,maka mungkin mereka akan terganggu sengan musik yang kita dengarkan,dan mungkin saja bisa terjadi meraka mendatangi rumah kita untuk menyuruh atau memberentikan musik yang kita dedngarka dan apabila kita tidak ingin memberentikan musik itu tidak dapat di pungkiri perkelahian atau keributan bisa saja terjadi,dan ini hanya salah satu contohnya saja.maka dari itu begitu pentingnya hukum di dalam kehidupan masyarakat.

    9. Menurut Utrecht orang taat kepada hukum karena orang merasakan bahwa peraturan-peraturan itu dirasakan sebagai hukum. Mereka benar-benar berkepentingan akan berlakunya peraturan tersebut. Coba saudara jelaskan apa maksudnya !

    jawab:
    Masyarakat menyaadari bahwa peraturan lah yang membuat masyarakat tertib dan teratur, oleh karena itu masyarakat merasa peraturan-peraturan itu sebagai hukum. untuk itu masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan nya yaitu dengan mematuhi perintah dan larangan yang bermaksud untuk menertibkan masyarakat.

    10.Apa yang dimaksud dengan sumber hukum materil dan formil ? dan sebutkan sumber-sumber hukum formil ? serta bedakan sumber hukum formal dalam bentuk UU dengan kebiasaan !

    jawab:
    1.a.sumber hukum materil adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum, ditinjau dari berbagai sudut ,misalnya sudut ekonomi,sejarah,sosiologi,filsafat,agama dan lain-lain.

    b,sumber hukum formal adalah sumber hukum dengan bentuk tertentu yang merupakan dasar berlakunya hukum secara formal .jadi, sumber hukum formal merupkan dasar kekuatan mengikatnya peraturan-peraturan agar di taai oleh masyarakat maupun oleh penegak hukum.

    2.sumber -sumber hukum formil yaitu:
    a.undang-undang
    b.kebiasaan
    c.yurisprudensi (keputusan-keputusan hakim)
    d.trakat (treaty)
    e.perjanjian ( overeen komst)
    f.pendapat sarjana hukum (doktrin)

    3.Perbedaan sumber hukum formal dalam bentuk uu dengan kebiasaan adalah.
    a. Undang-undang di Indonesia menjadi dasar hukum negara Indonesia. Undang-undang di Indonesia berfungsi sebagai pedoman yang mengatur kehidupan bersama seluruh rakyat Indonesia dalam rangka meujudkan tujuan hidup bernegara.

    b. Kebiasaan atau “custom”:yaitu Perbuatan tertentu yang dilakukan berulang-ulang tersebut pada gilirannya dapat diterima sebagai kebiasaan tertentu sehingga apabila terdapat perbuatan yang bertentangan dengan kebiasaan tersebut dapat dianggap pelanggaran hukum dan dikenakan sanksi.

  36.  Nama : Rahmat Nazri
     Nim :301151010027
     Dosen : Tiar Ramon, SH. MH
     Semester I / Fakultas Hukum

    1.Jawab :
    Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menelaah hukum. Ilmu hukum mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. Ilmu hukum objeknya hukum itu sendiri. Demikian luasnya masalah yang dicakup oleh ilmu ini, sehingga sempat memancing pendapat orang untuk mengatakan bahwa “batas-batasnya tidak bisa ditentukan” Sedangkan Pengantar Ilmu Hukum adalah mata kuliah dasar yang merupakan pengantar dalam mempelajari ilmu hukum. Dapat pula dikatakan bahwa PIH merupakan dasar untuk pelajaran lebih lanjut dalam studi hukum yang mempelajari pengertian-pengertian dasar, gambaran dasar tentang sendi-sendi utama ilmu hukum.

