Soal UAS Pengantar Ilmu Hukum 2013/2014

UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2013/2014

FAKULTAS HUKUM UNISI

 

Mata Uji / SKS     : PENGANTAR ILMU HUKUM / 3

Waktu                   : 90 Menit

Klas                      : I / B

Dosen Penguji      : TIARRAMON, SH., MH,

Sifat Ujian            : TERTUTUP.

Petunjuk :

  1. Jawablah dengan singkat dan jelas
  2. Jawablah 5 pertanyaan dari 8 pertanyaan yang disediakan

Pertanyaan :

  1. Mengapa kaidah hukum masih diperlukan, sementara dalam kehidupan masyarakat pada dasarnya sudah ada kaidah/norma yang mengatur tingkah laku manusia dalam pergaulan hidupnya yaitu kaidah agama/kepercayaan, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. Coba saudara jelaskan secara singkat !
  2. Ilmu Hukum meliputi ilmu tentang kaidah, ilmu tentang pengertian dan ilmu tentang kenyataan. Coba saudara jelaskan singkat maksudnya !
  3. Hukum dibentuk atau diadakan di tengah-tengah masyarakat pasti ada tujuannya. Coba saudara sebutkan tujuannya dengan mengacu dari teori yang ada ! ?
  4. Sebutkan dan jelaskan secara singkat sumber-sumber hukum formal ?
  5. Berdasarkan klasifikasi/pembagian hukum, menurut isinya hukum dapat dibagi menjadi hukum publik dan privat/sipil. Coba saudara bedakan kedua hukum tersebut, berikan juga contohnya !
  6. Hukum dibuat/dibentuk untuk ditegakkan dan diberlakukan. Coba saudara jelaskan faktor yang mempengaruhi dalam penegakan hukum dan apa perbedaan berlakunya hukum menurut teori kedaulatan rakyat dengan teori kedaulatan negara ?
  7. Hukum dibuat/dibentuk untuk diberlakukan dan ditegakkan. Untuk itu hukum harus memenuhi syarat berlakunya. Coba saudara jelaskan secara singkat, apa yang menjadi syarat berlakunya hukum dan fungsi hukum dalam masyarakat ?
  8. Jelaskan secara singkat, istilah dibawah ini :

a. Peristiwa hukum     b. Hubungan hukum e. Perbuatan Hukum

c. Hak dan Kewajiban  d. Subjek Hukum

 

Selamat Mengerjakan –

 

“ Barangsiapa makin bertambah ilmunya dan tidak bertambah hidayahnya,

 maka ia akan jauh dari Allah “ (Al Hadist, Bidayatul Hidayah).

“Yang paling berat menerima siksaan di hari kiamat ialah orang yang berilmu,

tetapi ilmunya tidak bermamfaat (Al hadist, Bidayatul Hidayah). 

Copy Right : By. Padepokan Rejoso 2014, “berotak london berhati masjidil haram”

SOAL UAS HUKUM PERDATA TA 2013/2014

UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2013/2014

FAKULTAS HUKUM UNISI

Mata Uji / SKS     : HUKUM PERDATA / 3

Waktu                   : 90 Menit

Klas                      : III A/B

Dosen Penguji      : TIAR RAMON, SH., MH,

Sifat Ujian            : TERTUTUP.

 

 

Pertanyaan :