    2.Jawab :
    Ilmu tentang kaidah yaitu ilmu yang menelah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah dengan dogmatik hukum dan sistimatik hukum
    ilmu pengertian adalah ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti misalnya subjek hukum, hak dan kewajiban peristiwa hukum hubungan hukum dan objek hukum
    ilmu tentang kenyataan yaitu perilaku sikap tindak yang antara lain mencangkup sosiologi hukum antropologi hukum fisikologi hukum, perbandingan hukum dan sejarah hukum.

    3.Jawab :
    Hukum di dalam masyarakat merupakan tuntutan, mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidup manusia tanpa atau di luar masyarakat. Maka manusia, masyarakat, dan hukum merupakan pengertian yang tidak bisa dipisahkan. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat, diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar-manusia dalam bermasyarakat. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur. Akan tetapi, mempertegas lembaga-lembaga hukum mana yang melaksanakannya.
    Hukum yang baik adalah sesuai dengan hukum yang hidup (The Living Law) dalam masyarakat, yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.
    Manusia dan hukum adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan dalam ilmu hukum, terdapat ungkapan terkenal yang berbunyi: “Ubi Societes Ibi Ius (di mana ada masyarakat di situ ada hukum).” Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat. Maka akan selalu dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai “semen perekat” atas berbagai komponen pembentuk dari masyarakat itu, dan yang berfungsi sebagai “semen perekat” tersebut adalah hukum.
    Untuk mewujudkan keteraturan, maka mula-mula manusia membentuk suatu struktur tatanan (organisasi) di antara dirinya yang dikenal dengan istilah tatanan sosial (social order) yang bernama masyarakat. Guna membangun dan mempertahankan tatanan sosial masyarakat yang teratur. Maka manusia membutuhkan pranata pengatur yang terdiri dari dua hal: aturan (hukum) dan si pengatur(kekuasaan).

    4.Jawab :
    Hukum itu adalah menghendaki adanya keseimbangan kepentingan,ketertiban,keadilan,ketentraman,kemanfaatan,kebahagiaansetiapmanusia dan inti tujuan hukum adalah agar dapat tercipta kebenaran dan keadilan.
    Ciri2 hukum :
    1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
    2. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib
    3. Peraturan itu bersifat memaksa
    4. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas
    5. Berisi perintah dan atau larangan
    6. Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
    Sifat hukum:
    1. Mengatur
    2. memaksa

    5.Jawab :
    Hukum dalam arti penguasa adalah perangkat peraturan tertulis melalui pemerintah melalui badan badan yang berwenang sedangkan hukum dalam arti sikap tindak sebagai prilaku yang aje atas sikap tindak yang teratur, hukum menjadi budaya.

    6.Jawab :
    Menurut Gustav Radbruch :
    -Keadilan
    -Kegunaan/kemanfaatan
    -Kepastian hukum
    Sedangkan keabsahann terbagi 3 :
    -Yuridis (Kepastian)
    -Sosiologis (Ketaatan)
    -Filosofis (Keadilan)
    Disimpulkan ketiga nilai . nilai keadilan berarti telah dapat diterima secara ideal dan filosofis. Begitu juga apabila suatu hukum telah memenuhi nilai kegunaannya, maka keabsahannya dapat diuji dengan di terimanya hukum itu secara sosiologis dan apabila hukum itu memenuhi nilai kepastian maka kebsahannyapun dapat diuji dengan adanya hukum itu berlaku secara yuridis.

    7.Jawab
    1. Teori etis (etische theorie)
    2. Teori utilitas (utiliteis theorie)
    3. Teori campuran
    4. Teori normatif-dogmatif,
    5. Teori Peace (damai sejahtera)
    Menurut saya kelima teori diatas dengan kondisi indonesia saat ini belum berjalan sesuai dengan tujuannya karena Proses penegakan hukum di Indonesia belum relevan dengan keadilan yang dicita-citakan oleh masyarakat. Hal ini karena penegakan hukum itu sendiri masih tebang-pilih dalam pelaksanaannya.

    8. Jawab :
    Hukum berfungsi sebagai alat ketertiban dan keteraturan maksudnya adalah hukum yang di buat untuk mengatur dan menertibkankan prilaku manusia. Contohnya dalam kehidupan bermasyarakat kalau tidak adanya hukum di tengah-tengah masyarakat, kemungkinan akan terjadi pertentangan dan kesalahpahaman, dengan adanya hukum lah berfungsi untuk mengatur kehidupan masyarakat supaya tidak terjadi pertentangan. Seperti contohnya dalam hal lalu lintas apabila tidak di himbau dan dibuat tentang peraturan lalu lintas mungkin masyarakat akan sewenang-wenang menggunakan kendraan tanpa memakai helm dan membawa sepeda motor ugal-ugalan.

    9. Jawab :
    maksudnya adalah jika peraturan itu tidak dirasakan sebagai hukum orang akan sewenang-wenang dalam bertindak, melakukan segala sesuatu sesuai keinginan mereka. Oleh karena itu hukum berperan penting dalam sebuah peraturan. Hukum itu diartikan sebagai alat penting dalam kehidupan. Peraturan-peraturan didalamnya sangat penting untuk mmembedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan keamanan, ketentraman, keadilan, ketertiban dan sebagai bentuk perlindungan dan kedamaian.

    10.Jawab:
    a. Sumber hukum materil adalah faktor yang turut serta menentukan isi hukum. Ditinjau dari berbagai sudut, misalnya sudut ekonomi, sejarah, sosiologi, filsafat, agama dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut adalah faktor idiil dan faktor kemasyarakatan.b. Sumber hukum formil adalah sumber hukum dengan bentuk tertentu yang merupakan dasar berlakunya hukum secara formal. Jadi, sumber hukum formil merupakan dasar kekuatan mengikatnya peraturan-peraturan agar ditaati oleh masyarakat maupun penegak hukum. Sumber-sumber hukum formil memiliki beberapa macam, di antaranya; Undang-undang, kebiasaan (Custom), Yurisprudensi (keputusan-keputusan hakim), traktat (Treaty), perjanjian (Overeenkomst) dan pendapat sarjana hukum (Doktrin).
    c. Perbedaan sumber hukum formal dalam bentuk undang-undang dan kebiasaan;
    1) Undang-undang adalah suatu peraturan negara yang mempunyai kekuatan hukum mengikat, diadakan dan dipelihara oleh penguasa negara. Menurut pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2011, Undang-undang adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPR dengan persetujuan bersama presiden. Syarat berlakunya undang-undang ialah diundangkan dalam lembaran negara (Staatsbald) oleh Menkumham. Tujuannya adalah agar setiap orang dapat mengetahui undang-undang tersebut (Fictie Recht; Setiap orang dianggap tahu akan undang-undang). Konsekuensinya adalah ketika seseorang melanggar ketentuan hukum, tidak boleh beralasan bahwa itu tidak diketahuinya. Artinya apabila suatu ketentuan perundang-undangan sudah diberlakukan (diundangkan). Maka dianggap (difiksikan) bahwa semua orang telah mengetahui dan harus mentaatinya.

    2) Kebiasaan (Custom) adalah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama. Apabila suatu kebiasaan tertentu diterima oleh masyarakat dan kebiasaan itu selalu berulang-ulang dilakukan sedemikian rupa. Sehingga tindakan yang berlawanan dengan kebiasaan dirasakan sebagai pelanggaran perasaan hukum. Mala dengan demikian timbullah suatu kebiasaan hukum, yang oleh pergaulan hidup dipandang sebagai hukum. Hukum kebiasaan terbentuk dengan syarat; – Adanya perbuatan tertentu yang dilakukan berulang-ulang di dalam masyarakat (syarat materil). – Adanya keyakinan hukum dari masyarakat yang bersangkutan (Opinio Necessitatis; Bahwa perbuatan tersebut merupakan kewajiban hukum/syarat intelelektual). – Adanya akibat hukum apabila kebiasaan tersebut dilanggar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s