  1. Hukum Pedata dibagi 2 yaitu hukum perdata materil dan hukum perdata formil, coba saudara jelaskan perbedaannya ! dan sebutkan sistematika Hukum Pedata menurut KUHPerdata (BW) dan sistematika hukum perdata menurut Ilmu Pengetahuan !
  2. Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan subjek hukum ! dan sejak kapan menurut hukum subjek hukum mempunyai hak dan kewajiban dan kapan pula berakhirnya hak dan kewaiban tersebut ? berikan dasar hukumnya !
  3. Coba saudara jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan hak kebendaan ?  Bedakan antara hak bezit dengan hak milik ?
  4. Dalam hukum waris ada yang namanya ahli waris ab intestato dan ahli waris testamentair erfrecht, coba saudara jelaskan secara singkat perbedaannya ?
  5. Sebutkan unsur-unsur perikatan dan bentuk-bentuk prestasi ! serta mengapa perjanjian yang dibuat sebaiknya berbentuk tertulis ?
  6. Ada 5 alat bukti dalam hukum perdata, sebutkan ! dan apa yang dimaksud dengan kekuatan alat bukti sempurna dan permulaan, berikan contohnya masing-masing ! serta sebutkan jenis kadaluarsa ?
  7. Jelaskan secara singkat istilah dibawah ini :
    1. Handelingsonbekwaam
    2. Anak Zina dan anak Sumbang
    3. Penduduk Golongan Eropa, Penduduk Golongan Timur Asing dan Penduduk Pribumi

 

Selamat Mengerjakan –

“ Barangsiapa makin bertambah ilmunya dan tidak bertambah hidayahnya,

 maka ia akan jauh dari Allah “ (Al Hadist, Bidayatul Hidayah).

“Yang paling berat menerima siksaan di hari kiamat ialah orang yang berilmu,

tetapi ilmunya tidak bermamfaat (Al hadist, Bidayatul Hidayah). 

Tugas Gugatan

  1. Buatlah contoh surat kuasa dalam perkara perdata ? Selanjutnya buatlah contoh gugatan atau permohonan, misalnya permohonan talak, permohonan polygami. cerai gugat, gugatan tanah, gugatan harta. dll
  2. TUGAS INI DIKERJAKAN PADA KOLOM KOMENTAR / TINGGALKAN BALASAN DALAM  BLOG INI,PALING LAMBAT UAS, caranya klik google ketik Tugas gugatan  dan klik,  KLIK KOLOM TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR PADA TUGAS GUGATAN SILAHKAN COPY TUGAS SAUDARA YANG SUDAH DIKETIK DI WORD KE DALAM KOLOM TINGGALKAN BALASAN DAN KLIK KIRIM KOMENTAR. Ingat jangan lupa buat email saudara dan nama lengkap)

TUGAS PPKN

  1. Buat tugas makalah minimal 8 halaman sebagaimana topik yang telah ditentukan ?
  2. TUGAS INI DIKERJAKAN PADA KOLOM KOMENTAR / TINGGALKAN BALASAN DALAM  BLOG INI,PALING LAMBAT TANGGAL 26 JUNI 2013 (UAS), caranya klik google ketik TUGAS MATA KULIAH TIARAMON  dan klik, selanjutnya klik TUGAS PPKN,  KLIK KOLOM TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR PADA TUGAS PPKN SELANJUTNYA SILAHKAN COPY TUGAS SAUDARA YANG SUDAH DIKETIKA DI WORD KE DALAM KOLOM TINGGALKAN BALASAN DAN KLIK KIRIM KOMENTAR. Ingat jangan lupa buat email saudara)
  3. HAM (Syarifudin), Identitas Nasional (Andhika Pranata), Filsafat Pancasila (Mukrillah), hak dan Kewajiban WN (Parni), Demokrasi (Misbahudin), Wawasan Nusantara (M. Rasyid), Pancasila sbg paradigma kehidupan Kampus (Slamet Riyadi), Politik dan Strategi Nasional (Yovi Fantera)

TUGAS PUTUSAN HAKIM

  1. Buat tugas minimal 8 halaman dengan membahas topik tentang putusan hakim, upaya hukum dan eksekusi dalam perkara perdata ?
  2. TUGAS INI DIKERJAKAN PADA KOLOM KOMENTAR / TINGGALKAN BALASAN DALAM  BLOG INI,PALING LAMBAT TANGGAL 21 JUNI 2013, caranya klik google ketik TUGAS  PUTUSAN HAKIM TIARRAMON dan KLIK, KLIK KOLOM TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR PADA TUGAS PUTUSAN HAKIMSELANJUTNYA SILAHKAN COPY TUGAS SAUDARA YANG SUDAH DIKETIKA DI WORD KE DALAM KOLOM TINGGALKAN BALASAN DAN KLIK KIRIM KOMENTAR. Ingat jangan lupa buat email saudara)

Tugas UPAYA HUKUM

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan upaya hukum ?
  2. Jelaskan secara singkat upaya hukum biasa dan upaya hukum luar biasa dalam perkara perdata ?(TUGAS INI DIKERJAKAN PADA KOLOM KOMENTAR / TINGGALKAN BALASAN DALAM  BLOG INI, MINIMAL 3 HALAMAN PALING LAMBAT TANGGAL 11 JUNI 2013, caranya klik google ketik TUGAS MATA KULIAH  TIARRAMON dan KLIK, KLIK KOLOM TINGGALAKAN SEBUAH KOMENTAR PADA TUGAS UPAYA HUKUM SELANJUTNYA SILAHKAN COPY TUGAS SAUDARA KE DALAM KOLOM TINGGALKAN BALASAN DAN KLIK KIRIM KOMENTAR)

Proses pemeriksaan perkara perdata (gugatan)

Perkara perdata ada 2 yaitu perkara gugatan contohnya perkara gugatan sengketa tanah dan perkara permohonan contohnya permohonan polygami. Dalam hal proses pemeriksaan perkara gugatan timbul karena adanya gugatan yang diajukan oleh pihak ke pengadilan.

Adapun proses pemeriksaan perkara gugatan (dalam praktek) biasanya sebagai berikut :

  1. Diawali karena adanya gugatan masuk ke pengadilan. Gugatan tersebut diproses dahulu di bagian panitera perdata yaitu mulai dari membayar panjar biaya perkara, penetapan nomor register perkara, disampaikan ke Ketua Pengadilan, Ketua Pengadilan menetapkan Majelis Hakim, selanjutnya Majelis Hakim menetapkan hari sidang dan memerintahkan melalui panitera agar pihak penggugat dan tergugat dipanggil sesuai dengan hari sidang yang telah ditetapkan.
  2. Pada persidangan pertama jika  Penggugat atau wakilnya tidak pernah hadir setelah dipanggil secara patut dan sah selama 3 kali berturut-turut maka majelis hakim akan memberikan putusan gugatan gugur. Sebaliknya jika Tergugat tidak hadir setelah dipanggil secara patut dan sah selama 3 kali berturut-turut maka majelis hakim akan memberikan putusan Verstek. Namun demikian jika Penggugat dan Tergugat hadir, maka majelis hakim akan menanyakan dahulu apakah gugatannya ada perubahan, jika ada diberika kesempatan untuk merubah dan dicata panitera pengganti. Jika tidak ada perubahan majelis Hakim akan  melakukan mediasi untuk berdamai paling lama 40 hari.
  3. Jika selama 40 hari tersebut mediasi ataud amai tidak tercapai, maka persidangan selanjutnya adalah pembacaan gugatan oleh Penggugat. Dalam prakteknya pembacaan gugatan selalu tidak dilakukan yang terjadi adalah gugatan dianggap dibacakan sepanjang antara Penggugat dan Tergugat sepakat. Hal ini untuk menghemat waktu. karena pada dasarnya gugatan tersebut sudah dibaca oleh Tergugat ketika gugatan disampaikan pengadilan (juru sita) minimal 3 hari  sebelum persidangan pertama dimulai.
  4. Setelah pembacaan gugatan selesai atau dianggap  dibacakan, Majelis Hakim menanyakan kepada Tergugat apakah ada tanggapan baik lisan maupun tertulis. Apabila lisan majelis hakim pada persidangan tersebut akan mencatat  dan apabila tertulis biasanya diberi kesempatan 1 minggu untuk menanggapinya yang disebut dengan Jawaban Tergugat atas Gugatan Penggugat. Dalam jawaban tergugat ini tergugat dapat melakukan bantahan, mengakui dan tidak membantah dan tidak mengakui (referte) serta mengajukan eksepsi (formil dan materil) dan rekonvensi (gugatan balik).
  5. Pada persidangan selanjutnya adalah menyerahkan Jawaban Tergugat. Dalam prakteknya jawaban tergugat tidak dibacakan tetapi diberi kesempatan kepada Penggugat secara tertulis untuk menanggapi Jawaban Tergugat  yang disebut dengan Replik Penggugat (Tanggapan terhadap Jawaban Tergugat). Replik Penggugat isinya sebenarnya harus mempertahankan dalil-dalil isi gugatan adalah benar sedangkan dalil-dalil dalam  jawaban tergugat adalah salah. Replik juga bisa lisan tentunya jika lisan jawaban harus dibacakan agar Penggugat tahu yang mana yang akan ditanggapinya.
  6. Pada persidangan berikutnya adalah menyerahkan Replik Penggugat Dalam prakteknya Replik Penggugat juga  tidak dibacakan tetapi diberi kesempatan kepada Tergugat secara tertulis untuk menanggapi Replik Penggugat   yang disebut dengan Duplik Tergugat  (Tanggapan terhadap Replik Penggugat). Duplik Tergugat isinya sebenarnya harus mempertahankan dalil-dalil jawaban Tergugat  adalah benar sedangkan dalil-dalil dalam  Replik Penggugat  adalah salah. Duplik  juga bisa lisan tentunya jika lisan Replik harus dibacakan agar Tergugat  tahu yang mana yang akan ditanggapinya.
  7. Pada persidangan berikutnya, adalah menyerahkan Duplik Tergugat yaitu tanggapan terhadap Replik Penggugat. Setelah Duplik, majelis hakim akan melanjutkannya penyerahan alat-alat bukti tertulis Penggugat. Kemudian Tergugat diminta juga menyerahkan alat-alat bukti tertulis kepada majelis hakim.
  8. Setelah penyerahan alat bukti tertulis selesai, jika penggugat merasa perlu menghadirkan saksi-saksi untuk mendukung alat bukti tertulisnya, maka majelis hakim memberikan kesempatan dan dilakukan pemeriksaan saksi untuk diminta keterangannya sesuai perkara. Setelah itu baru diberi kesempatan juga pada Tergugat untuk menghadirkan saksi untuk dimintai keterangannya.
  9. Setelah pemeriksaan alat bukti selesai, dilanjutkan dengan pemeriksaan setempat (PS) yaitu Majelis Hakim akan datang ke lokasi objek sengketa (tanah) untuk melihat fakta apakah antara isi gugatan dengan fakta dilapangan mempunyai kesesuaian.
  10. Apabila pemeriksaan setempat selesai, dilanjutnya dengan kesimpulan oleh penggugat maupun tergugat.
  11. Terakhir adalah putusan hakim (vonis). Jika eksepsi diterima putusannya adalah gugatan tidak dapat diterima (NO), jika gugatan dapat dibuktikan oleh penggugat putusan hakim adalah mengabulkan baik seleuruh maupun sebagian serta jika gugatan tidak dapat dibuktikan oleh Penggugat, putusan hakim adalah menolak gugatan. (CATATAN : SEBELUM VONIS HAKIM DIJATUHKAN, PERDAMAIAN MASIH DAPAT DILAKUKAN, BAHKAN PERDAMAIAN TERSEBUT HARUS SELALU DITAWARKAN HAKIM PADA SETIAP TAHAP PERSIDANGAN).
  12. Terhadap putusan hakim, jika para pihak merasa keberatan dapat melakukan upaya hukum Banding ke Pengadilan Tinggi. Pernyataan banding tersebut dapat dilakukan pada saat putusan dijatuhkan atau pikir-pikir setelah 14 hari sejak putusan dijatuhkan.